BAYI
31 Maret 2020

Manfaat Cegukan Bagi Otak Bayi

Meski terlihat mengganggu, peneliti menemukan adanya manfaat cegukan bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Setiap kali Moms melihat bayi cegukan, mungkin akan merasa khawatir dan berusaha untuk menghilangkan cegukan bayi tersebut.

Kekhawatiran pun kerap bisa semakin bertambah, jika intensitas cegukan bayi terbilang cukup sering.

Namun meski terlihat mengkhawatirkan, sebuah penelitian menemukan adanya manfaat cegukan bayi.

Meneliti Bayi Cegukan

1 Meneliti Bayi Cegukan.jpg

Foto: Jonathan Borba – Unsplash.com

Tidak hanya Moms yang penasaran mengapa bayi sering cegukan. Beberapa peneliti dari University College London (UCL) pun juga berusaha menemukan alasan dibalik seringnya bayi cegukan, hingga menjalankan sebuah penelitian terhadap aktivitas otak dari 13 bayi baru lahir.

“Alasan mengapa kita cegukan tidak sepenuhnya jelas, namun bisa jadi karena adanya alasan perkembangan yang membuat janin dan bayi baru lahir sering cegukan,” ungkap salah satu tim peneliti dari UCL, Kimberley Whitehead, seperti dikutip dari romper.com.

Untuk mendata aktivitas otak, digunakan elektroda electroencephalography (EEG) yang ditempatkan pada kepala bayi. Sedangkan untuk memonitor kapan bayi cegukan, maka peneliti menggunakan sensor gerak yang diletakkan pada torso (batang tubuh) bayi.

Baca Juga: Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi

Para peneliti menemukan bahwa saat bayi cegukan, memicu tiga gelombang otak, di mana manfaat cegukan bayi pada gelombang ketiga mungkin membantu bayi belajar mengatur pernapasan dan mengendalikan otot yang berkaitan dengan pernapasan, seperti diafragma.

Manfaat Cegukan Bayi

2 Manfaat Cegukan Bayi.jpg

Foto: Dragos Gontariu – Unsplash.com

Hubungan gelombang otak dengan manfaat cegukan bayi rupanya cukup penting.

“Cegukan mengirim informasi sensorik pada otak yang bayi gunakan untuk mempelajari peta tubuh mereka sendiri, sehingga dapat mengontrol pernapasannya sendiri,” ungkap kepala penelitian, Lorenzo Fabrizi, Ph. D., seperti dikutip dari fatherly.com.

Dengan kata lain, penelitian dalam jurnal Clinical Neurophysiology ini juga menjabarkan bahwa gelombang otak inilah yang mengajari bayi bagaimana tubuh bekerja dan bernapas.

Sehingga saat beranjak dewasa, mereka akan tahu bagaimana cara mengatur pernapasan mereka sendiri.

Baca Juga: Ini Cara Menghilangkan Cegukan Pada Bayi

Cegukan Sejak Dalam Rahim

3 Cegukan Sejak Dalam Rahim.jpg

Foto: megan lynette – Unsplash.com

Tanpa disadari, cegukan sebenarnya sudah terjadi bahkan saat bayi masih berupa janin dalam perut Moms. Paling cepat, cegukan janin di rahim dapat terasa saat Moms hamil sembilan minggu.

“Janin cukup sering cegukan dan Moms mungkin dapat merasakannya melalui perut,” ungkap Lorenzo Fabrizi. Tendangan kaki bayi di dalam rahim juga disinyalir memiliki kesamaan dengan manfaat cegukan bayi, yaitu menghubungkan otak bayi agar membantunya mempelajari cara kerja tubuh.

Saat otak kecil bayi berhasil membuat hubungan ini, cegukan bayi tidaklah lagi bermanfaat. Inilah mengapa, semakin bertambah usia bayi, maka intensitas cegukan bayi juga berkurang.

Baca Juga: Penyebab Cegukan yang Belum Banyak Diketahui

Namun meski demikian, cegukan tidak pernah benar-benar hilang sepenuhnya, hingga beranjak dewasa. Para peneliti memperkirakan terjadinya cegukan pada orang dewasa hanyalah sisa hubungan dari tahap perkembangan awal manusia.

Meski terbukti adanya manfaat cegukan bayi, namun Moms tetap waspada jika cegukan bayi terus menerus terjadi tanpa henti. Karena bisa jadi merupakan tanda adanya masalah pada bayi, sehingga ada baiknya segera berkonsultasi dengan Dokter.

Artikel Terkait