KESEHATAN
31 Oktober 2020

7 Manfaat Kerokan, Tidak Hanya Untuk Masuk Angin

Walau penelitian di dunia medis masih dilakukan, kerokan sebagai pengobatan tradisional tidak boleh dipandang sebelah mata
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Amelia Puteri

Terapi tradisional yang diwariskan secara turun temurun ini masih menjadi obat yang ampuh ketika gejala penyakit terasa menyerang tubuh.

Hampir selalu diasosiasikan dengan obat untuk masuk angin, kerokan masih memiliki beberapa manfaat kesehatan lainnya.

Lalu, apa saja yang menjadi manfaat kerokan? Cari tahu penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: 3 Risiko Minum Urin, Jangan Jadikan Pengobatan Alternatif!

Manfaat Kerokan di Leher

Kerokan dapat mengurangi sakit pada otot leher

Foto: freepik.com

Moms dan Dads pernah merasakan ajaibnya manfaat kerokan?

Ketika merasa pegal atau sakit otot di area tubuh tertentu, kerokan dipercaya dapat mengurangi gejala ini. Salah satu keluhan yang sering terjadi sehari-hari adalah sakit atau pegal di sekitar leher hingga bahu akibat terlalu lama bekerja di depan layar komputer.

Salah satu penelitian yang melibatkan 48 partisipan yang memiliki keluhan sakit di area leher dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok yang diterapi dengan kerokan dan yang lainnya dengan kantong penghangat.

Setelah satu minggu, partisipan melaporkan terapi kerokan mengurangi rasa sakit lebih banyak dibandingkan kelompok lainnya.

Area leher, punggung atas, dan bahu adalah area yang paling sering menerima kerokan.

Manfaat kerokan di leher dapat memberikan efek perenggangan pada otot yang tegang, sehingga mengurangi, hingga menghilangkan, ketegangan kronis yang ditemukan pada penderita sakit leher, ketegangan mata, sakit kepala dan lain-lain.

Namun, jika setelah beberapa hari kerokan dilakukan gejala masuk angin tidak membaik, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Ketahui Ragam Penyebab Sakit Leher Sebelah Kiri Berikut Ini!

Manfaat Kerokan Saat Masuk Angin

Kerokan adalah pilihan obat pertama ketika masuk angin

Foto: freepik.com

Rasanya sudah menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat Indonesia dan beberapa negara di Asia lainnya, bahwa manfaat kerokan saat masuk angin terasa ampuh dan menjadi terapi yang mujarab.

Istilah masuk angin dalam dunia medis tidak dikenali, namun gejalanya akrab dirasakan. Masuk angin biasanya terjadi akibat kelelahan, kurang tidur, kehujanan, udara dingin, dan faktor lainnya yang dapat menyebabkan ketahanan imun menurun.

Gejala masuk angin biasanya berupa sakit kepala, meriang, pegal-pegal, tidak nafsu makan, lelah, sakit perut (mual, kembung, atau diare), ataupun demam. Intinya, masuk angin membuat badan terasa tidak enak dan tidak sehat.

Manfaat kerokan saat masuk angin dipercaya mengurangi gejala yang dirasakan lebih cepat, misalnya pegal-pegal atau sakit otot.

Beberapa praktisi gua sha mengatakan, bahwa kerokan dapat memperkuat sistem imun dan mengurangi inflamasi. Biasanya, kerokan memang dapat meringankan gejala pilek, demam, atau masalah pada paru hingga sembuh lebih cepat.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Masuk Angin Pada Anak

Manfaat Kerokan Menurut Medis

Kerokan atau gua sha berasal dari ilmu pengobatan tradisional Tiongkok yang sudah lama ada dan digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Tujuan utamanya adalah melukai pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit dengan cara menggaruk kulit dengan benda yang tipis dan tumpul, misalnya sendok, mulut gelas, uang logam, dan lain sebagainya.

Setelah pembuluh darah di permukaan kulit ini terbuka, diharapkan oksigen dan aliran darah bersirkulasi lebih baik dan memberikan

Walaupun dikenal sebagai pengobatan atau terapi tradisional secara turun menurun, terutama di berbagai negara di benua Asia, manfaat kerokan masih diteliti secara medis melalui kacamata ilmu kedokteran.

Berbagai percobaan dilakukan untuk mengetahui manfaat kerokan sebagai terapi dari luar dan menjelaskan manfaatnya secara medis, sehingga ditemukan beberapa manfaat kerokan menurut medis.

Baca Juga: Seberapa Aman Obat Tradisional Menurut Dokter?

1. Meringankan Gejala Perimenopause

gejala perimenopause dapat diringankan dengan kerokan

Foto: Freepik.com

Perimenopause adalah masa transisi yang dialami seorang wanita menjelang menopause.

Gejala yang dialami biasanya menimbulkan ketidaknyamanan pada tubuh, seperti insomnia, menstruasi tidak teratur, kecemasan, merasa lelah, atau tubuh bagian atas terasa panas (hot flashes).

Salah satu penelitian mencoba membuktikan manfaat kerokan menurut medis kepada 80 orang wanita yang memiliki gejala perimenopausal.

Setiap minggu, satu kelompok mendapatkan kerokan selama 15 menit selama 8 minggu dan kelompok lainnya menerima terapi konvensional.

Hasilnya, kelompok wanita ini merasakan lebih banyak gejala yang berkurang, seperti insomnia, kecemasan, kelelahan, sakit kepala, dan hot flashes, dibandingkan dengan kelompok yang menjalankan terapi konvensional.

Para peneliti percaya bahwa manfaat kerokan dapat menjadi terapi yang aman dan efektif untuk mengatasi sindrom perimenopause ini.

2. Mengurangi Sakit Leher dan Bahu

Sakit leher dan punggung dapat diatasi dengan kerokan

Foto: Freepik.com

Salah satu penelitian juga pernah meneliti manfaat kerokan menurut medis dalam mengurangi sakit di leher dan bahu akibat terlalu lama bekerja di depan komputer.

Sakit di area leher dan bahu sering dikaitkan dan ditemukan pada orang yang menggunakan komputer untuk pekerjaan sehari-hari.

Penelitian pada 60 orang yang memiliki gejala ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima terapi kerokan dan Sham ultrasound (terapi plasebo). Masing-masing kelompok menerima terapi selama 16 menit per sesi.

Mereka yang menerima kerokan melaporkan bahwa rasa sakit berkurang dan dapat melakukan gerakan memutar leher yang lebih jauh dibandingkan dengan kelompok yang mendapat terapi plasebo.

3. Mempercepat Pemulihan Otot

Pemulihan sakit otot dapat lebih cepat dengan kerokan

Foto: Freepik.com

Di negeri asalnya, China, penelitian di tahun 2017 juga dilakukan untuk mengetahui manfaat kerokan menurut medis dalam membantu menjaga kebugaran dan kondisi atlet agar tetap prima.

Selama 8 minggu, sekelompok atlet angkat besi menerima kerokan sebagai terapi sebanyak 16 sesi. Para atlet melaporkan bahwa mengangkat beban terasa lebih mudah setelah terapi.

Dari hasil penelitian ini, para peneliti sementara menyimpulkan bahwa manfaat kerokan dapat mempercepat pemulihan otot yang sakit akibat olahraga berat, serta dapat dijadikan terapi alternatif untuk beberapa jenis pemulihan dari latihan olahraga.

Baca Juga: 7 Cara Alami Mengobati Sariawan yang Bisa Dicoba

4. Mengurangi Sakit Punggung pada Manula

Keluhan sakit pinggang pada manula dapat diterapi dengan kerokan

Foto: Freepik.com

Sakit punggung pada manula (manusia usia lanjut) bukanlah keluhan yang jarang didengar.

Studi untuk mengetahui manfaat kerokan menurut medis bagi sakit punggung yang sering dialami para manula dilakukan dengan membandingkannya dengan kantong penghangat biasa.

Secara umum, hasil kedua terapi bekerja dengan baik dalam hal mengurangi rasa sakit serta meningkatkan fleksibilitas di punggung bawah.

Namun, evaluasi secara klinis dan laporan responden menunjukkan bahwa kerokan memberikan efek anti inflamasi yang lebih panjang, seperti rasa sakit yang berkurang dan meningkatnya kemampuan mobilitas di area punggung bawah.

5. Mengurangi Peradangan Akibat Hepatitis B

Kerokan dapat mengurangi peradangan dalam organ

Foto: Freepik.com

Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyebabkan inflamasi atau peradangan di liver, kerusakan liver, dan luka pada liver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat kerokan menurut medis dapat mengurangi peradangan liver kronis.

Salah satu contoh kasus mengamati perkembangan seorang pria yang memiliki jumlah enzim liver yang tinggi, salah satu indikator adanya inflamasi liver. Pasien diberikan terapi kerokan, kemudian setelah 48 jam, enzim livernya berkurang.

Peneliti sementara ini menyimpulkan bahwa kerokan sebagai terapi dapat membantu mengurangi peradangan liver, sehingga ikut mengurangi kemungkinan kerusakan liver. Saat ini, terapi kerokan masih dalam penelitian lebih lanjut.

Walaupun secara medis kerokan dianggap sebagai pengobatan atau terapi yang relatif lebih aman dan memperlihatkan hasil yang cukup menjanjikan, secara umum manfaat kerokan ini masih harus diteliti lebih dalam lagi sebelum benar-benar diakui sebagai bagian dari terapi yang direkomendasikan dalam dunia kedokteran.

Kerokan memang pengobatan alternatif tradisional yang dapat dilakukan di rumah sebelum memutuskan ke dokter.

Dengan bantuan satu orang, kerokan dapat dilakukan walaupun minim persiapan, hanya membutuhkan sedikit minyak sebagai pencegah kulit terluka karena goresan.

Apakah Moms termasuk yang suka kerokan?

Artikel Terkait