BAYI
17 Agustus 2020

Bayi Batuk Berdahak? Ini yang Perlu Moms Perhatikan!

Ringankan gejala bayi batuk berdahak, agar Si Kecil tidur lebih nyenyak.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sungguh akan menjadi hari yang berat saat bayi sedang sakit. Termasuk saat bayi batuk berdahak.

Tetapi, tahukah Moms bahwa sebenarnya batuk merupakan cara tubuh untuk melawan infeksi, dengan mengeluarkan virus melalui droplet yang keluar dari mulut Si Kecil.

"Batuk adalah cara tubuh untuk melindungi dirinya sendiri. Ini adalah metode yang digunakan tubuh untuk menjaga saluran udara tetap jernih, membersihkan tenggorokan yang berdahak, tetesan postnasal (lendir hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan), atau potongan makanan yang tersangkut," jelas Howard Balbi, MD, direktur penyakit menular anak di Nassau County Medical Center, East Meadow, New York, seperti dikutip dari Parents.

Jika Si Kecil sedang mengalami batuk berdahak, berikut ini penyebab bayi batuk berdahak dan langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya secara alami dan tanpa obat-obatan kimia.

Baca Juga: Jangan Bingung, Ini 3 Cara Mudah Mengeluarkan Lendir Saat Bayi Batuk Pilek

Penyebab Bayi Batuk Berdahak

penyebab bayi batuk berdahak

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Norton Children's, bayi batuk berdahak dengan banyak lendir biasanya merupakan tanda masuk angin, apalagi jika Si Kecil juga mengalami pilek dan sakit tenggorokan.

Jika batuk disertai demam dan lendir kental berwarna hijau, bisa jadi itu adalah infeksi sinus. Sementara itu, bila bayi mengalami pilek dan batuknya semakin parah, bisa jadi itu adalah tanda pneumonia.

Melansir Parents, disebutkan bahwa bayi batuk berdahak merupakan hasil dari penyakit pernapasan yang menyertai infeksi bakteri. Batuk basah menyebabkan dahak atau lendir (yang mengandung sel darah putih untuk membantu melawan kuman) terbentuk di saluran napas bayi.

Tetapi perlu diperhatikan, bila Si Kecil mengalami batuk, mungkin bisa jadi pertanda ia mengalami kondisi kesehatan yang cukup serius.

"Anak-anak yang lebih muda dari usia 4 bulan tidak banyak mengalami batuk, jadi jika mereka mendapatkannya, ini bisa menjadi hal serius," kata Catherine Dundon, M.D., profesor klinis pediatri di Vanderbilt University Medical School dan seorang dokter anak di Goodlettsville, Tennessee.

Jika bayi baru lahir batuk parah saat dingin, misalnya, itu mungkin karena virus pernapasan syncytial virus (RSV), infeksi virus berbahaya untuk bayi. Begitu usia Si Kecil lebih tua dari 1 tahun, batuk tidak terlalu mengkhawatirkan, dan sering kali hanya menandakan flu.

Selain itu, dahak atau batuk basah pada bayi kemungkinan besar disebabkan oleh pilek jika gejalanya juga termasuk sakit tenggorokan, hidung tersumbat (pilek), bersin, sakit kepala, nyeri otot, demam ringan, dan kehilangan nafsu makan.

Menurut Healthline, batuk pada anak-anak seringkali disebabkan oleh infeksi virus. Penyebab terseringnya adalah asma. Tetapi ada juga penyebab lain dari batuk berdahak pada kasus yang lebih jarang, seperti berikut ini.

  • Batuk rejan, muncul dalam bentuk serangan batuk yang tidak terkendali. Anak-anak membuat suara "teriakan" saat mereka menghirup udara.
  • Batuk pada anak-anak terkadang disebabkan oleh menghirup benda asing, asap rokok, atau gangguan lingkungan lainnya.
  • Pneumonia adalah infeksi di paru-paru yang berbahaya pada bayi baru lahir dan anak kecil.

Baca Juga: Kenali 6 Penyebab Batuk Balita Yang Tidak Kunjung Sembuh

Gejala Bayi Batuk Berdahak

gejala bayi batuk berdahak

Foto: Orami Photo Stock

Melansir dari situs American Academy of Allergy Asthma and Immunology, sebagian besar anak-anak mengalami periode batuk berulang karena infeksi saluran pernapasan bagian atas virus, seperti flu biasa.

Dalam Journal of Pediatrics and Child Health, batuk basah atau berdahak disebabkan oleh peningkatan sekresi saluran napas yang abnormal.

Bayi yang batuk berdahak dapat disebabkan oleh infeksi, termasuk pneumonia atau infeksi virus saluran pernapasan atas (ISPA), bronkitis bakteri berkepanjangan, penyakit paru supuratif, atau bronkiektasis.

Pada Children's Healthcare of Atlanta, dijelaskan bahwa beberapa gejala dari batuk berdahak merupakan batuk lembap yang keluar dari dada dan sering mengeluarkan lendir atau dahak yang berwarna putih, kuning atau hijau.

Ini bisa menjadi tanda infeksi bakteri, bisa juga tidak. Batuk basah yang berlangsung lama dapat menyebabkan infeksi dada yang serius. Jadi, jika bayi batuk berdahak, sebaiknya lanjutkan dan hubungi dokter anak.

Jika batuk disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik. Tetapi bila batuk disebabkan oleh virus, Si Kecil akan membutuhkan istirahat, dan menghidrasi tubuh selama proses penyembuhan.

Baca Juga: 7 Ramuan Obat Batuk Alami yang Aman untuk Balita

Cara Mengatasi Bayi Batuk Berdahak

Sayangnya, bayi belum bisa memberi tahu apa yang membuatnya tidak nyaman dan belum bisa secara refleks batuk, ketika ingin berusaha mengeluarkan dahak di tenggorokannya.

Selain itu, menurut American Academy of Pediatrics, anak di bawah usia 4 tahun tidak boleh diberi obat batuk dan pilek yang dijual bebas. Sehingga, cara mengatasi bayi batuk berdahak yang bisa dilakukan dengan cara alami.

Moms bisa membantu bayi batuk berdahak agar Si Kecil dapat bernapas lebih lega dan mengeluarkan lendir atau dahak dengan lebih mudah dengan beberapa cara ini.

1. Beri Tambahan Air Minum

1 Beri Tambahan Air Minum.jpg

Foto: practicalparenting.com.au

Cairan tambahan dapat membantu mengencerkan lendir saat bayi batuk berdahak, membuatnya lebih mudah keluar. Ini bisa menjadi cara mengatasi bayi batuk berdahak yang dapat dilakukan.

Jika bayi batuk berdahak berusia di bawah enam bulan, maka tambahkan lebih banyak ASI eksklusif atau beri susu formula untuk melengkapinya.

Sedangkan bayi di atas enam bulan, dapat diberi tambahan air putih untuk membantu mengencerkan dahak.

2. Encerkan Dahak dengan Uap

2 Kendurkan Dahak Dengan Uap.jpg

Foto: webmd.com

Lakukan terapi inhalasi di rumah sakit atau jika mempunyai alat nebulizer di rumah, maka Moms bisa melakukannya sendiri pada Si Kecil dengan anjuran pemberian obat hasil konsultasi dengan dokter.

Jika tidak sempat melakukan inhalasi di rumah sakit atau tidak memiliki nebulizer, Moms bisa membuat sauna darurat di kamar mandi untuk membantu melegakan bayi batuk berdahak.

Caranya, tutup pintu kamar mandi dan nyalakan pancuran air panas. Perlahan uap panas akan muncul dan duduklah di kamar mandi bersama bayi batuk berdahak sekitar 20 menit.

Moms bisa melakukan cara mengatasi bayi batuk berdahak ini hingga empat kali sehari untuk melancarkan dahak bayi agar lebih mudah keluar.

Baca Juga: Batuk pada Bayi, Apakah Wajib Diberikan Obat?

3. Menepuk Dada atau Punggung

3 Menepuk Dada atau Punggung.jpeg

Foto: happitummi.com

Cara mengatasi bayi batuk berdahak selanjutnya bisa dengan menepuk dada atau punggung bayi. Posisikan bayi melintang di kaki Moms dengan kepala bayi lebih rendah dari bagian tubuh lainnya.

Lalu, dengan kepalan tangan Moms, tepuk bagian punggung, terutama di area paru-paru dengan sedikit bertenaga, namun pastikan tidak sampai menyakiti Si Kecil.

Cara ini juga baik dilakukan usai melakukan uap untuk memaksimalkan cara meredakan bayi batuk berdahak.

4. Tekstur Makanan

4 Tekstur Makanan.jpg

Foto: mother.ly

Tenggorokan bayi batuk berdahak biasanya akan terasa gatal dan sakit. Sehingga tidak jarang, Si Kecil juga menolak makan karena tidak nyaman saat menelan.

Sebagai cara mengatasi bayi batuk berdahak, jika bayi sudah mendapatkan MPASI, berilah makanan dengan tekstur yang lembek agar lebih mudah turun ke dalam sistem pencernaan.

Makanan hangat, seperti kaldu ayam atau puding yang baru jadi, juga dapat menjadi pilihan yang baik untuk menenangkan tenggorokan bayi batuk berdahak.

5. Beri Madu

5 Beri Madu.jpg

Foto: pixabay.com

Pemberian obat alami seperti madu juga dapat menjadi pilihan cara mengatasi bayi batuk berdahak, namun perhatikan juga usia bayi.

“Berikan satu sendok madu sebelum tidur, cara ini akan melapisi tenggorokan dan mengurangi rasa sakit,” ungkap perawat bersertifikat, Robert Giesler, BSN, RN, RNC-NIC, RRT, CPST, di Rumah Sakit Anak Los Angeles, seperti dikutip dari chla.org.

Berikan madu pada bayi batuk berdahak yang usianya sudah lebih dari satu tahun.

Pada bayi di bawah usia satu tahun, madu dapat menyebabkan botulisme yang dapat mengancam nyawa. Madu dapat membantu mengurangi intensitas bayi batuk berdahak dan mempercepat penyembuhan.

Baca Juga: Ini 4 Manfaat Humidifier untuk Bayi yang Penting Diketahui

6. Menggunakan Humidifier

humidifier cara mengatasi bayi batuk berdahak

Foto: Orami Photo Stock

Penggunaan humidifierm dapat menjadi cara mengatasi bayi batuk berdahak dengan membantu Si Kecil menghindari menghirup udara kering. Ini sangat membantu di malam hari, saat tenggorokan mengering secara alami.

Tenggorokan kering lebih rentan terhadap iritasi dan peradangan. Dahak di saluran pernapasan menjadi lebih tipis dan lebih mudah untuk keluar dari paru-paru.

7. Irigasi Hidung

cara mengatasi bayi batuk berdahak -irigasi hidung

Foto: Orami Photo Stock

Irigasi hidung aman untuk anak-anak dan balita. Untuk bayi, lebih mudah menggunakan satu alat suntik untuk menyemprotkan larutan garam ke hidung dan yang kedua untuk menyedot saluran hidung.

8. Coba Saline Drops

cara mengatasi bayi batuk berdahak -saline drops

Foto: Orami Photo Stock

Ketika hidung Si Kecil tersumbat, ia mungkin kesulitan bernapas, tidur, dan makan. Obat tetes hidung saline dapat mengencerkan lendir di hidungnya dan mengecilkan saluran udara yang bengkak.

Gunakan dua atau tiga kali sehari, karena semakin sering bisa membuat hidungnya sakit. Gel saline hidung dapat digunakan untuk menenangkan kemacetan pada saluran pernapasan.

Obat tetes garam dapat mempermudah mengeluarkan lendir dari hidung anak. Untuk bayi, coba suction bulb atau nasal aspirator. Jika balita bisa mengeluarkan ingus dengan bantuan Moms, cara mengatasi bayi batuk berdahak ini juga bisa dicoba.

Baca Juga: 3 Cara Cepat Atasi Hidung Bayi Tersumbat, Simak Yuk!

9. Angkat Kepala Bayi

cara mengatasi bayi batuk berdahak -angkat kepala bayi

Foto: Orami Photo Stock

Pernahkah Moms tidur dengan bantal ekstra saat hidung tersumbat dan membuat lebih mudah bernapas? Trik ini juga berlaku untuk bayi.

Cukup letakkan bantal atau handuk lipat di bawah kepala bayi untuk membuat kepalanya sedikit terangkat. Ini akan mengangkat kepalanya dengan aman dan membantunya bernapas.

10. Turunkan Demam Bayi

cara mengatasi bayi batuk berdahak -turunkan demamnya

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa pilek dan batuk disertai dengan demam ringan. Mengutip WebMD, jika bayi atau balita yang batuk berdahak juga mengalami demam, ikuti langkah-langkah berikut:

Pada bayi di bawah 1 bulan, ada baiknya Moms menghubungi dokter anak karena demam bayi di usia ini tidak normal. Hal yang sama juga berlaku pada bayi usia di bawah 3 bulan.

Pada bayi usia 3 sampai 6 bulan, berikan acetaminophen setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan. Ikuti pedoman dosis dengan cermat, dan hanya gunakan jarum suntik yang disertakan dengan obat, bukan sendok rumah tangga.

Pada bayi 6 bulan atau lebih dan balita, Moms bisa memberikan acetaminophen setiap 4 sampai 6 jam atau ibuprofen setiap 6 sampai 8 jam. Jangan berikan kedua obat tersebut secara bersamaan.

Baca Juga: Ketahui 4 Manfaat Kunyit Asam untuk Kesehatan Tubuh!

11. Menggunakan Kunyit

cara mengatasi bayi batuk berdahak -kunyit

Foto: Orami Photo Stock

Kunyit telah dipuji karena khasiat penyembuhannya selama berabad-abad, jadi tidak mengherankan jika itu adalah bagian dari banyak pengobatan rumahan sebagai cara mengatasi bayi batuk berdahak.

Mengutip Parenting First Cry, Moms bisa mencampurkan sedikit kunyit dengan air hangat untuk membuat pasta yang halus, dan oleskan ramuan ini pada dada, dahi, dan telapak kaki bayi. Cuci bersih setelah beberapa waktu.

Sensasi hangat dari kunyit akan membantu mengencerkan lendir dan membuatnya lebih mudah keluar untuk Si Kecil.

12. Berikan ASI

cara mengatasi bayi batuk berdahak -berikan ASI

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada obat yang lebih hebat dari satu-satunya makanan alami untuk bayi baru lahir selain ASI. Ini berfungsi sebagai obat untuk segala infeksi pada bayi yang berusia enam bulan atau bahkan lebih tua.

Menyusui secara teratur juga membantu menenangkan bayi yang rewel yang tidak mengerti apa-apa dan mendapatkan kenyamanan hanya dari sentuhan sang ibu.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Anak Tertular Flu dan Batuk?

Tanda Bahaya Bayi Batuk Berdahak

tanda bahaya bayi batuk berdahak

Foto: Orami Photo Stock

Kebanyakan kasus batuk pada bayi tidak perlu dikhawatirkan, dan bayi yang batuk berdahak akan hilang dengan sendirinya.

Namun, kondisi ini bisa memakan waktu cukup lama. Batuk Si Kecil mungkin berlangsung selama beberapa minggu dan bisa berubah menjadi batuk kering di beberapa titik.

Dalam beberapa kasus Moms harus berkonsultasi dengan dokter, hanya agar lebih aman. Mengutip Boston Children's Hospital, ada tanda-tanda berisiko bila bayi batuk berdahak.

Hubungi dokter anak bila Si Kecil mengalami kesulitan bernapas atau bekerja keras untuk bernapas, memiliki warna biru atau kehitaman pada bibir, wajah, atau lidah.

Selain itu, perhatikan bila bayi memiliki demam tinggi (terutama pada bayi kecil atau tanpa hidung tersumbat atau pilek, hubungi dokter anak untuk mengetahui adanya demam pada bayi di bawah usia 3 bulan).

Perhatikan bila bayi usia 3 bulan atau lebih muda yang telah mengalami batuk lebih dari beberapa jam, serta mengeluarkan suara "rejan" saat dia bernapas setelah batuk.

Tanda bahaya bayi batuk berdahak lain ketika ia merasa lesu atau rewel, sulit bangun, dan mengalami serangan batuk yang hebat.

Itulah gejala dan penyebab bayi batuk berdahak, serta beberapa cara yang bisa Moms lakukan saat bayi batuk berdahak, agar Si Kecil lekas pulih. Semoga membantu!

Artikel Terkait