KESEHATAN
30 Agustus 2020

Makan Banyak Meski Tidak Lapar, Hati-Hati Gejala Binge Eating

Ketika seseorang banyak makan tapi tidak merasa lapar, bisa jadi masuk ke dalam gejala binge eating
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Amelia Puteri

Makan menjadi kewajiban agar tubuh mendapatkan energi dan nutrisi. Namun, bagaimana dengan kebiasaan makan dengan porsi besar dan tanpa henti? Hal ini disebut juga binge eating.

Dilansir dari Mayo Clinic, gejala binge eating yang terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dan merasa tidak mampu berhenti makan. Mereka akan makan secara berlebihan, di luar kendali, bahkan sedang tidak dalam keadaan lapar.

Pada tahun 2010 lalu, American Psychiatric Association (APA) memasukkan binge eating secara resmi sebagai gangguan mental. Hal ini menunjukkan bahwa binge eating sama seperti anoreksia nervosa dan bulimia yang menjadi gangguan makan disebabkan karena gangguan mental.

Lantas, apa yang membuat binge eating menjadi sebuah gangguan mental? Ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: 5 Tanda Anak Alami Gangguan Makan yang Tidak Orang Tua Sadari

Wanita Lebih Rentan Mengalami Gejala Binge Eating

Gejala Binge Eating-1.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Binge eating memang makan besar dalam satu waktu. Namun, tentunya gangguan makan ini berbeda dengan intermittent fasting (IF), yaitu diet yang memperbolehkan seseorang makan dalam periode tertentu saja.

“Hal yang membedakan binge eating dengan cara makan lainnya adalah hal ini terjadi berulang dan tanpa didorong oleh rasa lapar. Seseorang yang mengalami binge eating juga merasa tidak bahagia setelah makan. Maka dari itu, biasanya mereka akan makan secara diam-diam,” ungkap Dr. B. Timothy Walsh, profesor psikiatri di Columbia University Medical Center.

National Eating Disorders Association mengungkapkan, wanita memiliki gejala gangguan binge eating lebih sering dibandingkan pria. Mengapa demikian?

“Wanita lebih mudah terpengaruh pada citra ideal tentang tubuh. Selain itu, binge eating dikaitkan dengan seseorang yang memiliki kecemasan dan gejala depresi. Wanita lebih rentan mengalami gangguan mental tersebut,” ujar Dr. Kimberly M. Daniels, psikolog di Hartford, Connecticut, yang spesialis dalam gangguan makan.

Baca Juga: Ini Dampak Gangguan Kesehatan Mental Jika Tidak Diatasi, Jangan Anggap Enteng!

Gejala Binge Eating yang Harus Diketahui

Gejala Binge Eating-2.jpg

Foto: theconversation.com

Dilansir dari Psychology Today, gejala binge eating rata-rata terjadi setidaknya sekali seminggu selama tiga bulan. Diagnosisnya juga dikategorikan sebagai ringan, sedang, berat, atau ekstrem berdasarkan jumlah episode binge eating per minggu.

Adapun beberapa gejala binge eating yang harus Moms waspadai, yaitu:

  • Makan lebih banyak makanan daripada orang lain dalam situasi yang sama.
  • Tidak mampu mengendalikan berapa banyak makanan yang dikonsumsi.
  • Makan ketika sudah kenyang atau tanpa munculnya rasa lapar.
  • Merasa kesal atau sedih setelah makan berlebihan.
  • Sering makan secara diam-diam tanpa dilihat oleh orang lain.
  • Makan sampai benar-benar kenyang.

Jika Moms mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan kesehatan mental ke psikolog. Sebab, ada banyak dampak buruk yang bisa terjadi ketika binge eating tidak ditangani dengan baik.

Baca Juga: Penyebab Gangguan Makanan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Bahaya dari Binge Eating

Gejala Binge Eating-3.jpg

Foto: freepik.com

Penyebab pasti dari binge eating sampai saat ini belum diketahui pasti. Namun, faktor genetik atau anggota keluarga yang juga mengalami hal serupa bisa menjadi faktor risikonya.

Selain itu, pemicu lainnya bisa datang dari munculnya emosi negatif, citra tubuh yang negatif, dan rasa bosan.

Bisa dikatakan, faktor penyebab binge eating bisa sangat kompleks. Setiap orang punya latar belakang yang berbeda-beda, sehingga pemicunya juga bisa berbeda. Namun, ketahui dampak negatif dari binge eating itu sendiri.

Dilansir dari WebMD, binge eating bisa mengakibatkan seseorang alami kelebihan berat badan atau obesitas. Pada jangka panjang, obesitas menjadi pemicu penyakit kronis yang berbahaya, seperti:

  • Sleep apnea, yaitu pernapasan yang berhenti berkali-kali di malam hari;
  • Penyakit jantung;
  • Tekanan darah tinggi;
  • Diabetes tipe 2;
  • Radang sendi;
  • Kanker.

Gejal binge eating juga kerap muncul ketika seseorang alami tingkat stres yang tinggi.

Untuk itu, sebaiknya kelola stres dengan baik agar tidak menyebabkan berbagai gangguan mental. Jika Moms membutuhkan bantuan, sebaiknya segera mencari pertolongan pada ahlinya, ya.

Artikel Terkait