KESEHATAN
15 Agustus 2019

Makanan untuk Sarapan: Apa yang Harus Dimakan dan Dihindari

Pilihan makanan saat sarapan akan memengaruhi energi sepanjang hari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Apa makanan yang biasanya Moms sajikan untuk sarapan keluarga? Apakah masakan simpel seperti nasi goreng atau sandwich? Ataukah makan komplit dengan sayuran, buah, dan daging?

Saat sarapan, kita memberi tahu tubuh bahwa ada banyak kalori yang bisa didapat untuk hari itu. Ketika kita melewatkan sarapan, pesan yang diterima tubuh adalah bahwa dia perlu menghemat kalori yang masuk.

"Studi telah menemukan bahwa walaupun orang yang melewatkan sarapan makan lebih sedikit kalori di siang hari, mereka cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi, atau BMI," kata Christy C. Tangney, PhD, ahli diet klinis di Rush University Medical Center dan ahli efek diet dan nutrisi pada kesehatan jantung.

Dia menambahkan, pihaknya menggunakan BMI dan rasio berat badan dibandingkan dengan tinggi badan, sebagai ukuran berat badan ideal.

"BMI 25 atau lebih tinggi, misalnya, menunjukkan bahwa seseorang kelebihan berat badan dan perlu mengambil tindakan untuk kembali ke berat badan ideal mereka,” ujarnya.

Namun ternyata, tidak semua makanan boleh dimakan saat sarapan. Membuat menu yang salah saat sarapan akan lebih beruk hasilnya jika dibandingkan dengan tidak sarapan sama sekali. Jadi, makanan untuk sarapan apa saja yang harus Anda makan dan hindari? Kita intip yuk.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu Syarat Sarapan Sehat untuk Anak!

Rekomendasi Makanan untuk Sarapan

1. Gandum

makanan untuk sarapan

Foto: chiquita.com

Gandum adalah salah satu makanan untuk sarapan yang paling direkomendasikan. Memiliki nutrisi dan serat makanan yang ideal, gandum akan membuat kita merasa kenyang lebih lama dan baik untuk kesehatan usus. Ini akan membantu pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.

Gandum juga memiliki manfaat kesehatan lainnya, sepertimenurunkan kolesterol, mengurangi tekanan darah, dan meningkatkan sistem pencernaan.

Untuk memaksimalkan kekuatan nutrisi sarapan gandum, jangan menggunakan gula sebagai tambahannya. Moms bisa menggantinya dengan kayu manis, Himalayan Salt, almond, dan buah segar.

2. Telur

makanan untuk sarapan

Foto: macheesmo.com

Selama ini, telur identik sebagai makanan penyebab kolesterol tinggi. Namun, hal itu terbantahkan oleh penelitian terbaru, bahkan makan telur sehari dapat membantu meningkatkan kolesterol baik.

Dilansir dari Keck Medicine of University of Southern California, telur juga memiliki protein lengkap untuk membantu mengembangkan otot.

Selain itu, telur juga mengandung vitamin D, B6, dan B12 dan mineral seperti seng dan tembaga.

Maka, tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi telur sebagai makanan untuk sarapan, karena dia adalah salah satu sumber protein berkualitas tinggi dan paling gampang ditemukan, biasanya dengan harga yang relatif murah.

Baca Juga: Si Kecil Melewatkan Sarapan, Ini 4 Dampaknya

3. Avokad

makanan untuk sarapan

Foto: foodandwine.com

Avokad menjadi salah satu makanan sehat favorit yang sering dibicarakan di Instagram, saat ahli gizi mulai menyebarkan manfaat gizi yang terkandung di dalam avokad yang mengesankan.

Avokad memiliki hampir 20 vitamin dan mineral, termasuk kalium, magnesium dan vitamin C, E, K, B-6.

Avokad juga satu-satunya buah yang memiliki sejumlah besar asam lemak tak jenuh tunggal sehat, merupakan lemak baik yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Yang terbaik adalah rasanya yang enak dan bisa dipadukan dengan banyak makanan lain.

Baca Juga: Ini 5 Tips untuk Membuat Anak Mau Sarapan

Makanan untuk Sarapan yang Sebaiknya Dihindari

1. Roti Putih

makanan untuk sarapan

Foto: cherienoms.com

Sebagai makanan untuk sarapan, roti putih cenderung membuat kita cepat merasa lapar. Tepung dalam roti putih dibuat dengan menghilangkan serat dan protein yang baik.

Tanpa kadar serat dan protein yang tinggi, roti putih dicerna dengan cepat dan menyebabkan lonjakan dan penurunan kadar gula darah.

Roti putih juga telah dikaitkan dengan kenaikan berat badan, bukan hanya karena kecenderungan untuk terus memakan makanan manis, tapi karena dapat menyebabkan peningkatan gula dalam aliran darah, yang cenderung disimpan tubuh sebagai lemak.

2. Sereal Manis

makanan untuk sarapan

Foto: shutterstock.com

Sama seperti roti putih, sereal umumnya dibuat dari biji-bijian tidak utuh. Proses pembuatannya menghilangkan banyak vitamin, nutrisi, protein, dan serat yang dibutuhkan tubuh.

Malah, tambahan gula di dalamnya diduga sebagai penyebab utama epidemi obesitas Amerika dan bisa dibilang salah satu ancaman yang paling diremehkan bagi kesehatan kita.

Konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya terkait dengan obesitas, tetapi juga penyakit kardiovaskular, diabetes, dan masalah kesehatan buruk lainnya.

Jenis gula yang paling lazim dalam sereal adalah sirup jagung fruktosa tinggi, tetapi juga muncul di bawah nama samaran seperti "dekstrosa," "fruktosa," dan "laktosa."

Baca Juga: Begini Ternyata Menu Sarapan di Berbagai Negara

3. Jus Jeruk

makanan untuk sarapan

Foto: pixilart.com

Dulu, jus jeruk diklaim sebagai minuman kesehatan karena dipercaya memiliki kandungan yang sehat dan menyembuhkan banyak penyakit. Tapi, kini banyakjus jeruk yang mendapat bahan tambahan lain yang menghilangkan khasiatnya.

Jus buah yang dibuat di rumah tidak jauh lebih baik. Masalah utama dengan jus jeruk dan semua jus buah lainnya berasal dari proses pembuatan.

Saat membuat jus buah, kita menghilangkan serat tak larut yang dibutuhkan untuk memperlambat dan mengurangi penyerapan gula.

Dengan membuat jus jeruk, kita mengubah buah yang sehat dan berserat menjadi gula dan kalori. Lain kali jika ingin jeruk, nikmatilah sebagai buah jeruk yang asli.

“Lebih baik buat jus dari buah-buahan dan sayuran segar, dibanding jus jeruk yang mengandung gula,” ujar ahli gizi Isabel Smith, dilansir dari Business Insider.

Tunggu apalagi, kini mulailah memilih hidangan sehat untuk keluarga. Bisa dimulai dengan menu makanan untuk sarapan ya Moms!

(FAR)

Artikel Terkait