KESEHATAN
8 September 2020

Makan Pepaya untuk Ibu Hamil Berbahaya, Benarkah?

Mengonsumsi buah memang baik untuk kesehatan janin. Tapi, apakah makan pepaya benar berbahaya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Bagi ibu hamil, menjaga kesehatan tubuh dan janinnya sangat penting. Caranya melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari harus mengandung nutrisi dan gizi seimbang.

Buah-buahan juga wajib dikonsumsi oleh Moms saat hamil. Namun, bagaimana dengan makan pepaya untuk ibu hamil? Kabarnya pepaya bukanlah buah yang baik untuk ibu hamil. Benarkah demikian?

Sebelum membahasnya, sebaiknya Moms pahami nutrisi apa saja yang dibutuhkan saat hamil. Ketika hamil bukan artinya makan lebih banyak, melainkan nutrisinya tercukupi agar kesehatan Moms sehat dan mendukung pertumbuhan bayi.

Academy of Nutrition and Dietetics mengungkapkan nutrisi seimbang yang dibutuhkan saat hamil mencakup buah-buah, sayuran, biji-bijian, makanan berprotein yang mengandung vitamin, mineral, dan zat besi.

Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung folat untuk mencegah cacat janin, vitamin A untuk pertumbuhan sel, dan kalsium untuk pembentukan tulang.

Jangan lupakan juga konsumsi buah dan sayuran yang kaya serat agar kesehatan pencernaan lancar dan Moms terhindar dari sembelit.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengonsumsi Buah Zuriat Agar Cepat Hamil?

Makan Pepaya untuk Ibu Hamil Muda

Makan Pepaya saat Hamil Berbahaya, Benarkah-2.jpg

Foto: timesofindia.com

Di antara sekian banyak jenis buah-buahan yang ada, nyatanya buah pepaya untuk ibu hamil sering menjadi pro dan kontra.

Sebenarnya pepaya punya banyak manfaat untuk kesehatan karena mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan nutrisi sehat lainnya. Pepaya mengandung serat, potasium, magnesium, vitamin A, kalsium, serta asam folat.

Sekian banyak manfaat tersebut tentunya berguna untuk ibu hamil. Hanya saja, manfaat tersebut hanya bisa didapatkan pada buah pepaya yang sudah matang.

“Bahaya makan pepaya untuk ibu hamil bisa saja terjadi. Ketika ibu hamil makan pepaya mentah dapat merangsang kontraksi uterus. Untuk itu, berbahaya bagi ibu hamil muda untuk mengonsumsinya karena bisa mengakibatkan keguguran,” ungkap Dr. Liji Thomas, dokter kandungan dari Kerala, India.

Penyebabnya, pepaya mentah memiliki konsentrasi lateks yang tinggi sehingga bisa mengakibatkan kontraksi rahim. Pepaya mentah juga mengandung enzim papain yang lebih banyak dan bisa merusak membran tertentu yang penting untuk perkembangan janin.

Dalam jurnal National Library of Medicine, getah pada pepaya mentah sebaiknya dihindari oleh ibu hamil karena mungkin memicu kontraksi uterus, yang menyebabkan persalinan dini.

Selain itu, pepaya mentah mengandung papain yang mungkin disalahartikan oleh tubuh sebagai prostaglandin yang terkadang digunakan untuk menginduksi persalinan. Ini juga dapat melemahkan selaput vital yang menopang janin.

Selain itu, getah lateks ini adalah alergen umum yang dapat memicu reaksi berbahaya.

Dalam Baby Centre, banyak wanita terus makan pepaya matang selama kehamilan tanpa masalah. Di sisi lain, beberapa wanita hamil memilih untuk menghindari konsumsi pepaya untuk ibu hamil pada trimester pertama, sementara yang lain menghilangkannya dari makanan mereka sama sekali selama kehamilan.

Jika Moms ingin memakannya, ada beberapa hal yang perlu diingat. Seperti memilih pepaya yang sudah matang, segar dan bersih. Lalu, hindari buah yang berwarna hijau, memiliki bintik coklat atau hitam, area cekung yang lembut atau bercak jamur.

"Makan pepaya untuk ibu hamil muda sebaiknya jangan makan kulit atau biji pepaya. Selalu buang bijinya, dan dengan hati-hati potong bagian yang berdaging dari kulitnya. Sebaiknya jangan memakan daging buah langsung dari kulitnya," jelas dr. Ashwini Nabar, dokter kandungan untuk BabyCenter India.

Pepaya yang matang kaya akan vitamin C dan A. Ini juga merupakan sumber kalsium, magnesium, kalium, folat, dan serat yang baik. Banyak wanita menemukan bahwa pepaya matang membantu mencegah dan mengendalikan sembelit dan mulas.

Beberapa wanita juga menikmati ramuan pepaya yang dibuat dengan mencampurkan sebagian kecil pepaya matang dengan susu dan madu. Campuran ini dianggap sebagai sumber nutrisi yang kaya untuk ibu hamil dan menyusui.

Baca Juga: 5 Manfaat Buah Kiwi untuk Ibu Hamil, Bisa Mencegah Stretch Mark!

Makan Pepaya untuk Ibu Hamil Tua

pepaya untuk ibu hamil tua

Foto: Orami Photo Stock

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University Press Journal, dijelaskan bahwa konsumsi normal pepaya untuk ibu hamil yang matang mungkin tidak menimbulkan bahaya yang berarti.

Namun, pepaya mentah atau setengah matang (yang mengandung lateks berkonsentrasi tinggi yang menghasilkan kontraksi uterus) bisa jadi tidak aman untuk kehamilan.

Tetapi, dalam First Cry Parenting, makan pepaya untuk ibu hamil tua atau pada trimester ketiga, pepaya dapat menginduksi persalinan dini dengan menyebabkan kontraksi rahim karena adanya enzim 'papain' di dalamnya.

Mengingat komplikasinya, banyak wanita memilih untuk tidak mengonsumsi pepaya selama kehamilan. Laporan menunjukkan bahwa pendarahan dari tepi plasenta juga bisa disebabkan oleh konsumsi pepaya mentah selama masa kehamilan nanti.

Jadi, sebaiknya hindari mengonsumsi pepaya muda atau mentah dalam bentuk apa pun selama masa kehamilan. Jika ingin makan pepaya, Moms pilih pepaya dengan tingkat kematangan yang sempurna dan tentunya diimbangi dengan jenis makanan atau buah-buahan bernutrisi lainnya.

Pepaya dikenal karena dagingnya yang manis, berair, dan berwarna jingga, serta sebagai obat alami untuk gangguan pencernaan. Buah ini umum di negara tropis dan hadir dalam berbagai jenis dan ukuran.

Namun, melansir Anmum, konsumsi buah pepaya untuk ibu hamil dalam bentuk mentah dan setengah matang tidak terlalu baik untuk wanita hamil karena beberapa alasan berikut:

Pertama, pepaya setengah matang atau mentah memiliki kandungan lateks yang berlimpah. Hal ini mendorong kontraksi uterus lebih awal, dan dampaknya berisiko dapat menyebabkan keguguran.

Kedua, konsumsi pepaya untuk ibu hamil yang setengah matang atau mentah juga mengandung papain dalam jumlah besar. Salah satu efek samping papain adalah dapat memicu persalinan dini.

Lateks, yang terdapat pada pepaya setengah matang atau mentah, adalah alergen yang umum. Gejala alergi yang umum termasuk hidung meler, bengkak di area mulut dan ruam kulit. Namun, terkadang reaksi alergi dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan anafilaksis. Dalam kasus seperti itu, perhatian medis harus segera dicari.

Hindari makanan atau hidangan yang mengandung pepaya mentah atau setengah matang (yang kulitnya benar-benar hijau), seperti salad pepaya hijau atau smoothie pepaya yang mengandung biji pepaya.

Sementara, jika Moms mengonsumsi pepaya untuk ibu hamil yang matang, di sisi lain, benar-benar aman.

Pepaya yang sudah matang (dengan kulit berwarna kuning sepenuhnya) mengandung banyak nutrisi yang penting untuk kesehatan kehamilan, seperti folat, serat, kolen, beta-karotin, kalium, dan vitamin A, B dan C.

Baca Juga: 3 Menu MPASI dari Buah Pepaya untuk Bayi Umur 8 Bulan

Makan Pepaya untuk Ibu Usai Melahirkan

makan pepaya usai melahirkan

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui informasi tentang pepaya untuk ibu hamil, banyak wanita yang bertanya, apakah aman makan pepaya matang setelah melahirkan? Jawabannya adalah aman. Pepaya adalah sumber yang kaya vitamin dan mineral esensial.

Konsumsi pepaya hijau berpotensi meningkatkan produksi hormon oksitosin dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan aliran ASI. Dengan demikian, bermanfaat bagi ibu menyusui.

Moms bisa menambahkan pepaya ke dalam pola makan pascamelahirkan untuk menyusui bayi.

Selain itu, pepaya dengan efek hormonalnya dianggap dapat bertindak sebagai kontrasepsi alami, tetapi dengan tingkat kepastian yang lebih rendah dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya.

Karena konsumsi pepaya matang atau mentah adalah topik yang kontroversial, kebanyakan wanita memilih untuk menghindari konsumsi pepaya sama sekali selama kehamilan.

Namun, buah pepaya dapat dikonsumsi dalam jumlah kecil, asalkan tidak ada riwayat komplikasi kehamilan tanpa perlu mengkhawatirkan efek samping yang merugikan pada bayi.

Baca Juga: Benarkah Nanas Muda Bisa Membuat Keguguran? Simak Penjelasannya di Sini, Yuk!

Rekomendasi Buah Lain untuk Dikonsumsi Ibu Hamil

buah untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms ingin mengonsumsi buah untuk ibu hamil selain pepaya, ada pilihan buah segar lainnya yang dapat memberikan asupan nutrisi penting selama kehamilan.

1. Jeruk

Jeruk adalah buah untuk ibu hamil yang padat akan kandungan folat, vitamin C, dan air. Mengutip American Pregnancy Association, wanita hamil butuh setidaknya 70 mg vitamin C setiap hari, yang terkandung dalam buah-buahan seperti jeruk.

Kandungan air dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi di masa kehamilan. Sementara vitamin C dapat membantu mencegah kerusakan sel dan membantu penyerapan zat besi.

Sementara itu, kandungan folat pada jeruk membantu mencegah cacat tabung saraf, yang dapat menyebabkan kelainan otak dan sumsum tulang belakang pada bayi.

2. Mangga

Kandungan vitamin A dan C dalam buah mangga, menjadikan buah ini cocok dikonsumsi selama kehamilan. Satu cangkir mangga cincang sudah memenuhi asupan harian vitamin C yang direkomendasikan, dan sepertiga dari asupan harian vitamin A.

Bayi yang lahir dengan defisiensi vitamin A mungkin memiliki kekebalan tubuh yang lebih rendah dan risiko komplikasi pascanatal lebih tinggi, seperti infeksi pernapasan.

3. Apel

Selain konsumsi pepaya untuk ibu hamil yang matang, apel adalah buah untuk ibu hamil lainnya yang dapat dikonsumsi. Nutrisi pada apel termasuk vitamin A dan C, serat, dan juga kalium.

Sebuah studi dalam jurnal Thorax menemukan bahwa makan apel saat hamil dapat mengurangi kemungkinan bayi terserang asma dan alergi seiring waktu.

4. Pisang

Pisang juga merupakan buah yang cocok untuk ibu hamil, karena mengandung beberapa nutrisi menyehatkan, seperti vitamin C, kalium, vitamin B6, dan juga serat.

Kandungan serat pisang dapat membantu mengatasi konstipasi di masa kehamilan. Sementara vitamin B6 dapat membantu meredakan mual dan muntah di awal kehamilan.

5. Buah Pir

Buah pir bermanfaat bagi ibu hamil. Dalam jurnal Nutrition Today, buah pir adalah sumber serat, vitamin C, dan kalium.

Asupan serat selama kehamilan dapat membantu meringankan sembelit, yang menjadi masalah kehamilan umum. Sementara, kalium bermanfaat bagi kesehatan jantung ibu dan anak.

Baca Juga: 7 Manfaat Buah Tin untuk Ibu Hamil, Sehat!

Makanan yang Harus Dihindari saat Hamil

Makan Pepaya saat Hamil Berbahaya, Benarkah-3.jpg

Foto: verywellfamily.com

Makan pepaya mentah saat hamil memang membahayakan kesehatan dan pertumbuhan janin.

Selain itu, menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), ada makanan yang harus dihindari saat masa kehamilan. Seperti makanan yang mentah, seperti makanan laut yang mentah dan daging yang tidak dimasak sampai matang.

Moms juga harus menghindari makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang, susu atau jus yang tidak dipasteurisasi, keju lunak yang tidak dipasteurisasi.

Tak hanya itu, selain menghindari konsumsi pepaya untuk ibu hamil yang setengah matang, hindari juga memakan ikan matang tertentu yang mengandung merkuri dalam jumlah yang besar.

Moms juga perlu menghindari minuman bersoda dan konsumsi kafein yang berlebihan di masa kehamilan.

Tentunya setiap kondisi ibu hamil akan berbeda-beda, ya, Moms. Jadi, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kandungan tentang jenis makanan yang sebaiknya tidak dimakan saat hamil.

Jaga kesehatan saat hamil dengan baik agar buah hati juga lahir dengan sehat.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai konsumsi pepaya untuk ibu hamil muda dan tua, serta buah alternatif yang bisa dikonsumsi selama kehamilan.

Artikel Terkait