PROGRAM HAMIL
6 Mei 2019

Agar Ibu dan Janin Sehat, Lakukan 5 Tes Ini di Trimester Kedua Kehamilan

Jangan remehkan segala kondisi kesehatan saat hamil
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Masuk trimester kedua, kehamilan mulai berjalan dengan nyaman. Tak ada lagi mual dan muntah di pagi hari, dan selera makan Moms pun sudah kembali normal.

Meski begitu, jangan lengah, Moms. tetaplah menjaga dan memantau kondisi kehamilan. Pasalnya, beberapa kelainan dan gangguan kehamilan justru ada yang baru ditemui di trimester kedua.

Nah, berikut ini beberapa pemeriksaan kehamilan trimester kedua yang wajib Moms ketahui.

1. Pemeriksaan Berat Badan

Normalnya, penambahan berat badan Moms di trimester kedua ini adalah sekitar 7-16 kg, yang dipengaruhi oleh bobot janin, pembesaran ukuran payudara, plasenta, fetus, cairan ketuban, pembesaran rahim, dan penambahan darah.

Jika berat badan Moms tidak mengalami kenaikan, maka bisa jadi Moms mengalami kurang gizi atau kemungkinan mengidap penyakit tertentu.

Pertambahan berat badan yang berlebihan jika tidak bagus, dan dokter akan menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan berlemak dan karbohidrat tinggi.

2. Pemeriksaan Tekanan Darah

Pemeriksaan tekanan darah di trimester kedua bertujuan untuk melihat kemungkinan risiko hipertensi pada Moms.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, hipertensi dapat menyebabkan janin kekurangan nutrisi, preeklampsia, kelahiran prematur, dan kelahiran caesar.

Selain hipertensi, waspadai juga tekanan darah yang terlalu rendah, karena bisa mengakibatkan gangguan kesehatan pada Moms dan Si Kecil.

Fungsi organ-organ tubuh menjadi terganggu akibat sirkulasi darah yang tidak lancar.

Nutrisi yang disalurkan ke plasenta juga akan mengalami penurunan, sehingga meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan mengidap keterlambatan tumbuh kembang.

Baca Juga: Ternyata Begini Perubahan Payudara di Tiap Trimester Kehamilan

3. Pemeriksaan USG

Pemeriksaan USG di trimester kedua akan menunjukkan banyak hal kepada Moms, mulai dari posisi janin, ukuran tubuhnya, organ-organ apa saja yang sudah terbentuk, posisi plasenta, volume air ketuban, dan yang pasti jenis kelaminnya.

USG juga bisa melihat pergerakan janin, biasanya ketika usia kehamilan memasuki minggu ke-19.

4. Skrining Glukosa

Selanjutnya, tes yang harus dilakukan di trimester kedua kehamilan adalah skrining glukosa. Biasanya skrining glukosa dilakukan pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu.

Tes ini untuk mendeteksi adanya diabetes gestasional yang dapat menyebabkan ukuran bayi terlalu besar, penyebab persalinan menjadi sulit dan masalah kesehatan untuk Moms dan bayi.

Tes ini mengukur kadar gula darah satu jam setelah minum segelas soda khusus. Jika angkanya terlalu tinggi, Moms harus melakukan tes toleransi glukosa yang lebih sensitif.

Moms akan diminta minum larutan glukosa saat perut kosong dan darah kemudian diambil setiap jam selama 2-3 jam.

Baca Juga: 5 Sumber Makanan Penting Untuk Dikonsumsi Selama Trimester Kedua Agar Janin Berkembang Sempurna

5. Pemeriksaan Gigi

Wanita hamil di trimester kedua rentan mengalami gangguan pada mulutnya, baik gusi maupun gigi. Hal ini dikarenakan produksi hormon yang tidak seimbang dan kemungkinan Moms kekurangan nutrisi.

American Dental Association melaporkan bahwa ibu hamil bisa menderita bengkak di bagian gusi, sakit gigi, dan tumor pada gusi.

Sikat gigi dua kali sehari dan lakukan flossing. Bila tidak melakukan perawatan gigi dan mulut selama hamil, akan meningkatkan risiko persalinan prematur, bayi terhambat tumbuh, diabetes gestasional, dan preeklampsia,” tulis American Dental Association pada jurnal Is It Safe To Go To the Dentist During Pregnancy?.

Nah, jangan remehkan segala kondisi kesehatan saat hamil ya, Moms. Pastikan juga Moms melakukan tes-tes di atas saat trimester kedua kehamilan untuk menjamin Moms dan Si Kecil tetap sehat!

(VAN/INT)

Artikel Terkait