PROGRAM HAMIL
20 Mei 2019

Benarkah Makanan Manis Menurunkan Kesuburan?

Makanan manis dapat menyebabkan resistensi insulin dan gangguan hormon
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Makanan manis tentu memiliki banyak penggemar, karena lezat dan bikin mood lebih ceria. Beberapa pendapat mengatakan bahwa makanan manis dapat menurunkan tingkat kesuburan atau fertilitas dikarenakan terjadinya gangguan hormon. Benarkah demikian? Yuk simak ulasannya berikut, Moms!

Makanan Manis dan Kesuburan

sladoled100

foto: coolstyle.ba

Terlalu banyak gula atau makanan manis dapat menyebabkan banyak masalah, termasuk resistensi insulin, penambahan berat badan, infeksi ragi, penurunan imunitas dan gangguan hormon. Karena terlalu banyak gula dapat menyebabkan gangguan hormon, dengan kata lain hal tersebut dapat mengganggu kesuburan kita. Bahkan, bisa dikatakan dapat membuat kita tidak subur.

Sementara itu, mengurangi gula tidak akan membantu memperbaiki gangguan fisik seperti kelainan leher rahim, atau sumbatan pada tuba. Hal tersebut akan itu akan menyebabkan disfungsi ovulasi serta gangguan kehamilan dan bayi.

Ketika sedang melakukan program hamil, mengonsumsi terlalu banyak gula dapat mengganggu hormon yang terlibat dengan ovulasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa 92% menyebabkan seorang wanita untuk mengalami infertilitas ovulasi.

Baca Juga: 10 Jenis Makanan Sehari-hari yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Ketika ada peningkatan insulin, tubuh Moms mengalami kesulitan mengurai lemak yang disimpan sebelumnya dan meningkatkan jumlah makanan yang diubah menjadi lemak. Ini meningkatkan keseluruhan lemak di tubuh Moms melepaskan estrogen yang menciptakan ketidakseimbangan hormon yang mempengaruhi ovulasi. Akibatnya, hal itu juga dapat menyebabkan endometriosis.

Makan diet rendah gula tidak berarti makan lebih sedikit karbohidrat. Dalam prosesnya wanita yang makan banyak karbohidrat, tetapi serat tinggi dengan karbohidrat rendah glikemik akan sangat sehat. Dengan kata lain, bukan karbohidrat yang menyebabkan masalah ovulasi, melainkan jenis karbohidrat itu sendiri.

Baca Juga: Seperti Apa Menu Sehat untuk Mencegah Stroke dan Diabetes?

Mengapa Gula Menurunkan Tingkat Kesuburan?

519944f37f3f8f436cda3c2859369c91

foto: pinterest.com

Ketika Moms makan karbohidrat yang buruk, tubuh mengalami waktu singkat 15-30 menit dari lonjakan kadar gula darah, dan kemudian kadar gula darah Moms turun dan membuat organ menjadi lelah. Efek ini menyebabkan reaksi pada kelenjar adrenalin yang mulai memproduksi lebih banyak kortisol dan mencoba dan menambah kadar gula.

Berulangnya konsumsi karbohidrat ini melemahkan kelenjar adrenalin dan memperlambat produksi hormon. Ketika kelenjar adrenal tidak berfungsi dengan baik, sisa sistem endokrin mulai rusak, menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang juga mempengaruhi keseimbangan dan produksi estrogen, progesteron dan androgen DHEA dan testosteron (hormon seks yang penting untuk kesehatan sistem reproduksi).

Baca Juga: 5 Masalah Sistem Reproduksi Ini Bisa Menghambat Kesuburan

Setiap kali Moms makan makanan tinggi gula, pankreas harus mengeluarkan insulin untuk mengubah gula dalam darah menjadi energi. Dan jika ini sering diulang, Moms bisa mengembangkan resistensi insulin. Tingkat insulin yang tinggi menghambat ovulasi dan menyebabkan gangguan metabolisme, termasuk PCOS yang dialami 1 dari 3 wanita.

Gula juga berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh. Menurunnya imunitas berdampak pada seluruh tubuh, dari mempertahankan sistem reproduksi yang sehat hingga kemampuannya untuk melawan infeksi yang juga dapat memengaruhi kesuburan, termasuk infeksi ragi.

Meskipun infeksi ragi tidak dapat menyebabkan infertilitas, hal ini tentu menghalangi keinginan Moms untuk berhubungan seks dengan suami, yang berarti tidak ada peluang untuk membuat bayi.

Oleh sebab itu, mulai sekarang batasi konsumsi gula dan karbohidrat yang berlebihan ya, Moms!

(MDP)

Artikel Terkait