3-5 TAHUN
23 Agustus 2019

Mana yang Lebih Baik untuk Balita, Susu UHT atau Susu Formula?

Apakah benar susu formula lebih bergizi dibanding susu sapi biasa?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Setelah satu tahun, Moms mungkin mengalami dilema. Selain minum ASI, anak sebaiknya diberi susu UHT atau susu formula, ya?

Meski sama-sama terbuat dari susu sapi, susu formula diyakini lebih bergizi dibanding susu segar karena ditambahi beragam vitamin, mineral, dan zat gizi.

Namun, ada pula yang berpendapat bahwa kandungan gizi susu segar lebih terjaga karena proses pengolahannya tidak sepanjang susu formula yang umumnya berbentuk bubuk.

Jadi, lebih baik susu UHT atau susu formula untuk balita? Sebelum memutuskan, sebaiknya Moms membaca penjelasan berikut dengan saksama:

Baca Juga: Banyak Manfaatnya, Yuk Biasakan Balita Minum Susu di Gelas Dengan 9 Cara Ini

Susu UHT Segar vs Susu Formula untuk Balita

Susu Segar vs Susu Formula untuk Balita.jpg

Foto: Fotolia

dr. Ong Eng Keow, dokter anak di Singapura, mengatakan bahwa susu menjadi sekadar tambahan – bukan kebutuhan utamanya lagi – setelah anak berusia satu tahun.

“Seperti orang dewasa yang tidak bergantung pada susu sebagai sumber utama gizi, anak (di atas 1 tahun) harus lebih banyak mengonsumsi makanan daripada susu,” jelas dr. Keow kepada Strait Times (21/05/2017).

Karena itu, susu sapi (UHT atau pasteurisasi, bukan susu formula) dan makanan seimbang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi balita.

Susu formula memang memiliki tambahan vitamin, mineral, dan zat gizi. Tapi, menurut ahli gizi Singapura Natalie Goh, zat-zat tersebut bisa diperoleh dari makanan. Misalnya, zat besi dari daging merah dan bayam serta DHA dari ikan.

Susu sapi juga memiliki beberapa keunggulan dibanding susu formula, yakni:

  • Lebih murah
  • Lebih mudah didapat (di warungpun ada)
  • Susu UHT dan pasteurisasi lebih praktis, bisa langsung diminum tanpa perlu ditambahkan air maupun harus mensterilkan botol dan dot dulu
  • Proses pengolahan susu sapi cair lebih sederhana dibanding susu formula yang umumnya berbentuk bubuk

Bagaimanapun, susu formula bisa jadi pilihan yang lebih baik jika…

  • Anak mengalami masalah medis seperti kekurangan zat besi, penyakit radang usus, atau penyakit hati
  • Anak sangat susah makan atau pemilih sehingga zat gizi yang dibutuhkan tidak bisa terpenuhi dari makanan
  • Anak tidak suka atau alergi terhadap susu sapi

Baca Juga: Apakah Anak yang Minum Susu Cokelat Berisiko Terkena Diabetes?

Lebih Baik Susu UHT atau Susu Pasteurisasi?

Lebih Baik Susu UHT atau Susu Pasteurisasi.jpg

Foto: dairyreporter.com

Pakar kesehatan mengatakan bahwa perbedaan antara susu UHT dan pasteurisasi sangat sedikit. Keduanya sama-sama dipanaskan untuk membunuh patogen dan bakteri. Perbedaannya hanya di cara dan suhu pengolahan.

Menurut dr. Han Wee Meng, ahli gizi dari Singapura, pasteurisasi tidak mengubah komposisi susu energi, protein, kalsium, dan fosfor secara berarti. Beberapa vitamin mungkin hilang, namun biasanya ditambahkan kembali setelah pasteurisasi.

“Susu segar maupun UHT sama-sama direkomendasikan untuk anak-anak. Pilihannya tergantung preferensi rasa dan pertimbangan praktis,” kata dr. Meng.

Baca Juga: Hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Memberikan Susu Formula

Lebih Baik Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Balita?

Lebih Baik Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Balita.jpg

Foto: delidairy.com

Anak-anak di bawah usia dua tahun sangat disarankan mengonsumsi susu full cream, bukan reduced-fat (2% lemak), rendah lemak (1% lemak), apalagi tanpa lemak (susu lemak). Sebab, konsentrasi protein dan mineralnya terlalu tinggi untuk bayi.

Selain itu, balita membutuhkan asupan energi tinggi. Lemak dari susu juga penting untuk perkembangan saraf dan fungsi otak balita.

Susu reduced-fat baru boleh diberikan setelah anak berusia dua tahun jika anak memiliki berat badan berlebih atau berisiko gemuk, serta memiliki riwayat keluarga obesitas, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung.

Kalau Moms, pilih memberikan susu UHT atau susu formula kepada balita?

(EMA)

Artikel Terkait