KESEHATAN
1 Juli 2019

Apa Itu Diet Gluten Free dan Apa Manfaatnya?

Bisa bermanfaat untuk mengobat penyakit celiac
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Berbagai macam diet banyak kita temukan di dalam masyarakat. Ada yang namanya diet OCD, diet nasi merah, diet nasi putih, diet rendah lemak, dan diet-diet lainnya.

Namun ada satu lagi jenis diet yang mungkin sering kita dengar, namun tidak tahu dengan jelas seperti apa diet yang dilakukan, yaitu diet gluten free. Lalu apa itu diet gluten free?

Diet gluten free adalah sebuah cara diet dengan tidak mengonsumsi protein gluten. Gluten ini biasa ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, jelai, gandum hitam, dan persilangan antara gandum dan gandum hitam yang disebut dengan triticale.

Banyak orang percaya bahwa diet ini adalah cara cepat untuk menurunkan berat badan, meningkatkan energi, mengobati autisme, atau secara umum merasa lebih sehat. Sayangnya kurang tepat.

Baca Juga: Bagaimana Cara Diet yang Baik dan Aman untuk Ibu Menyusui?

“Orang yang sensitif terhadap gluten mungkin merasa lebih baik, tetapi porsi yang lebih besar tidak akan mendapatkan manfaat yang signifikan dari cara ini. Mereka hanya akan membuang-buang uang mereka, karena produk-produk ini mahal," kata Dr. Leffler, asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School.

Diet ini lebih cocok dijadikan sebagai salah satu cara pengobatan untuk para penderita celiac.

Mereka yang melakukan diet gluten free tidak bisa mengonsumsi produk gandum, namun masih bisa menikmati buah-buahan, sayuran, daging, unggas (ayam atau itik), ikan, kacang-kacangan, tumbuhan polong, dan hampir semua produk susu.

Bahan-bahan secara alami dikenal bebas gluten dan aman untuk orang yang tidak memiliki alergi terhadap jenis-jenis makanan ini.

Baca Juga: Diet Mediterranean, Cara Terbaik Menurunkan Berat Badan di Tahun 2019

Manfaat Diet Gluten Free

diet gluten free

Beberapa orang tua percaya bahwa diet gluten free dapat membantu anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder. Teori ini menunjukkan bahwa anak-anak dengan ASD sensitif terhadap gluten, dan menghindari protein dapat meningkatkan gejala-gejala tertentu, seperti bicara atau meningkatkan perilaku sosial.

Saat ini, tidak ada penelitian yang cukup untuk mengkonfirmasi atau membantah efektivitas diet bebas gluten pada orang dengan autisme.

Namun mengutip dari Mayo Clinic, diet gluten free bisa digunakan untuk mengatasi penyakit berikut ini.

  1. Penyakit celiac, suatu kondisi di mana gluten memicu aktivitas sistem kekebalan tubuh yang merusak lapisan usus halus. Seiring waktu kerusakan ini mencegah penyerapan nutrisi dari makanan, atau dengan kata lain mengganggu sistem pencernaan. Penyakit seliaka adalah kelainan autoimun.
  2. Ataksia gluten, gangguan autoimun yang mempengaruhi jaringan saraf tertentu dan menyebabkan masalah dengan kontrol otot dan pergerakan otot dengan sengaja.
  3. Alergi gandum, seperti alergi makanan lainnya, disebabkan karena sistem kekebalan yang mengira gluten atau protein lain yang ditemukan dalam gandum sebagai agen penyebab penyakit, seperti virus atau bakteri.

Baca Juga: 5 Sayuran untuk Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan

Sistem kekebalan lalu menciptakan antibodi terhadap protein, mendorong respons sistem kekebalan yang dapat menyebabkan kemampetan, kesulitan bernapas, dan gejala lainnya.

“Namun jika Moms berpikir mungkin menderita penyakit celiac atau sensitivitas terhadap gluten, yang terbaik adalah pergi ke dokter sebelum melakukan diet gluten free,” ujar Dr. Leffler.

Artikel Terkait