KESEHATAN
19 November 2019

Apakah Mandi Malam Bikin Rematik?

Apa Moms salah satu yang takut mandi malam karena khawatir akan terkena rematik?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Rematik, atau dalam ilmu kedokteran lebih dikenal dengan artritis adalah peradangan dan nyeri yang terjadi pada sendi. Menurut Arthritis Foundation, rematik biasa dimulai pada usia 30-60 tahun, dan lebih banyak diderita oleh wanita.

Peradangan yang terjadi pada sendi dapat terjadi karena berbagai hal, salah satunya gaya hidup atau keturunan. Namun, terdapat mitos yang beredar di masyarakat, jika mandi malam bikin rematik.

Jadi apakah benar mandi malam menjadi salah satu penyebab rematik?

Penyebab Utama Rematik

mandi malam bikin rematik

1. Keturunan

Jika dalam keluarga, ada yang terserang radang sendi Moms mungkin juga memiliki kemungkinan untuk terserang radang sendi.

2. Usia

Rematik biasanya terjadi di usia 65 ke atas. Namun tak menutup kemungkinan dapat terjadi juga pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang lebih muda.

3. Jenis Kelamin

Wanita cenderung lebih rentan terkena rematik dibandingkan pria. Pria biasa mengalami rematik di usia yang lebih lanjut.

Baca Juga: 6 Faktor Penyebab Artritis, Perhatikan Moms!

4. Pernah Cedera atau Kecelakaan

Orang-orang yang pernah mengalami cedera pada persendian, juga cenderung mengalami rematik di usia tuanya.

5. Obesitas

Orang yang obesitas memiliki risiko terkena rematik. Karena tekanan berlebih pada persendian, terutama lutut, pinggul, dan tulang belakang.

6. Perokok

Para peneliti menemukan perokok memiliki lebih banyak kerusakan sendi dan gejala yang lebih parah daripada bukan perokok.

Mengacu pada penyebab artritis di atas, tidak ada yang menyebutkan jika mandi malam bikin rematik. Bahkan ilmu kedokteran pun tidak ada yang membuktikan jika mandi malam bikin rematik.

Baca Juga: Gejala Penyakit Artritis yang Perlu Diwaspadai

Mitos Mandi Malam Bikin Rematik

mandi malam bikin rematik

Beberapa hal terkait air dingin, memang menyebabkan rematik. Seperti dilansir dari everydayhealth.com, dalam fenomena Raynaud (salah satu jenis artritis/rematik) terdapat reaksi berlebihan terhadap suhu dingin.

Jika tangan atau tubuh terkena air dingin, terdapat penyempitan abnormal arteri. Penyempitan pembuluh darah menyebabkan sirkulasi darah menurun, yang menyebabkan jari-jari menjadi kebiru-biruan atau putih, menyakitkan, dan terasa sensasi geli.

Namun, jika jari-jari dihangatkan setelah itu, bukan menjadi normal malah akan berubah menjadi merah kehitaman.

Reaksi yang sama dapat terlihat juga di jari kaki, dan kadang-kadang dapat dipicu oleh stres emosional.

Selain jenis Raynaud, tidak ada jenis artritis atau rematik lainnya yang menyatakan bahwa air dingin atau panas dapat mempengaruhi penyakit tersebut menjadi lebih parah.

Malahan, menurut Arthritis Foundation mandi air hangat adalah salah satu cara terbaik untuk mengobati rasa sakit dan kekakuan akibat radang sendi (panas dapat membantu meredakan inflamasi pada persendian yang menyebabkan gejala radang sendi).

Baca Juga: 5 Manfaat Mandi Air Hangat

"Biasanya pasien yang menderita rheumatoid artritis menyatakan setelah mandi air hangat, kekakuan pada persendian mereka akan melonggar dan membuat mereka merasa lebih baik,” ungkap Ashira Blazer, MD, seorang rheumatologist di NYU Langone Medical Center, seperti dikutip pada kten.com.

Nah, jadi Moms tidak perlu takut lagi mandi di malam hari. Mandi malam menyebabkan rematik hanyalah sebuah mitos. Untuk memberi kenyamanan, coba mandi malam dengan air hangat supaya tubuh terasa lebih rileks.

(DH)

Artikel Terkait