KESEHATAN
3 Juni 2020

Luka di Sudut Bibir, Bisa Jadi Mengalami Angular Cheilitis

Angular cheilitis adalah masalah kulit di area sudut bibir akibat penumpukan air liur
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Intan Aprilia

Angular cheilitis juga dikenal sebagai stomatitis sudut dan perlèche, yang menyebabkan bercak merah bengkak di sudut bagian luar bibir.

Angular cheilitis dapat terjadi pada satu atau kedua sisi mulut.

Peradangan ini bisa berlangsung beberapa hari dan menjadi masalah kronis.

Bahkan angular cheilitis dapat memengaruhi orang dari segala usia, termasuk bayi.

Gejala Angular Cheilitis

Angular Cheilitis - gejala.jpg

Foto: shutterstock.com

Gejala angular cheilitis biasa muncul di sudut mulut dan bisa terasa menyakitkan.

Gejalanya bisa sangat bervariasi dari kemerahan ringan hingga lepuh dan berdarah.

Jika Moms memiliki angular cheilitis, pada sudut mulut mungkin akan berdarah, merah, bengkak, pecah-pecah, kasar, gatal, bersisik dan menyakitkan.

Gejala lain dari angular cheilitis termasuk:

  1. Rasa tidak enak di mulut
  2. Perasaan terbakar di bibir atau mulut
  3. Bibir terasa kering atau pecah-pecah
  4. Kesulitan makan akibat iritasi

Baca Juga: Pentingnya Mengetahui Tingkat pH Kulit Bayi dan Pipis Sebagai Penyebab Iritasi

Penyebab Angular Cheilitis

Angular Cheilitis - penyebab.jpg

Foto: shutterstock.com

Ada beberapa penyebab angular cheilitis yang berbeda-beda setiap orang.

Tapi dilansir dari WebMD, penyebab angular cheilitis yang paling umum adalah infeksi jamur akibat air liur.

Air liur yang terperangkap atau menumpuk di sudut mulut akan mengering. Pada akhirnya kulit di area itu bisa pecah-pecah.

Dalam kondisi itu, Moms mungkin sering menjilat bibir untuk membasahi atau melembapkan kulit yang pecah-pecah.

Tapi, kelembapan di sudut mulut itu justru menjadi tempat terbaik untuk tumbuh dan berkembang biaknya jamur. Pada akhirnya, kondisi itu bisa menyebabkan infeksi.

Infeksi jamur adalah penyebab paling umum dari angular cheilitis. Biasanya infeksi ini disebabkan oleh jenis ragi Candida, yakni jamur yang menyebabkan ruam popok pada bayi.

Jika dokter tidak bisa menemukan penyebabnya, kondisi ini bisa disebut angular cheilitis idiopatik.

Orang yang Rentan Terhadap Angular Cheilitis

Angular Cheilitis - orang yang rentan kena.jpg

Foto: shutterstock.com

Angular cheilitis sering menyerang anak-anak dan orang dewasa, terutama ketika kondisi kesehatan mereka buruk.

Adapun faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko angular cheilis seperti yang dilansir oleh DermNet New Zealand, meliputi:

  1. Oral thrush, yang biasa dialami bayi, orang usia tua, penderita diabetes, penggunaan kortikosteroid sistemik atau antibiotik
  2. Gigi palsu, terutama jika tidak pas dan ada resesi gusi.
  3. Nutrisi yang buruk, kondisi yang terjadi akibat penyakit seliaka, defisiensi besi dan defisiensi riboflavin
  4. Penyakit sistemik, terutama penyakit radang usus (kolitis ulserativa dan penyakit Crohn)
  5. Orang dengan kulit sensitif, terutama dermatitis atopik
  6. Predisposisi genetik, misalnya pada pasien down sindrom.
  7. Obat retinoid oral, seperti isotretinoin untuk jerawat dan acitretin untuk psoriasis.

Baca Juga: Apa Bedanya Dermatitis Seboroik dan Dermatitis Atopik?

Pengobatan Angular Cheilitis

Angular Cheilitis - pengobatan.jpg

Foto: shutterstock.com

Ada beberapa cara untuk mengobati angular cheilitis seperti yang dilansir oleh Medical News Today, antara lain:

1. Diet dan Gaya Hidup

Khusus orang dengan diabetes yang tidak terkontrol, perawatan seperti perubahan pola makan dan gaya hidup bisa membantu mengatasi angular cheilitis.

Suplemen, vitamin atau perubahan dalam diet juga bisa membantu orang yang menderita angular cheilitis karena gizi buruk.

2. Antibiotik

Ketika sudut bibir yang mengalami angular cheilitis terinfeksi, maka butuh perawatan. Tapi, Moms perlu mencari tahu penyebabnya.

Misalnya angular cheilitis akibat infeksi jamur, sehingga kondisi itu tidak akan ampuh bila ditangani dengan antibiotik.

Karena itu, dokter perlu mencari tahu angular cheilitis terjadi akibat infeksi jamur atau bakteri.

Baca Juga: Perawatan Kulit Eksim Anak Semakin Maksimal dengan Makanan Ini

3. Kebersihan

Pemakaian lip balm dapat meringankan gejala angular cheilitis dan melindungi kulit dari air liur.

Selain itu, menjaga sudut bibir tetap bersih dan kering juga bisa meringankan rasa sakit dan mencegah infeksi memburuk.

Seorang dokter juga bisa merekomendasikan krim steroid topikal, yang dapat diterapkan pada kulit untuk merangsang penyembuhan.

Artikel Terkait