KESEHATAN
17 Juli 2020

Makanan Tinggi Protein Bisa Sebabkan Kerusakan Jantung? Ini Penjelasannya

Para peneliti mulai mempertanyakan soal makanan tinggi protein dan kerusakan jantung.
placeholder

Foto: pexels

placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Banyak orang mengikuti diet yang tinggi protein, yang dapat membantu menurunkan berat badan dan membangun massa otot.

Namun, semakin ke sini, para peneliti mulai mempertanyakan apakah makanan kaya protein memberikan manfaat yang cukup untuk mengimbangi risiko potensial yang bisa terjadi di tubuh kita.

Sebagian besar, berbagai penelitian terbaru yang diungkap di medicalnewstoday.com menunjukkan bahwa makanan berprotein tinggi dapat memengaruhi kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular.

Penelitian yang berasal dari Pennsylvania State University di State College yang dipublikasikan di EClinicalMedicine menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara makan makanan dengan kandungan asam amino sulfur tinggi dengan peningkatan risiko kardiometabolik.

Makanan dengan asam amino sulfur tinggi biasanya terdapat pada makanan yang berprotein tinggi.

Baca Juga: Cari Tahu Pentingnya Memberikan Protein Hewani saat MPASI Pertama

Makanan Berprotein Tinggi dan Risiko Kerusakan Jantung

Makanan Tinggi Protein Bisa Sebabkan Kerusakan Jantung - pixabay.jpg

Foto: pixabay.com

Protein terdiri dari senyawa kecil yang disebut asam amino, yang bervariasi dalam komponennya. Beberapa mengandung atom unsur sulfur, yang memberi mereka nama mereka: asam amino sulfur.

Dua asam amino sulfur muncul dalam makanan kaya protein adalah metionin, asam amino esensial, dan sistein, asam amino semi-esensial.

Dua asam amino sulfur ini tentunya berguna bagi tubuh. Namun, seperti hal lain pada umumnya, jika dua asam amino sulfur tersebut datang dalam jumlah yang berlebihan, pada akhirnya bisa membahayakan tubuh.

Selain itu, diet tinggi protein seperti diet keto dan diet Atkins sangat populer akhir-akhir ini. Sayangnya, sebuah studi baru dari Finlandia yang diterbitkan di jurnal Circulation Heart Failure menunjukkan diet ini bahwa dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Peneliti studi tersebut menganalisis informasi dari lebih dari 2.400 pria berusia 42 hingga 60 tahun, yang melacak makanan yang mereka makan selama empat hari tanpa mengikuti diet tertentu.

Hasilnnya menemukan bahwa mereka yang makan protein hewani lebih mungkin didiagnosis gagal jantung dibandingkan mereka yang mengonsumsi protein nabati.

Baca Juga: Sebelum Ibu Hamil Minum Protein Shake, Tanyakan 4 Hal Penting Ini!

Masih Jadi Perdebatan

Makanan Tinggi Protein Bisa Sebabkan Kerusakan Jantung - perdebatan - pixabay.jpg

Foto: pixabay.com

Walaupun telah ada studi yang menunjukkan hubungan antara makan makanan tinggi protein dengan kerusakan jantung, masih ada perdebatan di kalangan ilmuwan.

Para peneliti menekankan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian dalam populasi yang beragam untuk mengkonfirmasi temuan.

Dr. Andrew Freeman, Direktur Program Pencegahan Kardiovaskular dan Kebugaran di Rumah Sakit Kesehatan Yahudi Nasional di Denver, Amerika Serikat menuturkan bahwa orang Amerika pada umumnya mengonsumsi terlalu banyak protein.

Bahkan, pemerintah Amerika Serikat merekomendasikan agar orang mengonsumsi sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan. Sedangkan menurut Dr. Andrew, banyak protein yang dibutuhkan seseorang bervariasi tergantung pada sejumlah faktor, termasuk tingkat aktivitas, usia dan kondisi kesehatan saat ini.

Dr. Larry Allen, Direktur Program Gagal Jantung di UCHealth di Aurora, Colorado, mengatakan studi baru itu tidak dapat membuktikan bahwa diet tinggi protein benar-benar menyebabkan gagal jantung.

Ini dikarenakan bisa adanya faktor-faktor lain yang bertanggung jawab atas hubungan tersebut. Misalnya, apa orang tersebut melakukan diet tinggi protein, namun kekurangan nutrisi tertentu yang dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Tetapi secara umum, diet seimbang antara protein hewani dan protein nabati cenderung akan menghasilkan nutrisi baik untuk tubuh, terutama untuk kesehatan jantung.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Minuman Protein Nabati untuk Kebugaran dan Kecantikan!

Takaran Protein yang Baik untuk Tubuh

Makanan Tinggi Protein Bisa Sebabkan Kerusakan Jantung - pexels.jpg

Foto: pexels.com

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengganti daging berlemak tinggi dengan lebih banyak protein yang menyehatkan jantung seperti ikan, kacang-kacangan, unggas, kacang-kacangan, dan susu rendah lemak dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Nutrisi dalam bentuk protein ini dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah dan membantu kita mempertahankan berat badan yang sehat.

Sebuah studi baru-baru ini di jurnal Circulation menemukan bahwa tingkat asupan daging merah yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Kita dapat mengurangi risiko itu dengan beralih ke sumber protein alternatif. Makan lebih banyak ikan dan kacang dikaitkan dengan risiko lebih rendah secara signifikan.

Sekitar 10 hingga 30 persen dari kalori harian kita umumnya harus berasal dari protein. Sehingga, National Academy of Medicine merekomendasikan agar orang dewasa mendapatkan minimum 0,8 gram protein untuk setiap kilogram berat badan per hari atau lebih dari 7 gram untuk setiap 20 pon berat badan.

Contohnya, untuk orang dengan berat 140 pon, itu berarti sekitar 50 gram protein setiap hari. Untuk orang dengan berat 200 pon, itu berarti sekitar 70 gram protein setiap hari.

Nah, Moms. Itulah penjelasan mengenai benar tidaknya makanan tinggi protein yang bisa menyebabkan kerusakan hati. Lebih bijaksana dalam memilih asupan nutrisi yang akan masuk ke tubuh Moms, ya.

Baca Juga: Mengapa Harus Memberikan Anak Beragam Jenis Protein? Ini Penjelasan Ahli

Artikel Terkait