TRIMESTER 1
8 Oktober 2020

Bolehkah Ibu Hamil Tidur Miring ke Kanan? Berikut Penjelasannya

Posisi tidur yang salah malah akan menekan organ tubuh lainnya, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Mulai dari menghindari olahraga favorit Moms hingga menghindari makanan tertentu, daftar kehamilan yang boleh dan tidak boleh dilakukan bisa membuat kita sedikit mengeluh. Dan saat perut kita sudah semakin membesar dari minggu ke minggu, Moms mungkin harus menambahkan posisi tidur yang boleh dan tidak dalam daftar tersebut.

Ibu hamil tentu butuh istirahat yang cukup agar kondisinya tetap optimal hingga tiba masa persalinan. Akan tetapi, seiring membesarnya perut, bumil akan merasa kurang nyaman ketika tidur.

Menemukan posisi tidur yang tepat pun tidak mudah, karena perut dan punggung Moms yang mungkin terasa sedikit sakit.

Baca juga: Posisi Tidur yang Baik Bagi Ibu Hamil

Bukannya bisa tidur nyenyak, justru tidur jadi kurang lelap. Tak heran bila Moms berusaha mencari posisi yang nyaman demi bisa tidur dengan nyaman.

Ya, selain membesarnya perut, Moms juga merasa tidur tidak nyaman karena beberapa kondisi lain, misalnya nyeri punggung atau pernapasan terasa pendek. Alhasil, Moms mungkin jadi insomnia.

Lalu, bagaimana tidur yang nyaman dan ideal bagi bumil?

Bolehkah Ibu Hamil Tidur Miring ke Kanan?

Bolehkah Ibu Hamil Tidur Miring ke Kanan

Foto: Orami Photo Stock

Secara historis, praktisi merekomendasikan ibu hamil untuk tidur dengan sedikit miring ke kiri, karena posisi ini akan mengurangi tekanan pada aorta dan vena cava.

Posisi ini memungkinkan aliran darah dan nutrisi maksimum ke plasenta (yang berarti lebih sedikit tekanan pada vena cava) dan meningkatkan fungsi ginjal, yang berarti menghilangkan produk limbah dengan lebih baik dan mengurangi pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, dan tangan.

Tapi, ibu hamil tidur miring ke kanan juga tidak apa-apa. Penelitian yang diterbitkan dalam E Clinical Medicine menyebutkan bahwa keamanan yang sama ditemukan dalam posisi tidur sisi kiri dan kanan untuk ibu hamil.

Ada sedikit risiko masalah kompresi pada IVC saat ibu hamil tidur miring ke kanan, tetapi yang terpenting adalah di mana Moms merasa paling nyaman.

Dan, seiring perkembangan kehamilan kita, sisi mana pun yang Moms pilih pasti akan membut tubuh dan punggung terasa sakit, jadi Moms bisa memilih posisi tidur mana yang diinginkan.

Baca Juga: Amankah Ibu Hamil Menggunakan Bantal Pemanas?

Ibu Hamil Tidur Miring ke Kiri

Bolehkah Ibu Hamil Tidur Miring ke Kanan

Foto: Orami Photo Stock

Selama hamil, banyak yang menyarankan bahwa tidur dengan posisi menyamping ke kiri adalah cara yang paling aman dan nyaman.

Dengan posisi itu, tubuh Moms serta janin dalam rahim, akan lebih sedikit menerima tekanan bila dibandingkan posisi tidur yang lain. Kenapa demikian?

Karena beban yang bermuara di rahim akan ‘dipindahkan’ pada sisi tubuh Moms. Dengan posisi tidur miring ini, tidak akan berisiko menekan perut, hati, atau organ tubuh yang lain. Bahkan, dengan tidur posisi miring atau menyamping, sirkulasi darah akan lebih lancar dan optimal.

Posisi ini juga memungkinkan aliran darah dan nutrisi maksimum ke plasenta dan meningkatkan fungsi ginjal, yang berarti menghilangkan produk limbah dengan lebih baik dan mengurangi pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, dan tangan kita.

Tak hanya itu, janin dalam kandungan juga tetap akan mendapatkan zat-zat gizi dan oksigen melalui plasenta dengan lancar.

Jadi, Moms perlu membiasakan untuk tidur dengan posisi miring agar merasa nyaman. Berikut ini upaya lain yang bisa Moms lakukan agar tidur terasa lebih nyaman, di antaranya:

  • Letakkan bantal yang empuk di bagian bawah perut atau di antara lutut Moms. Ini dilakukan untuk menyangga atau mengganjal perut dan punggung. Posisi bantal di sekitar punggung atau di bawah tubuh ini bertujuan supaya Moms tidak berubah posisi atau mencegah posisi bergulir telentang atau bahkan tengkurap ketika sedang lelap tidur. Saat ini banyak sekali di pasaran bantal khusus kehamilan dengan bentuk yang panjang. Moms juga bisa saja menggunakan bantal yang sudah ada.
  • Nah, agar tidur Moms lebih nyaman lagi, cobalah tarik kaki ke bagian dalam, lalu sisipkan guling di antara kedua kaki.
  • Bila Moms mengalami sesak napas, cobalah letakkan bantal di bawah sisi Moms untuk mengangkat bagian dada lebih tinggi.
  • Pastikan Moms sudah buang air kecil atau buang air besar sebelum tidur. Dengan begitu, tidur Moms tidak terganggu karena harus terbangun di tengah malam untuk ke kamar kecil.
  • Agar mendapatkan tidur yang dalam, cobalah melakukan latihan pernapasan, yoga ringan atau bahkan meditas sebelum tidur. Ini dilakukan untuk menyiapkan tubuh Moms dalam kondisi tenang.
  • Yang pasti, bila Moms tiba-tiba terguling ke sisi depan atau belakang ketika tidur, jangan langsung panik. Pastikan agar tubuh tetap merasa nyaman, hindari untuk melakukan gerakan tiba-tiba bangun demi mengembalikan posisi kembali menyamping. Kembalikan posisi tubuh dalam kondisi yang nyaman dengan perlahan.

Baca Juga : Kenapa Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Tidur Telentang?

Seorang ahli kehamilan dan kandungan dari Amerika Serikat, dr. Richard Henderson, juga menjelaskan bahwa ibu hamil sebaiknya tidak tidur telentang karena bisa membahayakan janin.

Kenapa? Karena ketika Moms tidur telentang, beban rahim akan memperlambat sirkulasi darah menuju jantung kita.

Efek selanjutnya, jantung akan sulit memompa serta mengalirkan darah ke seluruh tubuh, termasuk calon bayi di dalam perut. Padahal, asupan darah sangat dibutuhkan janin sebagai sumber zat gizi dan oksigen.

Terkait hal tersebut, sebuah riset di New Zealand mengungkapkan, gangguan sirkulasi darah dapat mengakibatkan detak janin bayi menjadi tak stabil.

Perlu diketahui juga, tidur telentang selain berisiko buruk bagi janin, juga berdampak bagi bumil.

Di antaranya, Moms bisa merasakan sakit punggung, sulit bernapas, pusing, mual, hipotensi (tekanan darah rendah), wasir, serta gangguan pencernaan.

Akan tetapi menurut dr. Henderson, tidur telentang bila sesekali tidak menyebabkan risiko yang cupuk serius, apalagi hanya beberapa menit. Kondisi tidur telentang saat hamil berbahaya bila dilakukan setiap hari/malam.

Tips Nyaman dan Aman Bagi Ibu Hamil Tidur Miring

bantal untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Berikut beberapa saran tentang kenyamanan bila ibu hamil tidur miring ke kanan atau kiri.

Jika Moms sangat mengkhawatirkan posisi tidur, Moms bahkan dapat meminta pasangan untuk memeriksa keadaan kita dari waktu ke waktu dan membantu mendorong Moms ke posisi yang lebih baik.

Baca Juga: Perubahan Bentuk Perut Ibu Hamil per Bulan, Yuk Simak!

1. Trimester Pertama

Tidur dalam posisi apapun umumnya baik-baik saja dalam kehamilan di trimester pertama.

Tetapi jika Moms ingin membiasakan diri, cobalah menyelipkan bantal di antara kedua kaki kita.

Ini dapat meredakan ketidaknyamanan di pinggul dan tubuh bagian bawah saat Moms menyesuaikan.

Dan jika Anda ingin menjadi sedikit lebih nyaman, bisa mempertimbangkan untuk mendapatkan bantal lutut ortopedi yang terbuat dari busa memori.

2. Trimester Kedua

Saat perut Moms sudah membesar, pastikan kasur kita agak kencang sehingga punggung tidak melorot.

Jika tempat tidur Moms terlalu empuk, maka dapat mempertimbangkan untuk menyelipkan papan di antara kasur dan pegas kotak kita.

Moms mungkin juga ingin menggunakan bantal kehamilan. Bantal ini berbentuk U atau C dan membungkus seluruh tubuh kita untuk membantu ibu hamil tidur miring ke kanan atau kiri.

Moms bisa memposisikan bantal sehingga membentang di sepanjang punggung dan kemudian memeluk bagian depan sambil menyelipkannya di antara lutut kita.

3. Trimester Ketiga

Ibu hamil trimester 3 dianjurkan untuk tidur miring ke kiri agar dapat membantu meningkatkan aliran darah ke janin dan memperbaiki sirkulasi darah ibu hamil ke jantung.

"Namun terkadang tidur dalam satu posisi untuk waktu yang lama sulit untuk dipertahankan, maka disarankan untuk meletakkan bantal di kedua paha, di bawah perut, dan pinggang belakang untuk menyangga kehamilan," jelas dr. Muhammad Fadli, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Jika menurut Moms bantal tersebut agak merepotkan dengan perut yang membesar, cobalah bantal wedge. Moms bisa menempelkannya di bawah perut dan di belakang punggung agar tidak menggelinding.

Baca Juga: Panduan Memilih Bantal Ibu Hamil yang Terbaik

Jika kita tidak terbiasa tidur miring, coba gunakan bantal untuk menopang tubuh bagian atas pada sudut 45 derajat.

Dengan cara ini, kita tidak akan telentang dan melepaskan kompresi IVC. Sebagai alternatif, Moms dapat mencoba meninggikan kepala tempat tidur beberapa inci dengan buku atau balok.

Itu dia Moms beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk tidur saat hamil. Bolehkah ibu hamil tidur miring ke kanan? Tentu saja boleh, tapi dengan aman dan nyaman ya tentunya.

Artikel Terkait