KESEHATAN
23 Agustus 2019

Hati-hati, 4 Masalah Kulit Ini Akan Mengintai Saat Musim Kemarau

Lakukan persiapan agar tetap bisa menikmati hari selama kemarau
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat musim kemarau, kulit terasa lebih kering. Apalagi saat ini mulai terasa udara dingin namun malah membuat kulit tambah kering.

Jika tidak terus dirawat, kondisi kulit Moms akan semakin memburuk. Apalagi yang diharuskan beraktivitas di luar ruangan.

Meski telah memakai sunscreen, sensasi kulit terbakar juga akan tetap terasa. Dokter kulit bersertifikat Kally Papantoniou, MD, FAAD mengatakan, bahkan salep yang mengandung hidrokortison juga tidak akan terlalu berpengaruh.

"Itu tidak akan banyak membantu dengan segera, tetapi dalam beberapa jam itu akan membantu menenangkan luka bakar," katanya.

Baca Juga: Mudah Dicoba, Ini 5 Cara Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes

Moms mungkin pernah mendengar cara mengatasi kulit terbakar adalah dengan mengoleskan lidah buaya.

Tetapi, berhati-hatilah jika ternyata gel tersebut juga mengandung alkohol. Itu akan semakin mengiritasi kulit sensitif.

Dokter kulit bersertifikat Ivy Lee, MD, yang juga asisten profesor klinis dermatologi di UCLA menambahkan, bukan hanya lidah buaya yang bisa menenangkan kulit. "Carilah sesuatu yang melembabkan kulit dan membantu memperbaiki kulit,” tutur dia.

Selain kulit kering dan sunburn, ada beberapa masalah kulit di musim kemarau lainnya yang harus Moms waspadai. Apa saja itu?

1. Gigitan Serangga

Hati-Hati Masalah Kulit Ini Akan Mengintai Saat Musim Kemarau -1.jpg

Masalah kulit di musim kemarau yang paling sering dialami tentunya adalah gigitan serangga. Cuaca kering dan panas akan membuat serangga, terutama nyamuk semakin banyak.

Jika tidak segera dipersiapkan, Moms akan memiliki banyak gigitan serangga yang akan meninggalkan bekas berwarna coklat tua saat gatalnya hilang. Ini adalah masalah kulit di musim kemarau yang paling banyak ditemui.

“Semakin Anda menggaruk, akan semakin gatal karena Anda telah merusak kulit Anda. Akhirnya, saraf menjadi semakin sensitif,” kata Dr. Papantoniou, seorang ahli kulit.

Alih-alih menggaruknya, jika Moms mengalami gigitan serangga cukup gunakan gel pendingin atau semprotan anti-gatal, atau gunakan es untuk mengompres bagian kulit yang terkena gigitan serangga.

Baca Juga: Kulit Kering? Atasi dengan 5 Masker Wajah Alami Ini!

2. Folikulitis

Hati-Hati Masalah Kulit Ini Akan Mengintai Saat Musim Kemarau -2.jpg

Bukan hanya kulit badan yang akan terkena masalah kulit di musim kemarau, rambut dan kulitnya pun akan ikut terpengaruh.

Biasanya, folikulitis atau infeksi pada folikel rambut akan sangat menggangu aktivitas Moms.

Melewati hari-hari yang panas berarti lebih banyak berkeringat yang disukai bakteri. Dia akan memakan keringat dan kulit mati yang menyumbat pori-pori rambut.

“Cucilah rambut dan kepala dengan sampo yang mengandung benzoil peroksida, dia akan membantu memperkecil area folikulitis dengan membersihkan perlahan dan menghentikan pembentukan radang yang baru,” kata Dr. Papantoniou.

Selain itu, Dr. Papantoniou menyarankan untuk lebih sering mandi. "Bahkan jika badan tidak berbau, ada bakteri dalam keringat yang dapat menyumbat pori-pori," tambah dia.

3. Ruam Panas

Hati-Hati Masalah Kulit Ini Akan Mengintai Saat Musim Kemarau -3.jpg

Pori-pori yang tersumbat akibatnya banyaknya keringat, dapat membuat kulit meradang bahkan infeksi.

Hal itu menyebabkan ruam panas di beberapa tempat di kulit. Akan tetapi, jika tetap dalam keadaan lembab, masalah kulit tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Kenakanlah pakaian yang lebih longgar untuk menghindari gesekan pada pori-pori saat Anda berolahraga. “Untuk menghilangkan rasa gatal, gosokkan krim kortison,” kata Dr. Papantoniou.

Baca Juga: 5 Cara Untuk Menghilangkan Bekas Gigitan Serangga yang Menghitam di Kulit Balita

4. Virus Moluskum

Hati-Hati Masalah Kulit Ini Akan Mengintai Saat Musim Kemarau -4.jpg

Virus moluskum paling sering terlihat pada anak-anak. Meskipun tidak terlalu berbahaya, virus ini dapat menyebabkan benjolan cokelat yang di dalamnya seperti ada cairan putih dan bisa muncul di bagian kulit manapun.

Moluskum tumbuh di bawah air yang diklorinasi yang biasa ditemui di kolam renang, itulah sebabnya sering terjadi selama musim panas. Virus dapat ditularkan dari kontak kulit ke kulit.

“Alasan mengapa anak-anak sering mendapatkannya karena sistem kekebalan membuat reaksi terhadap virus merka yang masih rentan,” jelas dokter kulit Kota New York Bobby Buka, MD, JD.

Penting untuk mencuci badan segera setelah keluar dari kolam renang. Menjaga kebersihan yang baik adalah cara untuk mencegah moluskum dan juga banyak virus lainnya.

Banyak cara untuk menghindari masalah kulit di musim kemarau ini. Pastikan saja kebersihan seluruh anggota keluarga Moms tetap terjaga ya.

(FAR)

Artikel Terkait