2-3 TAHUN
14 November 2019

5 Langkah Sukses Toilet Training untuk Si Kecil

Toilet training anak akan sukses jika dilakukan dengan benar
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Agar sukses melakukan toilet training, orang tua biasa menghadiahkan pada anak berbagai macam pernak-pernik, seperti stiker, makanan, es krim, dan lainnya. Namun sebenarnya hal ini tidak perlu dilakukan, karena akan membuat anak menjadi tidak mandiri.

Moms harus tahu bahwa tujuan dari toilet training tidak seharusnya ‘menyelesaikan pekerjaan’, namun mengajari anak untuk tidak mengompol lagi dan bisa buang air tanpa bantuan. Jadi, perhatikan prosesnya ya Moms.

Baca Juga: 9 Tanda Anak Siap untuk Toilet Training

“Merupakan hal yang umum bagi anak-anak untuk enggan buang air kecil di toilet saat toilet training dan untuk berhasil buang air kecil di toilet terlebih dahulu," kata Dr. Beth Gamulka, profesor klinis di University of Toronto, sekaligus dokter anak di Rumah Sakit Scarborough.

Menurut jurnal Toilet training children: when to start and how to train, American Academy of Pediatrics dan Canadian Pediatric Society merekomendasikan untuk para orang tua melakukan toilet training pada anak di usia 18 bulan.

Selain itu, jangan paksa anak, namun pastikan anak memang dengan sendirinya tertarik pada proses toilet training.

Langkah Sukses Toilet Training

Namun jangan khawatir Moms, di bawah ini ada beberapa aturan yang bisa Moms ikuti, agar Si Kecil berhasil melakukan toilet training. Yuk, kita simak.

1. Buat Waktu Toilet Training Menyenangkan

toilet training

Langkah pertama agar Si Kecil sukses melakukan toilet training adalah memastikan suasana yang menyenangkan.

Ajak anak menuju pispotnya, lalu beri ia kegiatan yang menyenangkan sambil menyelesaikan buang airnya.

Moms bisa memberi anak buku bergambar, baik itu buku aneka bunga, buku tentang truk pemadam, dan berbagai hal lainnya.

Setelah Moms mengosongkan, membersihkan, dan mengeringkan pispot, ambil kembali buku gambarnya, lalu siap untuk digunakan lagi untuk toilet training selanjutnya.

2. Pastikan Anak sedang dalam Keadaan Sehat

toilet training

Seorang anak yang sedang mengalami susah buang air besar, atau kotorannya keras, berarti sedang mengalami konstipasi, dan toilet training yang dilakukan pada anak yang sedang sembelit merupakan satu langkah yang tidak tepat.

“Sebelum melakukan toilet training, pastikan kotoran anak sedang tidak keras dan normal,” kata Steve J. Hodges, ahli urologi anak, sekaligus ahli enuresis, encopresis, dan pelatihan toilet.

Karena jika anak sedang mengalami kesusahan dalam buang air besar, ia akan takut melakukan toilet training, sebab akan sakit saat mengejan.

Baca Juga: Pantau Kesehatan Bayi dengan Mengenali Warna Kotorannya

3. Jangan Ada Tekanan

toilet training anak-1.jpg

Agar anak sukses melakukan toilet training, jangan sampai Moms atau Dads memberinya tekanan ya.

“Anak-anak tidak membutuhkan orang dewasa untuk melakukan toilet training, karena mereka akan tertekan,” ujar Janet Lansbury, pakar pengasuhan anak.

Namun menurutnya, anak-anak memang butuh orang tua yang komunikatif dan pengasuh untuk mendukung dan memfasilitasi proses toilet training. Namun, toilet training sendiri merupakan suatu proses yang bersifat individual untuk setiap anak.

4. Waktu yang Tepat

toilet training

“Anak-anak yang dilatih sebelum usia 2 tahun memiliki risiko tiga kali lipat mengompol di siang hari daripada anak-anak yang dilatih antara usia 2 dan 3 tahun,” jelas Dr. Steve.

Anak-anak yang dilatih sebelum usia 2 tahun berada pada risiko tertinggi untuk mengalami masalah saat pelatihan.

Pada kenyataannya, sebagian besar anak di bawah 3 tahun belum mampu untuk menanggapi dorongan tubuh mereka untuk buang air kecil dan buang air dengan cara yang benar.

Baca Juga: Persiapkan 7 Item Ini Agar Anak Sukses Toilet Training

5. Pastikan Kaki Anak Tidak Menjuntai

toilet training.jpg

Manusia memang harus berjongkok saat buang air. Dilansir dari situs Parents, posisi jongkok akan meluruskan belokan alami di rektum, membuat kotoran mudah keluar, sehingga tidak tegang.

Ketika orang dewasa duduk tegak di toilet, buang air besar akan lebih sulit daripada yang seharusnya, tetapi ketika seorang anak duduk tegak, kakinya menjuntai ke lantai, akan sangat sulit. Maka dari itu, Moms perlu menyiapkan kursi kecil, agar kaki anak tidak menjuntai.

Itu dia Moms beberapa aturan untuk sukses melakukan toilet training pada anak. Dicoba yuk!

Artikel Terkait