KESEHATAN
25 Maret 2020

Inilah 6 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan Tubuh

Wah, ada manfaatnya namun jangan berlebihan juga ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Cuka apel merupakan sejenis jus apel, tetapi dicampur dengan ragi dan mengubah gula dalam jus menjadi alkohol. Biasanya orang menyebut proses ini sebagai fermentasi. Karena bakteri mengubah alkohol menjadi asam asetat, yang membuat cuka rasanya asam dan baunya kuat.

Cuka apel sudah lama menjadi obat rumahan, seperti mengatasi sakit tenggorokan dan varises. Sayangnya, belum ada ilmu yang membenarkan hal tersebut.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, beberapa peneliti melihat lebih jauh mengenai manfaat cuka apel. Beberapa orang mengatakan, ragi dan bakteri dalam botol cuka apel justru menyehatkan.

Kandungan itu merupakan probiotik, yang artinya bisa meningkatkan sistem pencernaan, tetapi belum ada penelitian yang mengklaimnya .

Baca Juga: Kenali 5 Manfaat Cuka Apel untuk Anak Yuk, Moms!

Penggunaan dan Dosis Cuka Apel

Manfaat Cuka Apel - dosis cuka apel - shutterstock.jpg

Foto: shutterstock

Cuka apel biasanya digunakan saat memasak, memanggang, dressing salad dan pengawet. Karena, ada banyak asam di dalam cuka, sehungga tidak dianjurkan untuk meminumnya secara langsung.

Minum cuka apel secara langsung dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti mengikis enamel gigi.

Jika Moms ingin menggunakannya untuk alasan kesehatan, Moms bisa menambahkan 1 hingga 2 sendok makan cuka apel ke dalam air atau teh.

Adapun manfaatnya dari mengonsumsi cuka apel seperti yang dilansir oleh thehealthy.com, antara lain:

1. Menurunkan Kolesterol

manfaat cuka apel 1a.jpg

Foto: shutterstock

Banyak penelitian telah menghubungkan cuka apel dan penurunan tingkat kolesterol pada manusia. Tetapi, penelitian 2006 yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menemukan bahwa asam asetat dalam cuka mampu menurunkan kolesterol total pada tikus.

Studi kedua pada hewan menunjukkan bahwa cuka apel juga membantu menurunkan tekanan darah. Dalam sebuah laporan di Bioscience, Biotechnology, dan Biokimia, tikus dengan tekanan darah tinggi yang diberi asam asetat mengalami penurunan tekanan darah daripada kelompok tikus yang tidak mendapat cuka atau asam asetat.

Namun, konsumsi cuka apel juga harus berhati-hati. Karena, cuka apel dalam jumlah besar bisa menimbulkan masalah bagi orang yang menggunakan obat seperti digoxin atau diuretik, yakni obat yang digunakan untuk mengobati gagal jantung, hipertensi, dan kondisi lainnya.

Baca Juga: 6 Manfaat Cuka Apel untuk Kehamilan, Simak di Sini!

2. Meredakan Tenggorokan

manfaat cuka apel 2.jpg

Foto: shutterstock

Cuka apel juga dipercaya bisa mengatasi sakit tenggorokan. Karena, cuka apel bisa menghilangkan kuman untuk mencegah infeksi.

Penelitian modern menunjukkan cuka apel bisa bekerja sangat baik ketika digunakan dalam makanan. Sehingga cuka apel bisa membunuh beragam kuman pada manusia.

Moms juga bisa menggunakannya cukup campur 1/4 cangkir cuka apel dengan 1/4 cangkir air hangat dan berkumurlah setiap jam atau lebih.

3. Mengatasi Masalah Perut

manfaat cuka apel 4a.jpg

Foto: shutterstock

Salah satu manfaat cuka apel (ACV) tertua adalah mengatasi masalah perut. Cobalah menyesap cuka apel yang dicampur dengan air.

Jika Moms mengalami diare dan infeksi bakteri cuka apel dapat membantu mengendalikan masalahnya karena memiliki sifat antibiotik.

Beberapa ahli pengobatan tradisional juga berpendapat bahwa cuka apel mengandung pektin, yang bisa membantu menenangkan kejang usus. Caranya, campur satu atau dua sendok makan cuka apel ke dalam air atau jus apel.

Baca Juga: 4 Efek Samping Mengonsumsi Cuka Apel secara Berlebihan

4. Menurunkan Berat Badan

manfaat cuka apel 5.jpg

Foto: shutterstock

Cuka apel juga bisa membantu menurunkan berat badan. Menurut laporan tahun 2018 dalam Journal of Functional Foods, cuka apel termasuk dalam bagian diet kalori terbatas.

Karena, cuka apel dianggap efektif mengurangi lemak visceral dan membantu mengatasi masalah kesehatan lainnya. Para ahli Harvard Medical School juga menemukan asam asetat dalam cuka apel bisa mengurangi penyerapan pati dan memperlambat pencernaan.

Pada akhirnya kandungan dalam cuka apel dapat menyebabkan sensasi penuh pada perut untuk menurunkan berat badan.

5. Mengurangi Bau Mulut

penyebab bau mulut (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock

Jika sikat gigi dan mencuci mulut dengan benar tidak berhasil mengurangi bau mulut, cobalah pengobatan rumahan menggunakan cuka apel untuk mengendalikan bau mulut.

Caranya, encerkan cuka apel dalam air. Lalu berkumurlah atau minum satu sendok teh. Cara ini bisa membunuh bakteri penyebab bau mulut.

Sebuah studi tahun 2015 dalam Journal of Prosthodontics menyimpulkan cuka apel memiliki sifat antijamur, khususnya terhadap peradangan selaput lendir mulut yang terjadi di bawah gigi tiruan.

6. . Mengatur Kadar Gula

manfaat cuka apel 6.jpg

Foto: shutterstock

Satu studi kecil menemukan bahwa cuka apel meningkatkan kadar gula darah dan insulin pada sekelompok orang dengan diabetes tipe 2.

Cuka apel memiliki bahan kimia yang dikenal sebagai polifenol. Kandungan ini membantu menghentikan kerusakan sel yang menyebabkan penyakit lain, seperti kanker.

Baca Juga: Cegah Kanker dengan Konsumsi Cuka Apel? Ini Faktanya!

Risiko dan Efek Samping Cuka Apel

Manfaat Cuka Apel - risiko cuka apel - shutterstock.jpg

Foto: shutterstock

Kadar keasamannya yang tinggi dalam cuka apel seperti informasi yang dilansir oleh webmd.com, dapat merusak gigi, melukai tenggorokan dan mengganggu perut jika diminum.

Ada beberapa penelitian telah membuktikan bahwa minum cuka apel membantu menurunkan berat badan. Tetapi, cuka juga bisa menyebabkan kadar potasium turun terlalu rendah.

Studi lain dari orang dengan diabetes tipe 1 menemukan bahwa cuka apel bisa memperlambat laju makanan dan cairan keluar dari perut ke usus. Tapi pencernaan yang lebih lambat membuat tubuh lebih sulit mengontrol kadar gula darah.

Beberapa obat mungkin juha tidak bekerja dengan baik akibat cuka sari apel. Karena, cuka ini termasuk obat diabetes, penyakit jantung, diuretik dan obat pencahar.

Artikel Terkait