KESEHATAN
18 September 2019

Mari Berkenalan dengan Imunisasi MR yang Penting untuk Anak

Pemerintah di beberapa negara, termasuk Indonesia, tengah menggalakkan pemberian imunisasi MR (campak rubella) pada anak. Apa sih sebabnya?
Artikel ditulis oleh Ryo
Disunting oleh Ryo

Campak adalah infeksi pada masa kanak-kanak yang disebabkan oleh virus. Dulu sangat umum, campak sekarang hampir selalu dapat dicegah dengan vaksin.

Campak juga disebut rubeola, campak bisa serius dan bahkan fatal bagi anak kecil. Sementara angka kematian telah turun di seluruh dunia karena lebih banyak anak menerima vaksin campak, penyakit ini masih membunuh lebih dari 100.000 orang per tahun, sebagian besar di bawah usia 5 tahun.

Gejala campak adalah demam tinggi (suhunya dapat mencapai hingga 40⁰ C), bercak kemerahan di kulit, konjungtivitis, batuk, dan hidung berair. Selain itu, anak yang terserang campak jadi lemas dan malas makan.

Sementara Rubella, alias campak jerman atau campak tiga hari, adalah infeksi virus menular yang paling dikenal dengan ruam merahnya yang khas. Rubella tidak sama dengan campak (rubeola), meskipun kedua penyakit tersebut memiliki beberapa karakteristik, termasuk ruam merah.

Kedua penyakit di atas sangat mudah menular dan menyerang anak. Dan, yang paling menakutkan adalah komplikasi yang mungkin timbul.

Campak bisa menyebabkan banyak komplikasi. Semisal pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), kebutaan, gizi buruk, dan berujung pada kematian. Sedangkan rubella bisa menimbulkan komplikasi yang mengakibatkan kelainan pada jantung dan mata, tuli, dan perkembangan yang lambat.

Selain anak, ibu hamil juga bisa menjadi korban. Pada ibu hamil, infeksi rubella dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, dan sindrom rubella kongenital pada bayi yang dilahirkan.

Baca juga : Apa Saja 5 Imunisasi Wajib bagi Bayi?

Vaksin MR

imunisasi-MRVickyfahmi.jpg

Vaksin MR alias M-R-Vax II adalah vaksin virus hidup untuk imunisasi MR. Imunisasi MR dilakukan untuk mencegah campak (rubeola) dan rubella (campak Jerman).

“Dosis pertama umumnya diberikan kepada anak-anak sekitar usia 9 hingga 15 bulan, dengan dosis kedua pada usia 15 bulan hingga 6 tahun. Dengan setidaknya ada jarak 4 minggu di antara dosis tersebut,” jelas Dr Shimna Azeez dari Manjeri Medical College di Malappuram, India.

Umumnya, setelah dua dosis diberikan, 97% orang terlindungi dari campak dan setidaknya 97% terhadap rubella.

Baca Juga: 3 Pertanyaan Seputar Masalah Imunisasi yang Paling Sering Ditanyakan

Efek Samping Imunisasi MR

Selat buleleng.jpg

Apakah ada efek samping dari vaksin MR?

"Ada, tapi tidak signifikan. Yang paling sering terjadi adalah demam dan ruam. Jadi, menurut saya, imunisasi MR cukup aman dan sangat dianjurkan," jelas Dr Shimna.

Efek samping ini lazim terjadi sesaat setelah vaksin diberikan. Jika divaksin pada pagi hari, biasanya sudah muncul demam dan ruam. Akan tetapi, yang perlu diketahui, ruam yang muncul hanya di bagian yang disuntik.

Dr Shimna mengatakan bahwa efek samping ini akan segera hilang. Paling lama, 5 hari setelah vaksin diberikan. Ini merupakan hal yang normal yang tidak perlu dikhawatirkan.

Baca Juga: Bolehkah Anak Diimunisasi saat Sakit? Cari Tahu Dulu Faktanya

(RYO/DIN)

Artikel Terkait