PROGRAM HAMIL
21 September 2020

Manfaat Vitamin E dalam Merencanakan Kehamilan

Dalam menjalankan promil banyak yang menyarankan mengonsumsi vitamin E
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Baru saja menikah dan berencana untuk program hamil?

Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah memulainya dengan mengonsumsi berbagai macam nutrisi yang baik.

Mineral dan vitamin harus selalu terpenuhi saat hamil, seperti salah satunya vitamin E yang mampu membantu meningkatkan kesuburan.

Berikut ini manfaat vitamin E saat program hamil.

Baca Juga: Maksimalkan Vitamin E Untuk Program Hamil

Tentang Vitamin E

vitamin E untuk program hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut Dr. Rita Bakshi (Senior IVF Specialist & Senior Gynecologist), Ketua International Fertility Center, vitamin E adalah antioksidan yang membantu mempertahankan sel dari radikal bebas yang dapat merusak sel dan membuat Moms menjadi rentan terhadap masalah kesehatan tertentu.

Vitamin E juga berperan dalam fungsi penting untuk mendukung kehamilan yang sehat.

Vitamin E telah terbukti sangat efektif untuk melindungi sel saraf, sel darah merah, dan fungsi sistem kekebalan tubuh; membantu dalam pencegahan dan penyembuhan gangguan neurologis, penyakit virus kronis, serta anemia.

Beberapa penelitian telah dilakukan sehubungan dengan kesehatan kesuburan, menunjukkan pentingnya vitamin E terhadap fungsi reproduksi dan kesehatan.

Baca Juga: Konsumsi Vitamin D Saat Program Hamil, Perhatikan Hal Berikut Ini!

Manfaat Vitamin E untuk Pria

Manfaat Vitamin E dalam Merencanakan Kehamilan 3.jpg

Foto: medpagetoday.net

Bagi pria, vitamin E dapat meningkatkan motilitas sperma. Dilansir dari FirstCry Parenting, motilitas mengacu pada kemampuan suatu organisme untuk bergerak dengan sendirinya.

Menjaga motilitas sperma dengan baik adalah suatu keharusan, karena sperma harus melintas jarak tertentu untuk membuahi sel telur.

Vitamin E dan mineral bersama selenium yang dikonsumsi laki-laki dipercaya mampu meningkatkan kualitas sel sperma yang dikeluarkan serta motilitas dan bentuk yang lebih baik.

Kemudian, salah satu penyebab paling umum terjadinya infertilitas pada pria adalah jumlah sperma yang rendah.

Idealnya, jumlah tersebut dianggap kurang jika satu mililiter semen terdiri kurang dari 20 juta sperma.

Dalam kebanyakan kasus, penurunan jumlah sperma disebabkan oleh infeksi. Vitamin E dapat mencegah infeksi, kerusakan, dan bertindak sebagai pelindung.

Baca Juga: Vitamin untuk Program Hamil, Apa saja yang Harus Dikonsumsi?

Manfaat Vitamin E untuk Wanita

Manfaat Vitamin E dalam Merencanakan Kehamilan.jpg

Foto: biobalanceinstitute.com

Lapisan uterus yang tipis dapat menjadi faktor penyebab utama ketidaksuburan pada wanita.

Ketebalan dinding rahim yang ideal penting bagi pembuahan dan kehamilan, karena embrio harus menempel pada dinding rahim agar tumbuh menjadi janin yang berkembang sempurna.

Mengonsumsi vitamin E dapat meningkatkan aliran darah di arteri radial, sehingga meningkatkan ketebalan, lapisan rahim.

Dikutip dari jurnal Antioxidants, andungan antioksidan dalam vitamin E akan melindungi sistem reproduksi dari radikal bebas atau kerusakan sel yang menjadi salah satu penyebab dinding rahim menipis.

Antikoagulan yang terdapat dalam vitamin E dapat mengencerkan darah beku di area panggul dan rahim perempuan agar peredaran darah rahim berjalan lancar yang membantu meningkatkan ketebalan dinding rahim.

Meningkatkan asupan vitamin E juga dapat mencegah penurunan ovulasi yang menjadi salah satu alasan sulit hamil.

Vitamin E dapat meningkatkan keberhasilan program kehamilan yang memegang peran penting dalam pembentukan dan pemeliharaan plasenta.

Vitamin E juga mampu meningkatkan lendir serviks yang dapat membuat sperma tetap hidup lebih lama.

Baca Juga: Haruskah Ibu Menyusui Mengonsumsi Vitamin Prenatal?

Sumber Vitamin E untuk Program Hamil

Sumber Vitamin E untuk Program Hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Berapa kali Moms mendengar sayuran berdaun hijau baik untuk kesehatan? Sekarang saat tepat untuk mulai benar-benar memakannya!

Jika Moms tidak suka kubis atau brokoli, cobaresep-resep baru yang bisa menunjukkan cara menyiapkan sayuran ini dengan hasil yang lezat.

Kacang juga jadi sumber vitamin E yang enak. Jangan khawatir kacang itu berlemak. Memang benar, tetapi lemak dalam kacang biasanya merupakan lemak baik - omega 3, misalnya - dan secara efisien dibakar oleh tubuh Moms.

Hindari saja kacang yang diubah menjadi manisan (yang dilapisi cokelat), dipanggang dengan lapisan yang kaya, atau diasinkan.

Jika Moms merasa kacang terlalu membosankan, cobalah campuran kacang yang enak dan buah kering yang menambah tekstur dan kesegaran pada camilan Moms.

Biji-bijian juga jadi sumber vitamin E yang oke. Biji bunga matahari dan biji wijen (selama Moms tidak alergi) adalah sumber vitamin E yang bagus dan bisa dinikmati dalam salad atau sebagai camilan.

Kuning telur kaya akan vitamin E, dan juga dapat ditemukan pada unggas dan makanan laut.

Baca Juga: Makanan untuk Program Hamil yang Perlu Moms Perhatikan

Mengonsumsi Vitamin E Selama Program Hamil

Manfaat Vitamin E dalam Merencanakan Kehamilan 2.jpg

Foto: freepik.com

Vitamin E untuk dosis kesuburan tidak boleh melebihi lebih dari 1000 mg sehari, karena jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan diare, mual, flu, dan sakit perut.

Nutrisi ini dapat ditemukan dalam biji-bijian, sayuran seperti bayam, buah-buahan seperti alpukat dan mangga.

Dikutip dari jurnal Clinical Medicine Insights: Women's Health, selain yang alami, suplemen vitamin E bisa menjadi pilihan alternatif, namun akan lebih baik jika sebelumnya melakukan konsultasi dengan dokter untuk menentukan dosis yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain memenuhi kebutuhan vitamin E, gaya hidup sehat perlu diaplikasikan untuk mempercepat proses program kehamilan.

Usahakan tetap mendapatkan gizi seimbang, olahraga teratur, mengelola stress, juga istirahat yang cukup.

Baca Juga: Minum Suplemen Saat Hamil, Ketahui Mana yang Aman dan Tidak!

Artikel Terkait