TRIMESTER 2
20 Maret 2020

Hb Rendah saat Hamil, Konsumsi 3 Makanan Ini

Ada beberapa makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat hamil untuk mengatasi Hb rendah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Memerhatikan kadar Hb atau hemoglobin sangat penting. Sebab, hemoglobin adalah protein yang mengandung zat besi di dalam sel merah yang berfungsi penting sebagai pengangkut oksigen dan paru-paru ke seluruh tubuh.

Ketika kadar Hb rendah, maka Moms mudah sekali untuk merasa lemas dan kelelahan.

Nyatanya, wanita yang sedang hamil rentan mengalami Hb yang rendah. Hal ini memang wajar terjadi.

Sebenarnya, melalui pola makan yang sehat dengan nutrisi yang tepat, Moms dapat mengatasi kadar Hb rendah saat hamil. Ini ulasannya.

Penyebab Hb Rendah saat Hamil

Hb Rendah saat Hamil, Konsumsi Makanan Ini-1.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Dilansir dari American Pregnancy Association, selama Moms hamil maka jantung bekerja lebih keras untuk memberikan makanan yang cukup bagi janin. Maka itu, tubuh meningkatkan volume darah hingga 30-50 persen lebih tinggi.

Peningkatan volume darah ini yang kemudian membuat Moms membutuhkan asupan asam folat dan zat besi lebih tinggi saat hamil.

Jika tidak, maka kadar Hb bisa menjadi rendah dan berpotensi untuk mengalami anemia defisiensi besi.

Fatalnya, kondisi yang terlalu berat bisa menyebabkan komplikasi seperti kelahiran prematur atau berat badan bayi lahir rendah.

Gejala yang terjadi ketika Hb rendah saat hamil, di antaranya:

  • Tubuh kelelahan
  • Mudah merasa pusing atau sakit kepala
  • Detak jantung tidak teratur, kulit memucat
  • Tangan atau kaki menjadi dingin
  • Nyeri di sekitar area dada

Nah, ketika terjadi gejala tersebut, ada baiknya Moms segera melakukan pemeriksaan.

Jika tidak, gejala tersebut bisa membuat Moms pingsan dan tentunya hal ini berbahaya bagi ibu hamil.

Baca Juga: Hb Rendah Saat Hamil, Bolehkah Melahirkan Normal?

Pola Makan Sehat untuk Tingkatkan Hb

Kadar Hb yang rendah adalah kondisi yang dapat diatasi. Caranya, dengan mengatur pola makan menjadi lebih sehat dan teratur.

Pastikan Moms mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi yang cukup.

“Kadar Hb dapat rendah ketika asupan zat besi kurang. Untuk itu, sebaiknya wanita hamil memenuhi kebutuhan zat besinya dengan baik untuk menghindari terjadinya anemia selama kehamilan atau setelah melahirkan,” ungkap Dr. Christine Lett, dokter kandungan dari Kanada.

Lebih jelasnya, beberapa jenis makanan yang dapat Moms pilih, yaitu:

1. Makanan Mengandung Zat Besi

Hb Rendah saat Hamil, Konsumsi Makanan Ini-2.jpg

Foto: goodtoknow.co.uk

National Institute of Health mengungkapkan, ibu hamil membutuhkan asupan zat besi sebanyak 27 mg setiap harinya.

Zat besi berfungsi untuk meningkatkan produksi Hb, yang membentuk lebih banyak sel darah merah. Makanannya termasuk:

  • Daging dan ikan;
  • Produk kedelai, seperti tahu, tempe, dan edamame;
  • Telur;
  • Buah-buahan seperti kismis dan kurma;
  • Sayuran berdaun hijau, seperti kangkung dan bayam;
  • Brokoli;
  • Kacang hijau;
  • Biji-bijian.

Baca Juga: Begini Cara Cegah Hb Rendah pada Ibu Hamil

2. Vitamin C

Hb Rendah saat Hamil, Konsumsi Makanan Ini-3.jpg

Foto: momjunction.com

Menurut Intermountain Healthcare, makanan dengan kandungan vitamin C dapat membantu menyerap zat besi sehingga lebih banyak menghasilkan hemoglobin dalam tubuh Moms.

Beberapa makanan yang bisa dipilih seperti kembang kol, stroberi, kentang, jus tomat, buah jeruk, kiwi, dan lemon.

3. Asam Folat

Hb Rendah saat Hamil, Konsumsi Makanan Ini-4.jpg

Foto: thedailymeal.com

Makanan yang mengandung folat berperan penting dalam produksi hemoglobin.

Tubuh menggunakan folat untuk menghasilkan heme, komponen hemoglobin yang membantu membawa oksigen.

Sumber makanan yang mengandung folat seperti daging sapi, bayam, kacang polong, kacang merah, alpukat, dan selada.

Baca Juga: Dampak Berbahaya Anemia pada Ibu Hamil

Nah, itulah makanan yang bisa dipilih untuk meningkatkan Hb saat hamil.

Moms juga bisa mendapatkan suplemen untuk menunjang kadar zat besi dan folat di dalam tubuh, asalkan tetap memerhatikan anjuran dari dokter kandungan, ya!

Artikel Terkait