3-12 BULAN
14 Oktober 2019

Mari Perhatikan Kesehatan Mental Anak Sejak Dini dengan 4 Cara Ini

Bukan cuma orang dewasa yang kerap memiliki masalah mental. Beberapa penelitian menyebutkan bayi dan anak-anak yang tinggal di perkotaan memiliki kecenderungan masalah psikologis.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Secara garis besar, gangguan psikologis pada bayi tidak selalu diasosiasikan dengan penyakit mental. Tolak ukur kesehatan mental bisa terlihat saat mereka mampu berpikir jernih, mampu mengendalikan emosi, dan tidak mengalami kesulitan menjalin hubungan baik dengan anak-anak seusianya.

Agar kesehatan mental anak terjaga, Moms harus terus memberikan kasih sayang. Terus mengamati perilakunya, mengajaknya berkomunikasi, serta mengawasi lingkungan tempatnya bermain. “Semua ini dilakukan agar kesehatan mental bayi tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya,” kata Jerry Bubrick, seorang psikolog klinis di Child Mind Institute.

Baca Juga: 6 Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Nah, berikut ini adalah cara-cara untuk menjaga kesehatan mental anak.

1. Membangun Percaya Diri Si Kecil

Waspada Fibrosis Kistik Pada Bayi, Ketahui XX Fakta Ini 4.jpg

Moms, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun kepercayaan diri anak sejak dini:

  • Memuji saat sukses melakukan hal baru
  • Mengarahkan anak menemukan tujuan sesuai bakat dan keinginannya.
  • Mengajari anak bekerja dalam kelompok
  • Tidak menekan anak dengan menunjukkan sikap dan mengomentari hal-hal yang membuat mereka berhenti mencoba.
  • Mengatakan hal yang jujur dan mengakui kesalahan anak jika mereka memang melakukan kesalahan.

Baca Juga : Apa Itu Kesehatan Mental?

2. Mendorong Si Kecil Bersosialisasi

5 Manfaat Bermain Hula Hoop Bagi Anak 5.jpg

Bermain dengan teman sebaya diperlukan supaya si kecil belajar hidup berdampingan dengan orang lain. Hal ini juga perlu supaya dia mengenali potensi, baik kelebihan maupun kelemahan dirinya.

3. Membiarkan Bermain dan Menikmati Proses

5 Manfaat Bermain Hula Hoop Bagi Anak 2.jpg

Moms, banyak orang tua menganggap bermain hanyalah aktivitas bersenang-senang, padahal waktu bermain merupakan momen yang amat berharga bagi anak-anak. “Melalui sesi bermain, anak belajar berbagai hal, meningkatkan kreativitas, memecahkan masalah, dan juga mengendalikan diri,” kata Bubrick.

4. Waspadai Perubahan Perilaku Ini!

Moms harus hati-hati jika timbul beberapa gejala perilaku yang ditunjukkan anak seperti berikut ini. Bisa jadi hal-hal yang diperlihatkan anak ini bersumber pada kondisi emosi anak dan hal-hal yang mengganggu pikiran.

  • Mudah marah dan merasa tidak bersemangat
  • Tidak menurut dan cenderung bersikap agresif
  • Mudah merasa takut
  • Hiperaktif tanpa sebab yang jelas
  • Sering cemas
  • Prestasi akademik menurun

Saat hal ini terjadi, ajaklah anak bicara yang berkaitan dengan hal-hal yang mengganggu pikirannya. “Jangan menghakimi si anak dan cepat mengambil kesimpulan. Pastikan Anda tetap mempertahankan kesabaran supaya anak pelan-pelan bersedia terbuka,” kata Bubrick.

Baca juga: 6 Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Nah, Moms. Jadi, perhatikan selalu kondisi kesehatan mental anak, ya. Siapa tahu, buah hati sebenarnya perlu ditolong.

(RYO/DIN)

Artikel Terkait