BALITA DAN ANAK
8 Februari 2020

Lelah Menghadapi Balita Banyak Tanya? Ini Tipsnya

Ini tujuh cara terbaik menanggapi Si Kecil yang ceriwis
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Setelah Si Kecil berulang tahun kedua, biasanya Moms akan mulai sering diberondong pertanyaan “apa” dan “kenapa”. Terkadang Moms lelah menjawabi Si Balita Banyak Tanya. Bagaimana, ya, menghadapinya?

Menurut jurnal Monographs of the Society for Research in Child Development edisi 2007, pertanyaan anak usia prasekolah memainkan peranan penting dalam perkembangan kognitif.

Ketika anak menghadapi masalah dengan tingkat pengetahuannya saat ini – misalnya karena kesenjangan pengetahuan, ambiguitas yang mereka tidak tahu cara mengatasinya, atau ketidakkonsistenan yang mereka deteksi – bertanya memungkinkan mereka mendapat informasi yang mereka inginkan di saat mereka membutuhkannya.

Karena itu, kemampuan bertanya adalah alat untuk Si Kecil mengumpulkan informasi yang mereka butuhkan untuk mempelajari dunia dan mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Moms Lakukan untuk Menghadapi Anak Cerewet

Menurut Elisabeth McKnight, seorang blogger asal Boston, Amerika Serikat, ada tiga alasan balita banyak tanya, yakni:

  • Belajar
  • Mencari perhatian
  • Mengontrol percakapan

Idealnya memang Moms selalu menanggapi semua pertanyaan dengan baik. Namun, manusiawi juga jika ada kalanya Moms tidak bisa menjawab karena tidak tahu, momennya kurang tepat, atau Moms sedang tidak mood.

Menghadapi Balita Banyak Tanya

Sebelum Moms menjalankan tips di bawah ini, cari tahu apa alasan Si Kecil banyak bertanya supaya langkah yang diambil tepat.

Trik ini memang tidak selalu membuat Si Kecil berhenti bertanya, tapi Moms bisa lebih sabar menanggapinya.

1. Jawab Pertanyaan Sebenarnya

Jawab Pertanyaan Sebenarnya, balita banyak tanya.jpg

Foto: Pezibear from Pixabay

Moms, Si Kecil tidak selalu mengharapkan jawaban sebab-akibat lho, saat bertanya. Seringkali mereka hanya ingin lebih memahami tentang sesuatu yang mereka lihat atau alami.

Misalnya, jika Si Kecil bertanya mengapa ia harus masuk ke mobil, mungkin ia hanya ingin tahu ia mau ke mana dan melakukan apa.

Jadi, coba berikan informasi lebih banyak tentang topik yang Moms bicarakan. Biasanya anak akan puas dengan jawaban ini dan tidak bertanya lagi.

2. Balik Bertanya kepada Si Kecil

Balik Bertanya kepada Si Kecil, balita banyak tanya.jpg

Foto: TeroVesalainen from Pixabay

Moms, coba, deh, bertanya balik kepada Si Kecil. Bukan untuk sekadar mengelakkan Moms dari kewajiban menjawab, tapi taktik ini juga bisa mendorong Si Kecil berpikir dan berimajinasi. Moms juga jadi mengetahui apa yang dipikirkan Si Kecil.

Baca Juga: 5 Cara Menghadapi Balita yang Banyak Bertanya dan Cerewet

3. Minta Anak Bertanya Lengkap

Minta Anak Bertanya Lengkap, balita banyak tanya.jpg

Foto: Olga Oginskaya from Pixabay

Jika Si Kecil biasa bertanya singkat seperti “Apa?” atau “Kenapa?”, mintalah ia bertanya dengan kalimat lengkap supaya mendapat jawaban.

Hal ini mungkin terasa sulit bagi Si Kecil yang belum punya terlalu banyak kosakata, namun justru itu Moms. Moms bisa membantu Si Kecil menambah kosakatanya dengan strategi ini.

4. Cari Jawabannya Bersama

Cari Jawabannya Bersama, balita banyak tanya.jpg

Foto: StockSnap from Pixabay

Melihat orang tua mencari jawaban dari pertanyaan Si Kecil dapat mendorong pembelajaran seumur hidup bagi anak-anak. Contoh kalimatnya adalah “Mama enggak tahu jawabannya, nih. Kita cari tahu di buku/Google, yuk!”

Menurut aplikasi parenting Chai’s Play, cara ini juga membuat Si Kecil terbiasa mencari jawaban sendiri ketika dihadapkan pada masalah atau pertanyaan lain.

Baca Juga: Ini Dia Zodiak yang Ternyata Cerewet

5. Alihkan Perhatian Anak

Alihkan Perhatian Anak, balita banyak tanya.jpg

Foto: 2081671 from Pixabay

Kadang-kadang Si Kecil bertanya tak henti-henti meski Moms sudah memberikan jawaban.

Sebelum Si Kecil bertanya lagi, Moms bisa langsung menanyakan hal lain pada Si Kecil. Bisa seputar hal yang sedang Moms bicarakan atau alihkan perhatiannya ke hal lain.

“Eh, itu ada kupu-kupu!”, misalnya.

6. Menjawab “Tidak Tahu”

Menjawab “Tidak Tahu”, balita banyak tanya.jpg

Foto: Robbin Higgins from Pixabay

Moms bukanlah ensiklopedia, jadi wajar jika Moms sesekali tidak bisa menjawab pertanyaan Si Kecil.

Katakan saja “Mama enggak tahu, sayang.” Terkadang, mengakui ketidaktahuan lebih baik daripada menjawab pertanyaan secara asal-asalan.

Atau, Moms bisa meminta bantuan orang lain jika Moms kesulitan menjawab. Siapa tahu jawabannya lebih baik!

Baca Juga: Bikin Pusing, Begini Cara Menghadapi Anak Cerewet agar Menjadi Tenang

7. Berikan Perhatian

Berikan Perhatian, balita banyak tanya.jpg

Foto: PublicDomainPictures from Pixabay

Cara ini bisa dilakukan jika Si Kecil bertanya agar diperhatikan oleh Moms. Cari cara lain agar Si Kecil merasa disayangi, sehingga pertanyaannya kemudian diajukan karena rasa ingin tahu, bukan untuk mencari perhatian.

Kesabaran memang ada batasnya, terutama jika Moms sedang menghadapi beberapa pertanyaan berturut-turut.

Bagaimanapun, pertanyaan merupakan indikasi keingintahuan alami pada balita. Inilah kesempatan Moms untuk memuaskan rasa penasaran Si Balita Banyak Tanya tersebut.

Jadi, jangan abaikan pertanyaan Si Kecil, ya, Moms!

Artikel Terkait