BAYI
24 Maret 2020

6 Manfaat Menggendong Bayi untuk Kesehatan, Luar Biasa!

Menggendong bukan hanya sekadar menenangkan anak yang menangis saja lho, Mom!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pasti sering kita mendengar kalau bayi jangan keseringan digendong karena akan manja dan bau tangan. Eits, bau tangan itu mitos, yang benar adalah fase "the fourth trimester", di mana bayi sedang beradaptasi dengan dunia barunya dan kita sebagai orang tuanya adalah tempatnya bernaung dan mendapatkan kasih sayang.

Moms tidak perlu khawatir dengan cibiran orang jika anak suka digendong, itu artinya Si Kecil merasa aman dan nyaman berada di dekapan, Moms, lho! Selain itu menggendong bayi bisa mendukung kesehatan bayi, lho. Kok bisa?

Manfaat Menggendong Bayi untuk Kesehatan

Dilansir dari We The Parents, ada banyak sekali manfaat menggendong baik dari segala aspek dan manfaat tersebut bukan hanya sekadar katanya orang zaman dahulu, tapi sudah diteliti secara medis. Apa saja manfaat menggendong bayi? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Mengenal Cara Menggendong Posisi M-Shape serta Manfaatnya

1. Membantu Perkembangan Fisik Bayi yang Sehat

Ternyata Bubbling Adalah Cara Bayi Berbicara Lho -3.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Manfaat menggendong bayi yang pertama adalah membantu perkembangan fisik bayi yang sehat.

Menurut penelitian yang diterbitkan jurnal Infant Behavior and Development, memijat bayi dengan tekanan sedang bisa meningkatkan berat badan pada bayi prematur, selain itu kepadatan tulangnya juga bertambah.

Nah, menggendong bayi bisa meniru memijat bayi, lho. Yakni ketika bayi kita gendong dengan menggunakan gendongan dan cukup erat, gerakan-gerakan ringan kita seakan-akan adalah pijatan.

2. Mengurangi GERD pada Bayi

Ini-Perbedaan-GER-dan-GERD-pada-Anak-Hero.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Manfaat menggendong bayi yang selanjutnya adalah mengurangi GERD. GERD atau Gastro-Esophageal Reflux umum terjadi pada bayi. Saking umumnya, GERD ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun ketika GERD dialami oleh bayi, bayi akan amat sangat rewel karena merasa tidak nyaman.

Penelitian yang diterbitkan jurnal Allergy, Asthma & Immunology Research menunjukkan, dari 30 bayi yang diteliti pada posisi tegak versus posisi tiduran, bahwa bayi yang selalu berada pada posisi tegak gejala GERD seperti gumoh, muntah, batuk serta masalah pernafasan jauh lebih berkurang ketimbang bayi yang selalu berada pada posisi tiduran.

Dan tentu saja, menggendong dengan posisi upright atau tegak bisa membantu bayi terhindar atau berkurang dari GERD ini.


3. Mengurangi Bayi Muntah

Bayi Sering Gumoh, Berbahayakah-1.png

Photo: Orami Photo Stock

Manfaat menggendong bayi yang selanjutnya adalah mengurangi muntah. Bayi yang sering muntah pasti membuat tidak nyaman dan terasa menyebalkan bagi orang tua. Karena itu artinya cucian baju kotor akan semakin menumpuk.

Bukan hanya baju bayi, bisa jadi baju ibu dan bahkan seprei pun ikut terkena muntahan. Tentunya akan sangat tidak nyaman jika sedang pergi keluar rumah, bayi tiba-tiba muntah dan tak bisa terhindari.

Menggendong posisi upright seperti yang sudah dijelaskan di atas, mampu mengurangi GERD pada bayi, dan gejala GERD salah satunya adalah muntah. Jika GERD bisa berkurang, apalagi muntah.

Bayi dianjurkan digendong posisi upright selama 30-60 menit setelah menyusui untuk mengurangi resiko cairan yang masuk keluar kembali. Terbayang gak sih, jika kita harus menggendong selama 30-60 menit tanpa menggunakan gendongan?

Baca Juga: Macam-Macam Gaya Menggendong Bayi Sambil Menyusui yang Nyaman dan Aman

4. Mengurangi Resiko Terkena Otitis Media

6 Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air Pada Balita

Photo: Orami Photo Stock

Manfaat menggendong bayi yang selanjutnya adalah mengurangi risiko otitis media. Otitis media adalah infeksi pada telinga bagian tengah tepatnya pada rongga di belakang gendang telinga.

Banyak yang tidak mengetahui bahwa menurut penelitian yang diterbitkan the Laryngoscope, GERD juga bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya otitis media lho, Moms.

Nah, menggendong bisa mengurangi otitis media, karena ketika menggendong posisi anak tidak tiduran melainkan tegak, sehingga resiko gas naik hingga ke kerongkongan dan ke telinga jauh lebih sedikit dari pada anak dibiarkan terus berbaring seharian.

5. Mengurangi Resiko Flat Head

4 Cara Menghindari Kepala Bayi Peyang

Photo: Orami Photo Stock

Manfaat menggendong bayi yang selanjutnya adalah mengurangi risiko peyang. Flat head atau yang sering dikenal dengan peyang adalah kondisi kepala bayi tidak sempurna, yakni ada bagian di salah satu sisinya yang datar. Tentunya hal ini bisa mempengaruhi pertumbuhan otaknya.

Dan posisi tidur menghadap satu sisi secara terus menerus bisa meningkatkan resiko peyang. Apalagi bayi usia 1-12 minggu kerjanya memang tidur terus, ya, Moms.

Untuk itu banyak yang menganjurkan untuk sesekali bayi ditengkurapkan untuk mengurangi resiko tersebut. Nah, menggendong posisi upright bisa tetap membuat bayi tertidur tanpa ada tekanan terus menerus di kepalanya dan penggendong tetap bisa beraktivitas.

6. Mendukung Pertumbuhan Fisik pada Bayi Prematur

Bayi Prematur Berisiko Tinggi Terkena Epilepsi, Benarkah?

Photo: Orami Photo Stock

Manfaat menggendong bayi yang selanjutnya adalah mendukung pertumbuhan fisiko bayi prematur. Penelitian yang diterbitkan jurnal Tropical Doctor menunjukkan, bayi prematur yang terpapar skin to skin selama kurang lebih 6 jam per hari dengan metode KMC atau Kangaroo Mother Care, pertumbuhan dan perkembangannya jauh lebih pesat ketimbang bayi prematur yang hanya ada di dalam inkubator.

Tentunya untuk mendukung seorang ibu melakukan KMC dalam durasi yang lama membutuhkan alat bantu seperti gendongan. Semakin lama bayi terpapar skin to skin dengan ibu atau ayahnya, perkembangan dan pertumbuhannya akan semakin pesat.

Baca Juga: Manfaat Babywearing (Menggendong Anak) bagi Ibu dan Buah Hati

Nah, Moms, setelah mengetahui berbagai manfaat menggendong bayi untuk kesehatan. Apakah Moms masih ragu untuk menggendong anak sendiri?

Artikel Terkait