NEWBORN
17 Juni 2020

4 Masalah Kulit Bayi di Musim Panas, Perhatikan Moms!

Kurangi aktivitas luar ruangan untuk melindungi bayi dari gigitan serangga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Perubahan cuaca dari musim hujan ke musim panas juga dapat memengaruhi kondisi kulit Si Kecil. Jika kulitnya tidak dirawat dengan baik, ia akan mengalami beberapa masalah kulit bayi di musim panas.

Karena itu, mengetahui dengan mengetahui jenis masalah kulit bayi dapat membantu mencari cara untuk mengobatinya.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Kepala Bayi Berkerak

Masalah Kulit Bayi di Musim Panas

Berikut ini beberapa masalah kulit bayi di musim panas yang umum terjadi pada Si Kecil.

1. Eksim

masalah kulit bayi di musim panas-eksim

Meskipun genetika adalah salah satu penyebab utama eksim, tetapi kondisi lingkungan juga memainkan peran besar. Salah satunya musim panas.

Menurut jurnal Paediatrics Child Health, eksim adalah ruam kulit yang tampak seperti kulit kering, menebal, bersisik, atau benjolan merah kecil yang dapat melepuh, mengeluarkan cairan, atau terinfeksi jika tergores.

Mengutip Healthy Children, masalah kulit bayi di musim panas ini dapat disebabkan oleh AC, suhu yang terlalu panas, keringat, dan klorin di kolam renang.

Untuk bayi usia kurang dari 6 bulan, biasanya eksim muncul di pipi dan dahi. Bayi usia 6-12 bulan di daerah siku dan lutut. Sementara eksim pada anak 2 tahun ke atas terdapat pada lipatan siku dan lutut, bagian tangan dan kaki.

2. Terbakar Sinar Matahari

masalah kulit bayi di musim panas-sunburn

Jika kulit Si Kecil tidak dilindungi dengan baik dari sinar matahari, maka ia akan mengalami kulit yang terbakar sinar matahari sebagai masalah kulit bayi di musim panas.

Sebagian besar kulit yang terbakar sinar matahari akan menjadi merah, hangat dan sakit.

Karena itu, lindungi kulit Si Kecil dari paparan sinar UV dengan menggunakan tabir surya khusus bayi, atau gunakan penutup kepala.

Baca Juga: Bagaimana Cara Tepat Melindungi Kulit Bayi dari Sinar Matahari?

3. Ruam Panas

masalah kulit bayi di musim panas-ruam panas

Ini juga dikenal sebagai 'miliaria'. Kondisi kulit ini lebih sering terjadi pada bayi muda karena kelenjar keringat yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga pori-pori kelenjar keringat tersumbat dan keringat tidak bisa keluar.

Ruam tersebut tampak seperti bercak-bercak kecil berwarna merah muda atau merah, lecet atau bintik-bintik di daerah lipatan tubuh, seperti leher, siku, ketiak, atau paha.

"Saat cuaca panas, atau ketika terlalu lembap, kelenjar keringat bayi tersumbat dan meradang, dan kulit bisa membentuk bintik-bintik merah atau pustula kecil, atau kadang-kadang bahkan hanya bintik-bintik berwarna putih," kata Dr. Leona Yip, ahli dermatologis mengutip Kid Spot.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Ruam Susu pada Bayi

4. Gigitan Serangga

masalah kulit bayi di musim panas-gigitan serangga

Hampir tidak mungkin bagi Si Kecil untuk menghindari gigitan serangga, seperti nyamuk misalnya, jika Moms akan menghabiskan waktu di luar rumah selama musim panas.

Si Kecil mungkin tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang digigit, bayi akan menyadarinya ketika mulai muncul rasa gatal, menyebabkan mereka tidak bisa berhenti menggaruk.

Menurut American Academy of Pediatrics, sebaiknya penggunaan DEET (bahan yang ditemukan pada semprotan atau losion anti serangga) saat Si Kecil berusia di atas 2 bulan dengan kadar DEET 10% hingga 30%.

Itu dia Moms beberapa masalah kulit bayi di musim panas yang dapat terjadi pada Si Kecil. Apakah buah hati Moms juga pernah mengalaminya?

Artikel Terkait