NEWBORN
28 Juli 2020

7+ Masalah Kulit Bayi Baru Lahir yang Umum Terjadi

Ruam dan biang keringat adalah masalah kulit yang umum terjadi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ruam atau tanda lahir pada kulit bayi baru lahir sebetulnya adalah hal yang wajar. Seiring bayi tumbuh dan berkembang, ruam ini kerap hilang. Namun, tak dimungkiri ada juga kelainan kulit bayi baru lahir yang bisa jadi infeksi serius.

Sebagian besar tanda lahir disebabkan oleh adanya kumpulan pembuluh darah yang abnormal dan sering dikenal dengan tanda lahir vaskuler. Tanda lahir lainnya terbentuk dari hasil pigmen tambahan pada kulit bayi.

Mekanisme terbentuknya tanda lahir, seperti dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia,ini sampai saat ini masih belum jelas. Tapi ada juga kelainan yang harus dievaluasi untuk infeksi candida, virus, dan bakteri.

Kulit bayi yang baru lahir berbeda dari kulit orang dewasa. Dalam pendekatan dermatologis kulit bayi yang baru lahir lebih tipis, kurang berbulu, dan memiliki lebih sedikit keringat, dan sekresi kelenjar sebaceous. Perbedaan ini muncul terutama pada bayi baru lahir prematur.

Kulit bayi ini terkena trauma mekanis, bakteri dan cuaca, perubahan panas. Saat lahir, kulit bayi baru lahir dilindungi oleh cakupan vernix caseosa, yang memiliki fitur pelumas dan antibakteri dan pH-nya berkisar antara 6,7 ​​hingga 7,4.

Baca Juga: Permasalahan Kulit Bayi dan Solusinya saat The First Golden Years

Dalam pemeriksaan dermatologis bayi baru lahir, sangat penting untuk membedakan masalah kulit yang aman dan yang berat. Gunanya agar bisa mengobati gangguan kulit sejak dari dini.

Masalah Kulit Bayi Baru Lahir

Tetapi sebelumnya, Moms harus tahu terlebih dahulu apa saja masalah kulit bayi yang baru lahir. Yuk, kita lihat.

1. Jerawat Neonatal

masalah kulit bayi yang baru lahir

Foto: Orami Photo Stock

Jerawat bayi adalah kondisi kulit umum yang biasanya bersifat sementara yang timbul pada wajah atau tubuh bayi. Ini menghasilkan benjolan kecil merah atau putih seperti jerawat. Dalam hampir semua kasus, jerawat sembuh sendiri tanpa perawatan.

Jerawat bayi juga dikenal sebagai jerawat neonatal. Ini terjadi pada sekitar 20 persen bayi baru lahir.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, jerawat neonatal muncul dalam 30 hari pertama kehidupan Si Kecil dan akan hilang dengan sendirinya beberapa minggu atau bulan kemudian.

Jerawat ini hanya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Namun dalam kasus yang parah dan tidak bisa sembuh, kelebihan androgenik bisa jadi pemicunya.

Jerawat neonatal harus dibedakan dari jerawat infantil. Jerawat infantil cenderung lebih pleomorfik dan mengakibatkan peradangan daripada yang neonatal.

Jerawat neonatal biasanya terdiri dari komedo tertutup di dahi, hidung dan pipi, meskipun di bagian lainnya juga mungkin.

Jerawat bayi berbeda dengan jerawat infantil di komedo terbuka, atau komedo, biasanya tidak muncul pada jerawat bayi. Gejala-gejala ini sering terjadi pada jerawat anak. Jerawat infantil juga dapat muncul sebagai kista atau nodul. Dalam kasus yang jarang terjadi, dapat meninggalkan bekas luka tanpa perawatan.

Baca Juga: 5 Penyebab Jerawat pada Bayi dan Cara Penanganannya

Jerawat bayi hanya terjadi pada beberapa bulan pertama kehidupan bayi Jerawat infantil dapat bertahan sampai anak Anda berusia 2 tahun. Jerawat infantil jauh lebih jarang daripada jerawat bayi. Tidak jelas mengapa jerawat bayi berkembang. Beberapa peneliti percaya itu disebabkan oleh hormon ibu atau bayi.

Seperti halnya jerawat pada remaja dan dewasa, jerawat bayi biasanya muncul sebagai benjolan merah atau jerawat. Pustula atau whitehead juga dapat terbentuk, dan kulit kemerahan dapat mengelilingi benjolan.

Bayi dapat mengalami jerawat di mana saja di wajah mereka, tetapi itu paling umum di pipi mereka. Beberapa bayi juga memiliki jerawat di punggung atau leher bagian atas. Jerawat bisa menjadi lebih jelas jika bayi Anda rewel atau menangis.

Kain kasar dapat mengiritasi jerawat, seperti dapat muntah atau air liur yang tetap di wajah.

Jerawat bayi terkadang muncul saat lahir. Tetapi, dalam kebanyakan kasus itu berkembang dalam dua hingga empat minggu setelah kelahiran. Dan itu dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu, meskipun beberapa kasus dapat berlangsung selama beberapa bulan.

2. Penyakit Kuning

masalah kulit bayi yang baru lahir

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Health Link BC, banyak bayi yang baru lahir memiliki warna kulit kuning dan putih pda mata mereka. Masalah kulit bayi yang baru lahir ini disebut penyakit kuning.

Pada bayi baru lahir, penyakit kuning biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu satu minggu dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Baca Juga: Yuk Kenali Tanda Penyakit Kuning Pada Bayi

Tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit kuning bisa memburuk dan dapat menyebabkan kerusakan otak.

Itulah mengapa penting untuk menghubungi dokter jika Moms melihat tanda-tanda bahwa penyakit kuning semakin memburuk.

3. Biang Keringat

masalah kulit bayi yang baru lahir

Foto: Orami Photo Stock

Bayi juga bisa mendapatkan ruam panas, masalah kulit bayi yang baru lahir ini sering disebut biang keringat. Masalah kulit ini terjadi ketika bayi berpakaian tebal atau ketika cuaca sangat panas.

Biang keringat adalah ruam merah atau merah muda yang biasanya ditemukan pada area tubuh yang ditutupi oleh pakaian, misalnya bagian punggung. Seringkali terasa gatal dan membuat bayi tidak nyaman.

4. Milia

masalah kulit bayi yang baru lahir

Foto: Orami Photo Stock

Milia terjadi pada hampir setengah dari bayi baru lahir yang sehat dan biasanya timbul saat lahir. Milia adalah kista jinak yang berisi keratin.

Dilansir dari jurnal berjudul Newborn Skin: Common Skin Problems, milia timbul pada kulit wajah bayi yang mengandung folikel rambut vellus dan timbul dari kerah sebaceous infundibular bawah rambut vellus.

Baca Juga: Mengenal Cradle Crape, Ketombe yang Menyerang Bayi

Milia mempengaruhi 40-50 persen bayi baru lahir yang sehat. Bayi yang lahir prematur lebih jarang terkena milia.

Tidak ada kecenderungan rasial dalam masalah kulit bayi baru lahir ini. Pemeriksaan fisik menunjukkan papula kecil pada kulit wajah bayi yang baru lahir.

5. Cradle Cap

masalah kulit bayi yang baru lahir

Foto: Orami Photo Stock

Masalah kulit bayi yang baru lahir lainnya adalah cradle cap. “Cradle cap adalah bentuk ketombe yang umum terjadi pada bayi,” kata Robert H. Pantell, profesor emeritus pediatrik di University of California, San Fransisco.

Cirinya kulit bersisik atau berkerak di bagian atas kepala bayi yang terjadi karena penumpukan minyak kulit lengket, bersisik, dan sel kulit mati.

Cradle cap dapat ditangani di rumah dengan menggunakan sampo atau minyak mineral. Cradle cap biasanya hilang saat usia anak menginjak 1 tahun. Jadi Moms jangan terlalu khawatir ya.

6. Hemangioma Infantil

Kelainan Kulit yang Sering Dialami Bayi Baru Lahir

Foto: Orami Photo Stock

Tanda lahir vaskuler pada bayi sering juga disebut dengan hemangioma. Tanda ini bervariasi, seringkali berwarna ungu, merah, merah muda bahkan kebiruan. Variasi warna ini bergantung pada seberapa dalam pembuluh darah abnormal timbul di lapisan bawah kulit.

Salah satu hemangioma adalah hemangioma infantil atau sering dikenal dengan tanda stroberi karena memiliki bentuk dan warna seperti buah stroberi. Tanda ini biasanya muncul pada masa awal kelahiran atau beberapa minggu setelah lahir pada bagian kepala, wajah sampai leher bayi.

Menurut kajian ahli Patologi di Turki, Bülent Eren, MD, tanda paling dini adalah terlihatnya warna lila/ungu muda pada bagian kulit tertentu. Hemangioma ini akan berdarah jika tergores atau terbentur. Bila hal ini terjadi, maka hentikan perdarahan dengan menekan tanda lahir.

Tanda ini akan membesar dan akan hilang sebelum usia 7 tahun. Jika menghilang terkadang menyisakan bekas jaringan parut. Hemangioma yang menekan area mata, saluran napas atau organ vital membutuhkan rujukan segera pada periode bayi baru lahir.

7. Port Wine Stain

Kelainan Kulit yang Sering Dialami Bayi Baru Lahir

Foto: Orami Photo Stock

Tanda lahir vaskuler lainnya menyerupai bercak anggur kemerahan (port wine stain) yang terlihat segera setelah bayi dilahirkan. Tanda ini awalnya seringkali dianggap sebagai trauma lahir bayi oleh tenaga kesehatan penolong kelahiran.

Tanda ini biasanya dijumpai pada wajah, dada sampai punggung dan perlahan akan berubah menjadi keunguan. Pasien dengan bercak di sekitar mata sebaiknya dikonsulkan ke dokter mata untuk evaluasi selanjutnya.

Bayi dengan lesi port wine stain meliputi area dahi, kepala dan atau di sekeliling mata memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat keterlibatan neurologis.

Baca Juga: Kulit Bayi Kuning atau Oranye Saat Makan MPASI? Mungkin Itu Pertanda Carotenemia

8. Kelainan Pigmen

Kelainan Kulit yang Sering Dialami Bayi Baru Lahir

Foto: Orami Photo Stock

Masalah kulit bayi baru lahir selanjutnya adalah kelainan pigmen. Tanda lahir berupa kelainan pigmen pada umumnya timbul berwarna cokelat kehitaman. Tanda yang sudah tidak asing lagi adalah tahi lalat (nevus pigmentosus).

Ukuran tahi lalat sangat beragam mulai ukuran 1,5 cm – 20 cm. Lambat laun tahi lalat ini akan memudar dan mengecil namun ada juga yang membesar dan berbulu sehingga memerlukan penanganan segera.

Selain itu ada bayi yang memiliki tanda menyerupai bercak kopi (cafe au lait) pada bagian tubuhnya. Pada umumnya bercak kopi ini berbentuk oval, tidak teratur, berukuran 3-5 mm, akan memudar seiring pertumbuhan bayi, namun dapat berubah menjadi lebih pekat atau bertambah banyak jumlahnya oleh karena paparan sinar ultaviolet.

Eren menjabarkan, ada pula tanda berpigmen yang sangat khas dan disebut bintik Mongolia (Mongolian spots). Bintik ini berwarna biru keabu-abuan dan biasanya dijumpai pada bayi Asia.

Bintik ini seringkali ditafsirkan sebagai memar atau lebam pada bayi baru lahir karena trauma persalinan. Tanda khas ini sering muncul pada punggung bagian bawah atau pantat bayi. Bintik ini dapat bertahan lama hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun namun tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus.

Itu dia beberapa masalah kulit bayi yang baru lahir. Tetap jaga dan rawat Si Kecil terus ya Moms.

Artikel Terkait