KESEHATAN
23 Januari 2020

Ketahui Pengobatan Virus Corona dan Langkah Pencegahannya

Sayangnya, belum ada vaksin yang bisa mencegah dan mengobati virus ini
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Otoritas kesehatan dari berbagai negara sedang melakukan investigasi terkait virus Corona novel (2019-nCoV) yang berasal dari China. Saat ini, diketahui bahwa penyebaran virus ini bisa terjadi dari orang-ke-orang.

Virus Corona novel masuk ke dalam kelompok besar virus Corona. Secara umum, virus Corona menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa, hingga lebih parah seperti Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS), mengutip situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meskipun belum ada vaksin yang dapat mencegah atau mengobati virus Corona, tetapi ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejalanya. Cari tahu lebih lanjut berikut ini.

Baca Juga: Mengenal Virus Corona yang Menjangkit 200 Orang di China

Pengobatan Virus Corona Manusia

pengobatan virus Corona manusia-1

Foto: Orami Stock Photos

Mengutip situs Government of Canada, untuk saat ini, tidak ada pengobatan khusus bagi orang yang terinfeksi virus Corona manusia. Umumnya mereka akan sembuh dengan sendirinya.

Tetapi, ada cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya:

  • Minum obat sakit dan demam (jangan berikan Aspirin kepada anak-anak)
  • Gunakan pelembap ruangan (humidifier) atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk

Jika sakitnya berada pada tingkat ringan:

  • Minum banyak cairan
  • Tinggal di rumah dan istirahat

Menurut Infectious Disease Advisor, saat ini, tidak ada pengobatan antivirus yang direkomendasikan untuk mengatasi infeksi virus Corona pada manusia.

Baca Juga: Cara Mencegah Virus Corona yang Sedang Marak Terjadi

Pencegahan Virus Corona Novel

pengobatan virus Corona manusia-2.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memberikan rekomendasi standar kepada masyarakat umum tentang bagaimana melindungi diri dari infeksi virus Corona novel.

  • Sering-sering membersihkan tangan dengan menggunakan pembersih berbasis alkohol atau sabun dan air.
  • Ketika batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan telapak tangan atau tisu, lalu buang segera tisu tersebut dan cuci tangan.
  • Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk.
  • Jika seseorang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas, segara cari perawatan medis.
  • Ketika mengunjungi pasar di daerah yang saat ini mengalami kasus virus Corona novel, hindari kontak langsung tanpa perlindungan dengan hewan yang hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan.
  • Hindari konsumsi produk hewani mentah atau setengah matang. Olah makanan seperti daging mentah, susu, atau organ hewani dengan baik untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah.

Baca Juga: Ini Gejala Virus Corona Novel, Penyakit yang Berasal dari China

Langkah Pemerintah Indonesia dalam Menangani Virus Corona Novel

pengobatan virus Corona manusia-3.jpg

Foto: bringmethenews.com

Meskipun belum ada kasusnya di Indonesia, tetapi pemerintah Indonesia sigap dalam merespons ancaman virus Corona novel ini.

Melansir situs Sekretariat Kabinet, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan termoscanner di 135 pintu keluar masuk negara Indonesia.

"135 pintu negara baik udara, laut, maupun darat yang jaga petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan. Yang paling awal bisa dideteksi adalah dengan termoscanner untuk mendeteksi suhu tubuh. Kalau ada orang dari luar negeri masuk ke Indonesia dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, maka posturnya terlihat berwarna merah pada termoscanner," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Anung Sugihantono, pada Senin (20/1/2020).

Selain itu, bandara-bandara di seluruh Indonesia terutama dengan penerbangan langsung dari China, meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan thermal scanner, memberikan health alert card dan KIE kepada penumpang.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, Anas Maruf, mengatakan semua pintu masuk negara sudah disiapkan termoscanner.

"Dalam kondisi rutin seluruh kedatangan internasional semua selalu dilakukan pemeriksaan termoscanner meskipun tidak ada penyakit yang diwaspadai. Kalau ada penyakit yang diwaspadai maka kita tingkatkan pengamanannya," ucap Anas.

Artikel Terkait