TREN
21 April 2020

5 Makanan Khas Jepara, Kota Kelahiran RA Kartini

Mana yang pernah Moms coba?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Intan Aprilia

Pernah ke Jepara, Moms? Ternyata, kota kelahiran RA Kartini ini memiliki beragam makanan khas, mulai dari makanan gurih yang biasa dijadikan lauk hingga camilan yang enak dinikmati sambil bersantai.

Makanan Khas Jepara

Kalau Moms suatu hari mampir ke kabupaten yang terkenal dengan ukiran kayu jatinya ini, jangan lupa cicipi sajian-sajian tradisional berikut, ya!

1. Horok-horok

horokhorok

Foto: sajiansedap.grid.id

Horok-horok terbuat dari pati pohon aren yang diambil dengan cara disisir. Hasilnya berupa butiran-butiran mirip styrofoam yang kemudian dibersihkan dan dikukus hingga matang lalu didinginkan.

Setelah jadi, horok-horok akan bertekstur kenyal, sehingga sering dijadikan sumber karbohidrat pengganti nasi atau lontong.

Horok-horok biasanya dimakan bersama satai kikil, soto, bakso, gulai, dan sayur pecel. Tapi, bisa juga diberi santan dan gula pasir sehingga menjadi bubur manis.

Kalau ke Jepara, jangan lupa mencicipi ini. Sebab, horok-horok tergolong makanan langka yang hanya ada di Jepara, lho, Moms!

Baca Juga: Resep Nagasari, Kue Tradisional Berbahan Pisang

2. Moto Belong

moto belong

Foto: najichahshinta.blogspot.com

Moto belong berarti ‘mata melolot’. Kue basah ini memang terlihat seperti mata yang sedang membelalak.

Moto belong terbuat dari singkong parut yang diperas dan diberi pewarna, lalu ditempel membungkus sebuah pisang yang sudah dikupas. Adonan moto belong yang berbentuk lonjong kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus.

Setelah matang, moto belong diiris-iris. Kemudian, jajanan tradisional ini disajikan dengan parutan kelapa yang diberi gula dan garam. Di daerah lain, kue ini tampaknya lebih dikenal dengan sebutan mata roda.

3. Pindang Serani

pindangserani

Foto: pinimg.com

Sajian pindang serani sebenarnya juga ada di kuliner Betawi. Bedanya, pindang serani khas Jepara tak memakai kecap sehingga kuahnya lebih bening.

Pindang serani tidak menggunakan ikan pindang atau ikan yang diawetkan dengan digarami, melainkan ikan seperti bandeng, kerapu, nila, mujair, patin, dan lain-lain.

Bumbu yang digunakan terdiri dari bawang merah, bawang putih, serai, laos, daun salam, jahe, cabai, belimbing wuluh, tomat, daun kemangi, daun bawang, dan sebagainya.

Rasanya asam, pedas, segar. Dimakan dengan nasi hangat, sambal, dan lalapan saat makan siang, dijamin menggugah selera!

Baca Juga: 6 Makanan Khas Bangka Belitung yang Dijamin Menggugah Selera!

4. Rondo Royal

rondoroyal

Foto: resepkoki.id

Makanan khas Jepara berikutnya adalah rondo royal.

Rondo royal atau monyos adalah camilan yang terbuat dari tapai singkong yang dilumatkan, dicelupkan dalam adonan tepung basah, lalu digoreng. Rasanya manis agak asam.

Dinikmati hangat-hangat bersama secangkir teh atau kopi panas di sore hari atau saat hujan turun, sedap!

5. Tempong

tempong

Foto: travelingyuk.com

Melimpahnya ikan teri hasil tangkapan nelayan membuat orang Jepara memikirkan cara agar ikan kecil-kecil ini bisa tahan lama.

Terciptalah tempong alias blenyik yang bisa dijadikan stok lauk kering, bekal untuk keluar kota, bahkan sumber penghasilan tambahan sebagai produk oleh-oleh.

Tempong adalah teri mentah yang digarami, dibentuk bola kecil atau kepalan sehingga mirip bakwan, lalu dijemur hingga kering.

Tempong dimasak dengan cara digoreng begitu saja atau dikukus dengan tambahan bawang merah, bawang putih, dan cabai iris serta penyedap. Sebagai teman makan nasi hangat, enak banget, Moms!

Di antara makanan-makanan khas Jepara di atas, mana yang pernah Moms coba?

Baca Juga: 6 Makanan Khas Jawa yang Paling Terkenal Enaknya

Artikel Terkait