BAYI
9 Mei 2020

6 Manfaat Permainan Sensori untuk Bayi, Yuk Coba!

Bermain sensori bermanfaat untuk bayi, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sering lihat linimasa di media sosial berseliweran anak-anak dibiarkan main pasir atau mi rebus yang diberi pewarna? Eits, jangan salah sangka, justru bermain kotor dan berantakan ini untuk menstimulasi sensori anak, lho.

Permainan ini dinamakan dengan permainan sensori. Apa itu permainan sensori?

Dilansir dari Good Start, permainan sensori adalah aktivitas permainan yang merangsang seluruh sistem indera bekerja. Apa saja sistem indera manusia? Sentuhan, penciuman, pendengaran, pengecap, penglihatan, keseimbangan dan juga kesadaran gerakan.

Dikutip dari Only About Children, menurut Jean Piaget, seorang psikolog, permainan sensori menjadi sangat penting karena melalui permainan sensori, anak mendapatkan pengalaman baru, dan pengalaman ini akan tersimpan di memori anak yang akan dipergunakan oleh anak di kemudian hari.

Baca Juga: 3 Ide Permainan Sensori untuk Bayi, Yuk Coba!

Manfaat Permainan Sensori untuk Bayi

Selain itu, pengalaman-pengalaman dalam bermain sensori ini juga membantu menghubungkan sistem saraf otak anak lebih banyak.

Nah, apa saja manfaat-manfaat bermain sensori?

1. Membantu Perkembangan Kognitif

Anak Main Layangan, Ini Manfaatnya untuk Fisik dan Kognitif 5.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pengalaman seseorang terhadap sepeda misalnya akan berbeda pada anak yang hanya melihat video dengan yang memegang sepeda secara langsung dan mencoba menaikinya.

Pada anak yang hanya melihat gambar atau video pengalamannya akan terbatas "oh ini yang dinamakan dengan sepeda", namun pada anak yang memegang dan mengendarai sepeda secara langsung akan memiliki pengalaman dan pola pikir yang berbeda, seperti "oh ternyata, menaiki sepeda ini cukup sulit, tidak semudah melihat di video. Saya harus belajar menyeimbangkan supaya tidak terjatuh, saya harus mengayuh pedal agar sepeda tetap berjalan, dan ternyata begini caranya mengayuh" dan sebagainya.

Selain itu, permainan sensori juga bisa membantu seorang anak lebih mudah memahami konsep matematika atau sains. Misalnya konsep berat, ternyata tidak semua benda yang paling lebar adalah benda yang paling berat, karena harus melihat tebal dan tipis, juga melihat benda apa yang ada di dalam.

2. Membantu Perkembangan Bahasa

5 Penyebab Anak Mengalami Masalah Perkembangan Bahasa 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Permainan sensori bisa membantu meningkatkan pemahaman bahasa pada level selanjutya, bukan hanya mengetahui benda ini namanya es dan es rasanya dingin, tapi lebih bisa memahami dingin itu seperti apa secara langsung.

Sehingga anak yang memiliki pengalaman memegang benda yang dingin lebih bisa memaknai dan mengubungkan antara kata dengan hal yang dimaksud secara langsung.

3. Mengasah Kemampuan Motorik

blw masih kontroversi, begini kata ahli! hero

Foto: Orami Photo Stock

Permainan sensori juga bisa membantu mengasah kemampuan motorik baik motorik halus maupun motorik kasar. Contohnya, bermain memindahkan pompom dengan menggunakan pinset bukanlah jenis permainan kurang kerjaan atau permainan tanpa modal. Namun permainan ini justru tengah melatih kemampuan motorik halus anak yakni melatih kekuatan genggam anak.

Jika ingin pompom itu berhasil dipindahkan, maka anak harus belajar menekan pinset dengan kekuatan yang cukup dan ketika ingin melepaskannya kekuatan jari harus dihilangkan, kalau tidak pompom akan terus menerus menempel pada pinset.

Kelak, anak bisa memindahkan kue dari kotak kue ke piring tanpa harus menghancurkan atau menjatuhkan kue, kan?

Baca Juga: 5 Ide Permainan Sensorik Untuk Bayi 8 Bulan

4. Membantu Perkembangan Sosial Emosional

Kenapa Si Kecil Menangis Tanpa Suara? 2

Foto: Orami Photo Stock

Permainan tanpa aturan khusus membuat anak punya kendali penuh atas tindakannya. Misalnya adalah bermain pasir, anak bebas bereksplorasi tentang apa yang ingin dia lakukan dengan pasir. Hal ini membantu mengembangkan kepercayaan diri anak melalui eksperimen-eksperimen yang dilakukan anak.

Selain itu, permainan sensori seperti bermain pasir, misalnya ia ingin membuat istana pasir diperlukan konsentrasi penuh agar istana pasir tidak hancur. Berkonsentrasi ini juga cukup melelahkan.

Hal-hal yang bisa membuat anak lelah biasanya bisa membuat anak menjadi lebih tenang karena energi berlebih anak bisa tersalurkan tepat pada tempatnya.

5. Mengembangkan Kreativitas

manfaat bermain lego Meningkatkan Kreativitas.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Permainan sensori dengan tipe "open-ended" serta "loose part play" bisa membantu mengembangkan kreativitas anak. Dengan bahan apa saja, seorang anak bisa berimajinasi ingin menjadi apa.

Misalnya, anak diberi batu yang sudah dicat menjadi warna merah, batu itu bisa saja diimajinasikan oleh anak sebagai buah apel, buah stroberi atau mobil berwarna merah. Anak tidak terbatas bahwa batu adalah batu.

6. Membantu Mengatasi Anak dengan Masalah Sensori

kapan anak mulai berlari hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stock

Pastinya, permainan sensori amat sangat bisa membantu anak yang mengalami masalah sensori seperti hipersensitif, hiposensitif atau sensation seeking.

Misal, pada anak yang hipersensitif, 3 Ide Permainan Sensori untuk Bayi, Yuk Coba!permainan sensori seperti mengulang-ngulang sesuatu bisa membantu mengurangi kepekaan anak sehingga ia terbiasa dan mampu menghadapi berbagai sensasi dan memfokuskan diri pada hal yang lebih penting.

Pada anak hiposensitif, permainan sensori bisa membantu anak lebih menyadari akan keberadaan lingkungan sekitar. Dan pada anak sensation seeking, permainan sensori bisa membantu memfasilitasi kebutuhan yang tinggi akan sensasi.

Baca Juga: Ini Dia 5 Aktivitas Sensorik Untuk Bayi

Nah, itulah manfaat permainan sensori untuk bayi. Nah, tunggu apa lagi? Yuk segera ajak Si Kecil main permainan sensori!

Artikel Terkait