PROGRAM HAMIL
3 Oktober 2020

7 Makanan Agar Cepat Kontraksi. Benarkah Demikian?

Cara alami merangsang gelombang cinta
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Menanti kehadiran buah hati pasti jadi momen yang mendebarkan. Hampir setiap hari bertanya-tanya kapan hari persalinan akan tiba?

Karena meskipun setiap ibu hamil memiliki hari perkiraan lahir (HPL), namun menurutAkademi Ilmu Kesehatan Anak di Amerika, hanya ada 5 persen wanita yang bersalin sesuai dengan prediksi tanggal lahirnya. Sisanya, bisa lebih cepat maupun lebih lama dari HPL.

Karenanya, banyak orang yang mempertimbangkan alternatif agar bisa memiliki persalinan lebih cepat, terutama kalau kehamilan sudah lewat dari HPL. Salah satunya dengan cara mengonsumsi makanan agar cepat kontraksi.

7 Makanan Agar Cepat Kontraksi. Benar Manjur atau Tidak?

makanan pedas saat hamil-2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Memang benar ada beberapa jenis makanan yang dapat menunjang proses kontraksi, namun persalinan bisa lancar bukan hanya karena mengonsumsi makanan agar cepat kontraksi.

Meski demikian, tidak ada salahnya mengonsumsi tujuh jenis makanan di bawah ini untuk mendapatkan manfaat baiknya bagi kehamilan. Apa saja kira-kira? Namun

1. Kurma

5 Manfaat Buah Kurma untuk Ibu Hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Salah satu buah yang banyak dipercaya makanan agar cepat kontraksi sekaligus memperlancar persalinan adalah kurma. Beberapa jurnal penelitian mengungkapkan hasil positif terhadap konsumsi kurma bagi ibu hamil.

Salah satunya penelitian yang dilakukan Jordan University of Science and Technology, dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology yang terbit tahun 2011.

Dalam jurnal tersebut tertulis wanita yang mengonsumsi enam biji kurma setidaknya selama empat minggu sebelum hari perkiraan lahir (HPL), memiliki tingkat persalinan pervaginam lebih besar, pembukaan serviks yang lebih lebar, dan memiliki durasi persalinan normal terutama saat fase pertama.

Hal serupa juga diungkapkan dalam jurnal Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research yang terbit pada tahun 2017. Dalam penelitian ini, 182 wanita dibagi ke dalam dua kelompok yakni yang tidak mengonsumsi kurma dan yang mengonsumsi 70-75 gram (6-7 buah) kurma jenis Mazati setiap hari sejak usia kandungan 37 minggu.

Studi tersebut menunjukkan jika wanita yang mengonsumsi kurma memiliki durasi persalinan fase pertama, kedua, dan ketiga yang secara signifikan lebih pendek dibandingkan dengan mereka yang tidak konsumsi kurma. Ditambah lagi, mereka yang makan kurma memiliki persalinan normal yang jauh lebih alami tanpa bantuan induksi.

Sebenarnya apa saja yang terkandung di dalam kurma sehinga menjadikannya sebagai makanan agar cepat kontraksi? Para peneliti mengacu pada banyak teori soal hal ini, namun kandungan gula sederhana yang ada dalam kurma memungkinkan cadangan energi lebih banyak untuk ibu selama persalinan.

Baca Juga: Konsumsi Kurma Muda Bikin Cepat Hamil, Benarkah?

Selain itu senyawa tanin pada kurma kemungkinan menyebabkan kontraksi serviks jadilebih efektif. Kandungan dalam buah kurma juga membantu meningkatkan jumlah reseptor oksitosin, sehingga otot rahim lebih efektif dalam merespon oksitosin selama persalinan dan persalinan.

Meski dalam penelitian tersebut menggunakan kurma Mazati, namun kurma jenis lain pun bisa Moms konsumsi, seperti misalnya kurma Ajwa dan lain sebagainya yang tetap memiliki khasiat sebagai makanan agar cepat kontraksi dan melancarkan persalinan.

Selain dimakan langsung, Moms juga bisa membuat variasi makanan atau minuman berbahan dasar kurma yang disukai seperti contohnya susu kurma atau cake kurma.

2. Minyak Jarak

Tips-Menggunakan-Minyak-Zaitun-untuk-Kulit-Berminyak-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Di Indonesia, sudah sejak lama minyak jarak dipercaya sebagai alternatif tradisional sekaligus makanan agar cepat kontraksi persalinan. Namun sayangnya, keabsahan khasiatnya belum benar-benar teruji secara klinis.

Beberapa jurnal penelitian tentang keefektifan minyak jarak sebagai induksi alami memiliki kesimpulan yang kontradiktif, sehingga belum dapat ditarik kesimpulan yang pasti.

Salah satunya data penelitian Australian and New Zealand Journal of Obstetrics and Gynaecology yang dipublikasikan tahun 2009. Mereka mengambil catatan

Data diambil dari catatan rumah sakit dan melibatkan 612 wanita dengan kehamilan lebih dari 40 minggu yang menghadiri klinik antenatal di perbatasan Thailand-Burma. Mereka terbagi dalam dua grup yakni 205 wanita mengonsumsi minyak jarak sebagai induksi, sedangkan 407 wanita lainya tidak sama sekali.

Hasilnya, tidak nampak perbedaan waktu kelahiran yang signifikan terhadap dua kelompok tersebut. Namun dari hasil penelitian tersebut juga tidk ditemukan masalah kehamilan dan kelahiran yang disebabkan oleh konsumsi minyak jarak.

Dalam laporan jurnalnya, ditarik kesimpulan jika penggunaan minyak jarak sebagai induksi alami tidaklah efektif dari segi waktu kelahiran, namun juga tidak ada efek berbahaya apabila yang ditemukan dalam penelitian itu.

Baca Juga: Gejala Kontraksi Palsu yang Perlu Diketahui

Hal serupa diungkapkan Cochrane database of systematic reviews yang terbit di National Library of Medicine tahun 2013. Mereka melakukan tiga percobaaan yang melibatkan 233 wanita. Hasilnya, tidak ada bukti menunjukkan perbedaan tingkat operasi cesar dan persalinan normal pada keduanya.

Tidak ada bukti perbedaan signifikan antara yang mengonsumsi minyak jarak dan tidak, kecuali semua wanita yang minum minyak jarak merasakan mual.

Meski begitu, tidak ditemukan pula efek negatif yang mempengaruhi janin dan ibunya, tak ada laporan kasus kematian maupun cacat lahir ditemukan dalam penelitian tersebut.

Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan pada jurnal Maternal-Fetal and Neonatal Medicine tahun 2018 ternyata mengemukakan hasil berbeda dari dua jurnal sebelumnya. Penelitian melibatkan wanita dengan usia kandungan 40 dan 41 minggu, dengan dosis minum 60ml minyak jarak yang dilarutkan dalam 200ml air hangat.

Mereka menemukan 18 orang (45 persen) dalam kelompok yang meminum minyak jarak membutuhkan bantuan induksi medis saat persalinan, sedangkan pada kelompok wanita yang tak minum minyak jarak ada 36 orang (90 persen) membutuhkan bantuan induksi medis.

Kelompok wanita yang mengonsumsi minyak mengalami persalinan pervaginam yang lebih tinggi dan kejadian operasi cesar lebih rendah. Namun tidak ada data statistik signifikan yang dicapai dalam penelitian tersebut.

Sebagai kesimpulan dalam jurnalnya, mereka menulis penggunaan minyak jarak bisa berkaitan dengan kemungkinan lebih tinggi dimulainya persalinan setelah 24 jam.

Dari data dan jurnal di atas, tentu Moms punya hak untuk memilih akan mengonsumsi minyak jarak maupun tidak. Meski dianggap aman, dosis konsumsinya tetap perlu diperhatikan karena selama ini belum ada regulasi tentang seberapa banyak minyak jarak yang aman dikonsumsi ibu hamil.

Adam Huggins, M.D., associate professor di Clinical Obstetrics and Gynecology, Vanderbilt University Medical Center, Nashville mengungkapkan biasanya dokter tidak menyarankan konsumsi minyak jarak.

"Meskipun aman, itu belum terbukti bisa memulai persaliann lebih awal. Lebih penting lagi, kram dan diare berat yang ditimbulkan konsumsi minyak jarak bisa sangat tidak nyaman. "

Baca Juga: Ini Doa Agar Cepat Kontraksi dan Melahirkan

3. Nanas

Jus Nanas Ampuh Redakan Batuk

Foto: Orami Photo Stocks

Moms pasti sering dengar informasi soal buah tropis satu ini dan efeknya terhadap kehamilan. Selama ini banyak yang beranggapan kalau nanas jadi salah satu makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil karena dapat memicu kontraksi dini hingga keguguran.

Padahal itu semua hanyalah mitos, Moms. Begitu pula dengan klaim jika buah nanas bisa melunakkan serviks lebih cepat akibat kandungan enzim bromelain. Sayangnya, hingga kini belum ada penelitian yang benar-benar berhasil membuktikan kalau nanas merupakan makanan agar cepat kontraksi.

"Karena dikenal sebagai buah yang bisa melunakkan daging dengan baik, nanas sering dianggap bisa melunakkan serviks. Padahal tidak demikian," ujar Neetu Sodhi, D.O., M.P.H., OBGYN Providence Tarzana Medical Center di Tarzana, California, Amerika Seikat.

Berdasarkan sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam Complementary Therapies in Clinical Practice, kandungan bromelain dalam nanas sangat sedikit jumlahnya. Agar cukup kuat untuk memicu kontraksi, seseorang butuh mengonsumsi nanas dalam jumlah sangat amat banyak. Selain itu, enzim bromelain secara otomatis menjadi tidak aktif ketika sudah masuk ke lambung dan hanya sedikit enzim yang diserap tubuh.

Dilansir Healthline, studi tentang buah nanas sebagai induksi alami pernah diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology. Percobaan dilakukan terhadap tikus hamil yang diisolasi, dan hasilnya diketahui ekstrak nanas dapat menyebabkan kontraksi pada jaringan rahim. Namun perlu diingat bahwa ekstrak nanas dioleskan langsung ke rahim, bukan dikonsumsi melalui mulut.

Baca Juga: Reaksi Setelah Makan Nanas Muda Bagi Ibu Hamil, Berbahayakah?

Terlepas dari simpang siurnya khasiat buah nanas sebagai induksi alami, buah berwarna kuning satu ini aman dikonsumsi ibu hamil bahkan memiliki segudang manfaat. Nanas merupakan buah kaya vitamin C dan antioksidan yang bisa meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, nanas dapat membuat tekanan darah lebih stabil bagi pengidap hipertensi. Tak hanya baik untuk ibu, kolagen yang terkandung dalam nanas ternyata baik untuk perkembangan janin lho, Moms.

Namun jumlah konsumsinya tetap perlu dibatasi karena dapat menimbulkan mual apalagi bagi pemilik lambung sensitif. Beberapa orang mungkin akan menunjukkan reaksi alergi terhadap nanas seperti hidung berair, muncul ruam di kulit, dan bibir membengkak setelah menyantap nanas. Jika Moms salah satunya, segera hentikan konsumsi nanas.

4. Durian

Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian-2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Satu lagi jenis buah yang padahal baik untuk ibu hamil namun sering disalah artikan sebagai makanan agar cepat kontraksi, yaitu durian. Kita tentu tidak asing dengan informasi yang menyatakan kalau konsumsi buah durian dalam keadaan hamil bisa memicu masalah serius seperti kontraksi dini, perdarahan, keguguran, hingga cacat lahir.

Sebagian orang percaya kalau durian baru aman dikonsumsi ketika kehamilan mencapai usia 37 minggu ke atas saat janin sudah memasuki usia sia lahir, karena buah satu ini dianggap bisa mempercepat datangnya persalinan. Padahal faktanya tidak demikian. Belum ada data ilmiah yang menyebutkan hubungan buah durian dengan risiko-risiko di atas, termasuk soal buah durian yang dapat menginduksi persalinan lebih cepat.

Sebaliknya, rajah buah ini punya manfaat baik untuk ibu hamil dan juga janinnya jika dikonsumsi dalam jumlah tepat. Buah durian kaya akan folat yang penting untuk menunjang pembentukan saraf, otak, dan tulang belakang janin. Folat justru melindungi dari risiko cacat bawaan ketika janin lahir. Untuk sang ibu, kandungan folat dalam durian bisa mencegah kekurangan darah alias anemia.

Khawatir soal kolesterol tinggi yang ada dalam durian? Buang jauh-jauh anggapan tersebut, Moms. Karena meskipun mengandung lemak cukup tinggi, namun lemak dalam durian bukan kolesterol. Kolesterol hanya bisa ditemukan pada produk hewani seperti daging misalnya.

Meski kaya manfaat, konsumsi durian juga tak boleh berlebihan mengingat jumlah karbohidrat dan gulanya sangat tinggi. Apalagi kalau Moms memiliki riwayat diabetes atau sedang mengalami diabetes getasional.

Baca Juga: Ternyata Ini 5 Manfaat Durian untuk Kesuburan

5. Makanan Pedas

Makan Pedas Menyebabkan Penyakit Usus Buntu Ini Penjelasannya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Yang perlu Moms ketahui, tiak ada hubungan langsung antara perut (lambung) dengan uterus maupun kerja otot rahim. Jadi sebenarnya tak ada makanan tertentu yang benar-benar dapat memulai kontraksi lebih cepat, termasuk makanan pedas.

"Saya tidak pernah menemukan sesuatu yang mendukung makanan pedas berdampak atau satu makanan dan lainnya," ujar Terry Harper, MD. peneliti yang juga sedang mempelajari maternal fetal medicine di Albuquerque.

Bisa jadi, kepercayaan jika makanan pedas dapat memicu kontraksi hanyalah sugesti. Beberapa orang mungkin merasakan kram perut hebat setelah menyantap makanan pedas yang disalah artikan sebagai kontraksi rahim. Padahal, sensasi kram yang muncul di perut lebih mungkin diakibatkan oleh penumpukan gas maupun refluks asam lambung.

6. Daun Raspberry Merah

Teh Herbal Untuk Melegakan Sakit Tenggorokan

Foto: Orami Photo Stocks

Beberapa minuman herbal termasuk salah satunya daun raspberry merah, dipercaya bermanfaat untuk melancarkan proses persalinan. Meskipun aman dikonsumsi oleh ibu hamil, namun mengonsumsi daun raspberry merah demi mendapat kontraksi lebih cepat belum terbukti efektif. Seperti yang dipublikasikan dalam Journal of Midwifery & Women’s Health pada tahun 2001.

Dalam studi yang melibatkan 192 ibu hamil berisiko rendah tersebut, kelompok intervensi diberikan dua tablet 1,2 gram daun raspberry merah setiap hari dari usia kehamilan 32 minggu hingga persalinan.

Dibandingkan dengan kelompok kontrol (tidak mengonsumsi tablet), tidak terlihat adanya percepatan durasi pada kala satu persalina pada wanita yang mengonsumsi tablet daun raspberry pada.

Meskipun demikian, ada perbedaan signifikan yang dicatat pada persalinan kala dua. Mereka yang meminum teh daun raspberry merah memiliki durasi persalinan kala dua lebih pendek sebesar 9,59 menit.

Selain itu, mereka yang berada dalam kelompok intervensi menunjukkan tingkat kelahiran forsep yang lebih rendah (19,3 persen) dibandingkan dengan kelompok kontrol (30,4 ersen). Meski begitu, para peneliti menyatakan bahwa penelitian lebih berkualitas diperlukan untuk mengetahui efek daun raspberry merah selama kehamilan.

Baca Juga: Cantik Luar Dalam Berkat 3 Berry Ini

7. Minyak Kelapa

4 Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Berkhasiat Banget!

Foto: Orami Photo Stocks

Makanan agar cepat kontraksi berikutnya adalah minyak kelapa. Banyak yang secara turun temurun mewariskan kepercayaan kalau minyak kelapa bisa mempercepat proses kontraksi saat melahirkan, baik dari orang tua maupun sejumlah penolong persalinan.

Biasanya wanita hamil disarankan mulai mengonsumsi minyak kelapa saat memasuki usia kehamilan 32 minggu untuk "melicinkan" jalan lahir.

Pertanyaannya, apakah konsumsi minyak kelapa benar-benar efektif?

Mengutip Kumparan, belum ada penelitian ilmiah yang memperkuat teori tersebut. "Itu hanya mitos, tidak ada bukti teori yang mendasari pernyataan tersebut," kata dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG. Mungkin saja khasiat minyak kelapa bagi persalinan berangkat dari sugesti yang membuat wanita lebih yakin serta percaya diri untuk menghadapi persalinan, dan itu sah-sah saja.

Karena sebetulnya minak kelapa memang memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil dan janinnya, baik untuk dikonsumsi maupun untuk penggunaan luar.

Baca Juga: 11 Manfaat Minyak Kelapa untuk Ibu Hamil yang Tak Terduga

Minyak kelapa mengandung asam laurat, yakni asam lemak anti mikroba yang kuat untuk melindungi sistem kekebalan janin dan bayi baru lahir. Ibu hamil dapat mengonsumsi 2-3 sendok makan sehari untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Atau Moms bisa juga mengolahnya menjadi campuran smoothie, menambahkannya ke dalam teh herbal atau bubur untuk sarapan.

Minyak kelapa juga bermanfaat untuk meredakan morning sickness, refluks asam, dan gangguan pencernaan. Untuk pemakaian luar, Moms bisa mengoleskan minyak kelapa untuk meminimalisir timbulnya stretchmark di perut, lengan, dan paha.

Bahkan setelah bayi Moms lahir dan masuk ke fase menyusui, minyak kelapa dapat membantu menyembuhkan puting yang lecet dengan lebih cepat.

Baca Juga: Kenali Berbagai Macam Kontraksi Pada Ibu Hamil

Itulah tujuh makanan agar cepat kontraksi yang sering dipercaya masyarakat. Sebenarnya semua bahan makanan baik dikonsumsi selama dalam batas wajar.

Pastikan Moms mengonsumsi banyak ragam makanan untuk mendapatkan manfaat terbaik dari masing-masing makanan, mulai dari berbagai jenis protein, lemak, karbohidrat hingga sayur dan buah kaya mineral.

Artikel Terkait