PARENTING
21 April 2020

Makna Anak Suputra, Pola Asuh Anak Menurut Ajaran Hindu

Ketahui kunci dari pola asuh ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setiap agama memberikan ajaran yang penuh kasih sayang dalam mengasuh anak. Karena orang tua tentunya menginginkan agar anaknya tidak hanya menjadi sosok yang cerdas, tetapi juga taat beragama.

Sama halnya dengan ajaran agama Hindu, yang mendambakan agar anak-anaknya tumbuh menjadi anak suputra. Lalu, apa makna dari anak suputra yang merupakan pola asuh dari umat Hindu?

Baca Juga: 5 Alasan Pola Asuh Ayah yang Santai Punya Nilai Lebih Bagi Anak

Makna Anak Suputra Sebagai Pola Asuh

anak suputra-1

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, anak suputra adalah anak yang berbudi pekerti luhur, cerdas, bijaksana, dan membanggakan keluarga. Anak suputra ini akan mengangkat harkat dan martabat orang tua.

Kata "putra" itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang pada mulanya berarti kecil atau yang disayang. Kelahiran anak suputra ini merupakan tujuan ideal dari setiap perkawinan dalam ajaran Hindu.

Kata yang lain untuk putra adalah: sùnu, àtmaja, àtmasaýbhava, nandana, kumàra dan saýtàna.

Jika orang tua tidak mendidik anaknya dengan baik, maka anak tersebut akan menjadi anak kuputra, yang merupakan perlawanan dari suputra.

Kitab Nitisastra, yang menjadi rujukan utama umat Hindu selain Kitab Veda, menyebutkan anak yang tidak diasuh dengan baik akan menjadi kuputra. Dalam Nitisastra Sloka 3.15 disebutkan:

"Seluruh hutan terbakar hangus hanya karena satu pohon kering yang terbakar. Bagitulah seorang anak yang kuputra menghancurkan dan memberikan aib bagi seluruh keluarga."

Baca Juga: 4 Tips Membesarkan Anak Menjadi Seorang Hindu yang Baik

Bentuk Pola Asuh Bagi Anak Suputra

anak suputra-2

Foto: Orami Photo Stock

Pada kitab Nitisastra pula, ada juga ajaran tentang bagaimana seharusnya mengasuh anak agar Si Kecil bisa menjadi seorang anak suputra. Dalam Nitisastra Sloka 3.18, disebutkan:

Laalayet panca varsani, dasa varsani taadyet, praapte to sodase varse, putram mitravadaacaret.

Artinya:

"Asuhlah anak dengan memanjakannya sampai berumuh lima tahun, berikanlah hukuman (pendidikan disiplin) selama sepuluh tahun berikutnya. Kalau ia sudah dewasa (sejak remaja) didiklah dia sebagai teman."

1. Berikan Kasih Sayang dalam Porsi yang Cukup

Pada situs Parisada Hindu Dharma Indonesia, seorang ibu harus mampu untuk dimanja dengan memberikan kasih sayang hingga Si Kecil berusia lima tahun.

Bahkan di tengah kesibukan seperti ibu dan ayah yang bekerja, Moms harus menyempatkan untuk memberikan kasih sayang dengan taraf yang cukup sebagai pola asuh anak suputra.

Jika Si Kecil tidak dimanjakan dengan porsi yang tepat, anak akan menjadi terasingkan dengan lingkungannya, dan kelak ia akan tumbuh menjadi orang yang sulit beradaptasi dengan lingkungannya.

Baca Juga: Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Hindu

2. Penting Memberikan Bentuk Disiplin

Sebagai langkah pengasuhan anak suputra, Si Kecil juga perlu diberikan bentuk disiplin dari orang tuanya. Hal ini agar kelak ia tidak menjadi anak yang melawan, menjadi anak yang patuh dan melakukan kebaikan.

Anak yang terlalu dimanja saat balita menjadikan dirinya tidak mempan untuk dimarahi, apalagi dalam bentuk pemberian "hukuman". Ini karena anak cenderung bersifat melawan.

Hal sederhana seperti menegur dan memberitahu hal yang salah dan benar, taat pada aturan keluarga yang sudah dibuat, hormat kepada orang tua, dan mengamalkan ajaran Hindu dengan tepat.

3. Mendidik Anak Remaja Sebagai Teman

Ketika anak menginjak remaja, ia sudah memiliki berbagai keinginan yang mungkin tak selaras dengan keinginan orang tuanya. Ia mungkin telah punya minat yang bisa jadi tak sesuai dengan kehendak orang tuanya.

Kitab Nitisastra mengajarkan agar orang tua mengasuh anak dengan menjadikannya teman. Misalnya, lebih sering mengajaknya mengobrol, dan bukan menunjukkan status sebagai orang tua yang otoriter.

Berikan pandangan bahwa orang tua adalah sosok yang bisa diajak diskusi, dapat diandalkan. Hal ini akan mendorong anak untuk menjadi lebih terbuka dengan Moms dan Dads.

Itu dia Moms, makna dari anak suputra yang merupakan pola asuh dari ajaran Hindu. Ingin anak Moms tumbuh menjadi Hindu yang taat, tidak ada salahnya mengikuti pola asuh ini.

Artikel Terkait