TRIMESTER 3
23 Agustus 2019

Manfaat Pijat Perineum untuk Ibu Hamil Agar Lancar Melahirkan

Benarkah bisa membantu melancarkan persalinan?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Setiap ibu hamil pasti menginginkan proses persalinan yang lancar.

Namun, rencana tidak selalu sesuai harapan.

Adakalanya Moms harus menerima diberi beberapa tindakan medis selama persalinan.

Seperti episiotomi, yaitu sayatan yang dibuat pada perineum pada saat proses persalinan.

Untuk menghindari tindakan episiotomi, pijat perineum diyakini dapat mencegahnya.

Saat perineum dipijat, maka elastisitasnya akan bertambah.

Benarkah begitu? Berikut hal-hal yang perlu Moms ketahui tentang manfaat pijat perineum dilansir dari whattoexpect.com.

Mengenal Pijat Perineum

Manfaat Pijat Perineum untuk Ibu Hamil 01.gif

Foto: theconversation.com

Pijatan perineum adalah peregangan lembut pada dasar panggul untuk mempersiapkan otot dan kulit di antara vagina dan dubur untuk kelahiran bayi.

Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko robek dan jaringan parut saat Moms melahirkan.

Vagina dirancang untuk meregangkan dan mengakomodasi bayi saat melahirkan.

Hebatnya lagi, vagina bisa kembali ke ukuran yang hampir sama hanya dalam beberapa minggu setelah melahirkan.

Perineum adalah jaringan dasar panggul antara vagina dan dubur.

Bagian ini kurang elastis dan berpotensi robek saat Moms melahirkan.

Jika Moms bersedia bersusah-susah pada minggu-minggu sebelum persalinan, pijatan perineum mungkin bisa membantu membuat dasar panggul Moms siap untuk lahir.

Baca Juga: Tentang Orgasme Perineum dan 3 Cara untuk Mendapatkannya

Manfaat Pijat Perineum

Manfaat Pijat Perineum untuk Ibu Hamil 02.jpg

Foto: foxnews.com

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pijat perineum, baik antepartum atau selama persalinan tahap kedua, dapat menurunkan resistensi otot dan mengurangi kemungkinan laserasi.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa melakukan pijatan perineum selama bulan terakhir kehamilan dapat mengurangi risiko robekan vagina dan perineum serta episiotomi.

Meskipun pijat perineum tidak pasti untuk membantu, tidak akan memperburuk juga.

Dan banyak wanita mengaku bahwa hal ini membantu saat persalinan.

Pijat perineum mungkin lebih bermanfaat jika ini adalah persalinan pervaginam pertama bagi Moms.

Dikutip dari pregnancyxp.com, pijat perineum membantu meminimalkan ketegangan pada kepala bayi Moms. Khususnya dalam 30 menit terakhir persalinan.

Baca Juga: Manfaat Pijat Bayi Baru Lahir dan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya

Kapan Harus Dipijat

Manfaat Pijat Perineum untuk Ibu Hamil 03.jpg

Foto: indianlifestylez.com

Moms bisa memulai pijat perineum di usia kehamilan 34 minggu.

Namun, di usia tersebut Moms akan kesulitan melakukan pijat perineum sendiri, karena perut besar dan lain sebagainya.

Moms bisa membuat jadwal dengan terapi fisik dasar panggul, atau minta bantuan pasangan untuk memijat.

Namun sebelumnya, pasangan harus tahu cara memijat yang tepat. Moms bisa tanyakan kepada bidan atau terapis khusus panggul.

Baca Juga: Tak Perlu Takut, Pijat Kehamilan Ternyata Banyak Manfaatnya

Panduan Memijat Sendiri

Manfaat Pijat Perineum untuk Ibu Hamil 04.jpg

Foto: practicalparenting.com

Apabila Moms atau pasangan bersedia pijat sendiri, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut:

  • Cuci tangan dengan seksama dan pastikan kuku terpotong.
  • Duduk dalam posisi santai dengan kepala ditopang di tempat tidur dan lutut Moms terbentang lebar.
  • Oleskan beberapa tetes minyak kelapa, minyak zaitun atau pelumas lain yang dirancang untuk vagina. Hindari minyak mineral atau Vaseline. Oleskan minya ke ibu jari dan area perineum.
  • Masukkan jempol ke dalam vagina hingga sekitar buku jari pertama. Tak perlu dalam, karena Moms hanya akan memijat perineum, bukan dinding vagina.
  • Berikan tekanan lembut di vagina menuju ke bawah, ke area dubur.
  • Pertahankan tekanan saat menggerakkan ibu jari dari kiri ke kanan dalam bentuk huruf U (mulai jam 3 hingga 9, jika Anda membayangkan jam tangan).
  • Moms harus merasakan regangan dan sedikit menyengat atau terbakar, tetapi tidak pernah sakit.
  • Lanjutkan memijat selama tiga hingga lima menit. Lalu ulangi sekali atau dua kali seminggu, dan hingga sehari sekali, sampai melahirkan.

Perlu diingat, pijat perineum butuh waktu dan ketekunan.

Untuk mengalami salah satu manfaat potensial, Moms harus melakukan pijatan perineum secara teratur selama empat hingga enam minggu terakhir kehamilan.

Hindari memijat terlalu keras, karena dapat meningkatkan aliran darah ke daerah yang sudah membanjiri darah.

Ini dapat meningkatkan peradangan dan menyebabkan iritasi, ketidaknyamanan dan rasa sakit.

Bicaralah dengan dokter sebelum melakukan pijatan perineum jika Moms memiliki infeksi jamur, herpes atau infeksi vagina lainnya.

Bila pijatan perineum terasa terlalu canggung atau menghabiskan waktu, tidak apa-apa kok untuk melewatkannya.

Vagina dan perineum dirancang untuk meregangkan dan mengakomodasi bayi Moms ketika saatnya tiba.

(TAM)

Artikel Terkait