KEHAMILAN
3 Agustus 2020

Lebih Sakit Melahirkan Normal atau Caesar? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

Metode melahirkan manakah yang akan Moms pilih?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Melahirkan mungkin merupakan proses yang menegangkan bagi sebagian besar wanita, terutama mereka yang baru akan menjadi ibu baru.

Si Kecil dapat dilahirkan ke dunia dengan dua cara yang berbeda, Moms dapat melahirkan secara normal atau melalui operasi caesar atau yang dikenal juga dengan C-section. Tetapi tujuan akhir dari kedua metode persalinan adalah untuk melahirkan bayi yang sehat secara aman.

Dalam beberapa kasus, operasi caesar bisa dipilih oleh Moms untuk alasan medis yang membuat kelahiran vagina terlalu berisiko.

Baca Juga: Moms, Inilah Hal yang Harus Diperhatikan Saat Kembali Hamil Setelah Operasi Caesar

Moms akan tahu sebelumnya bahwa membutuhkan operasi caesar dan menjadwalkannya karena hamil kembar, atau karena dia mungkin memiliki kondisi medis, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

Operasi caesar juga dapat dilakukan jika Moms memiliki infeksi yang dapat ditularkan kepada bayinya selama kelahiran, seperti HIV atau herpes genital, atau jika mengalami masalah dengan plasenta selama kehamilannya.

Situasi lainnya adalah seperti melahirkan bayi yang berukuran besar pada ibu yang memiliki panggul kecil, atau jika bayi tidak dalam posisi kepala-bawah dan upaya untuk mengubah bayi ke posisi ini sebelum kelahiran tidak berhasil.

Bahkan kadang-kadang keputusan dokter kandungan untuk melakukan operasi caesar bisa tidak direncanakan, dan dilakukan untuk alasan darurat karena kesehatan ibu, bayi, atau keduanya.

Ini dapat terjadi karena masalah selama kehamilan atau setelah melahirkan, seperti jika persalinan terlalu lama atau jika bayi tidak mendapatkan cukup oksigen.

Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam International Journal of Community Based Nursing and Midwifery, operasi caesar hanya direkomendasikan ketika kehidupan ibu atau janin berisiko. Namun, metode ini saat ini telah menjadi cara untuk para Moms melepaskan diri dari rasa sakit persalinan.

Para Moms memiliki kepercayaan umum bahwa persalinan caesar tidak menyakitkan, lebih aman, dan lebih sehat daripada persalinan normal. Faktanya, lebih dari setangah wanita lebih memilih melahirkan dengan operasi caesar, daripada persalinan normal.

Sebenarnya manakah proses persalinan yang lebih menyakitkan? Melahirkan secara normal atau operasi caesar? Yuk kita simak Moms.

Baca Juga: Jangan Asal Mengejan Saat Persalinan, Ini Cara yang Benar

Lebih Sakit Melahirkan Normal atau Caesar?

lebih sakit melahirkan normal atau caesar

Foto: Orami Photo Stock

Saat membandingkan melahirkan normal dan operasi caesar, tidak ada cara yang "lebih baik" untuk melakukan persalinan.

Seperti yang dikatakan Sherri Bayles, instruktur Lamaze bersertifikat di New York City, konsultan laktasi, dan perawat, yang penting adalah memiliki bayi yang sehat, jadi tidak masalah bagaimana Si Kecil dilahirkan.

Meski begitu, yang namanya akan melahirkan, Moms pasti terpikirkan rasa sakit yang akan dialami nantinya.

“Ibu yang baru pertama kali melahirkan, perlu tahu bahwa ada banyak pilihan untuk mengatasi rasa sakit, mulai dari epidural hingga pijat, nitro oksida hingga teknik pernapasan dan dapat diterima untuk mengubah metode atau menggunakan kombinasi selama hampir setiap tahap persalinan,” kata James D. Grant, Presiden ASA, sekaligus seorang dokter.

Namun menurutnya, penting juga untuk memiliki fleksibilitas, karena mungkin perlu mengubah metode manajemen sakit berdasarkan proses persalinan itu sendiri.

Melahirkan Normal

lebih sakit melahirkan normal atau caesar?

Foto: Orami Photo Stock

Selama melahirkan normal, Moms akan mengalami mengalami persalinan saat serviks Moms sudah membesar. Kontraksi rahim, yang terasa seperti kram menstruasi yang sangat kuat, akan menggerakkan kepala bayi Moms ke arah lubang vagina, di mana bayi akan keluar setelah didorong.

Beberapa Moms memilih obat penghilang rasa sakit seperti epidural, sementara yang lain bebas pengobatan.

Moms akan bisa menggendong Si Kecil segera setelah melahirkan. Proses persalinan dan akhirnya hingga bayi dilahirkan, dapat berlangsung cukup lama, 12 hingga 14 jam untuk Moms yang pertama kali melahirkan dan biasanya lebih cepat untuk kelahiran berikutnya.

Baca Juga: Melahirkan Normal Tanpa Jahitan, Mungkinkah? Ini Kata Dokter Kandungan

Selain itu, ada beberapa fase persalinan yang mungkin akan Moms rasakan saat melahirkan normal. Fase-fase tersebut adalah sebagai berikut:

  • Fase awal

Fase ini berlangsung 8 hingga 12 jam. Hal yang terjadi pada serviks adalah serviks atau leher rahim Moms membesar atau terbuka 3 hingga 4 sentimeter dan mulai menipis. Biasanya terjadi kontraksi ringan hingga sedang berlangsung 30 hingga 45 detik dan terjadi setiap 5 hingga 30 menit, menjadi lebih kuat dan lebih sering.

Pada tahap ini, kontraksi bisa menyebabkan sakit di punggung bagian bawah, kram seperti menstruasi, dan tekanan di daerah panggul. Pada fase ini air ketuban kita bisa saja pecah.

  • Fase persalinan aktif

Tahapan sakit melahirkan normal yang selanjutnya adalah fase aktif. Persalinan aktif berlangsung sekitar 3-5 jam. Pada fase ini leher rahim akan melebar dari 4 sentimeter ke 7 sentimeter. Kontraksi selama fase ini akan berlangsung sekitar 45-60 detik dengan jeda 3-5 menit.

Berbeda dengan sebelumnya, kontraksi akan terasa lebih kuat dan lebih lama. Pada fase ini merupakan waktu yang tepat untuk pergi ke rumah sakit atau pusat kelahiran. Di tahap ini, moms bisa memulai teknik pernapasan guna meringankan nyeri kontraksi.

  • Fase Transisi

Selanjutnya adalah fase transisi. Fase transisi ini akan berlangsung sekitar 30 menit-2 jam. Leher rahim akan melebar dari 8 sentimeter ke 10 sentimeter. Kontraksi selama fase ini akan berlangsung sekitar 60-90 detik dengan jeda 30 detik-2 menit.

Kontraksi berlangsung panjang, kuat, kuat, dan bisa tumpang tindih. Fase ini merupakan fase yang paling sulit tetapi juga berlangsung ‘singkat’.

Selain kontraksi intens dan berjarak dekat, Moms mungkin merasakan sakit di punggung, pangkal paha, bahkan sisi atau paha, menggigil, hot flash, serta mual.

Persalinan lewat Operasi Caesar

lebih sakit melahirkan normal atau caesar?

Foto: Orami Photo Stock

Sebaliknya, operasi operasi caesar tahapannya lebih ringkas. Biasanya operasi caesar akan memakan waktu sekitar 45 menit dari awal sampai akhir (bayi dilahirkan dalam 10 sampai 15 menit pertama).

Sebagian besar operasi caesar dilakukan dengan sang ibu yang terjaga, dan Moms biasanya menerima blok epidural atau spinal untuk membuat mati rasa pada bagian bawah tubuh yang akan dioperasi atau disayat.

Operasi caesar sendiri tidak akan sakit karena ada penghilang rasa sakit. Meskipun Moms mungkin masih akan merasakan tekanan selama operasi caesar dan sensasi menarik ketika bayi dikeluarkan.

Baca Juga: Ingin Persalinan Normal Tanpa Banyak Jahitan? Coba Tips Ini!

Lalu di dalam ruang operasi, dokter nantinya akan membuat sayatan tepat di atas garis bikini Moms dan ke dinding perut. Sayatan lain juga akan dibuat di dinding rahim, tempat bayi nantinya akan ditarik keluar.

Kemudian dokter akan memotong tali pusar bayi, mengeluarkan plasenta, dan menutup sayatan.

Dokter akan memasang layar penghalang sehingga Moms tidak akan melihat proses operasi yang dilakukan, selanjutnya Moms akan dapat mendengar bayi menangis segera setelah ia lahir dan Moms bisa memeluknya segera setelah itu.

Penting untuk dicatat bahwa operasi caesar memang memiliki risiko. Ini adalah operasi besar yang melibatkan pemotongan (sayatan) di perut wanita hamil dan mengeluarkan bayi dari rahim.

Ketika seorang ibu memilih operasi caesar untuk melahirkan anak pertamanya, keinginan dan rencananya untuk kelahiran berikutnya harus didiskusikan dengan dokter kandungan.

Jadi melihat proses melahirkan ini, manakah menurut Moms yang lebih menyakitkan? Melahirkan normal atau operasi caesar?

Artikel Terkait