BALITA DAN ANAK
16 Oktober 2019

Masalah pada Tubuh Penyebab Gagal Tumbuh pada Balita

Pertumbuhan anak di bawah normal? Jangan-jangan ia gagal tumbuh
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Anak yang sehat akan bertambah berat badan dan tingginya sesuai grafik di Kartu Menuju Sehat (KMS).

Jika pertumbuhan anak tidak sesuai, berat badan anak tidak bertambah seiring usia dan bahkan menurun, jangan-jangan ia mengalami gagal tumbuh.

Menurut pakar nutrisi dan metabolik anak dr. Damayanti Rusli Sjarif, gagal tumbuh adalah kondisi di mana tubuh anak tidak dapat menerima, mempertahankan, maupun memanfaatkan kalori untuk menambah berat badan.

Akibatnya, anak tampak lebih pendek dan kurus dibanding anak-anak normal seusianya.

Berat badan rendah pada anak bisa terjadi karena kurangnya asupan kalori.

Penyebabnya bisa jadi jadi karena anak malas makan atau orang tua tidak mampu memberikan makanan bergizi. Balita usia 1-5 tahun membutuhkan asupan 1.000-1.400 kalori setiap hari, Moms.

Selain itu, beberapa gangguan dalam tubuh bisa menghambat kenaikan berat badan anak. Misalnya…

1. Masalah Pencernaan

Masalah Pencernaan

Foto: health.clevelandclinic.org

Diare kronis bisa menyulitkan tubuh menyimpan zat gizi dan kalori dari makanan. Sistik fibrosis, penyakit hati kronis, cacingan, penyakit Crohn, serta penyakit seliak bisa mengganggu kemampuan tubuh menyerap zat gizi, salah satunya karena merusak lapisan usus.

Jika anak memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif, tubuhnya bisa membakar terlalu banyak kalori.

Anak yang tidak bisa mencerna makanan karena kapasitas pankreas yang buruk pun tidak bisa gemuk.

Asam refluks parah bisa menyebabkan anak muntah berlebihan sehingga kerongkongannya luka.

Anak jadi menolak makan karena terasa sakit saat menelan. Akibatnya, anak kekurangan asupan kalori.

Baca Juga: Ini Efek Buruk Kurang Gizi bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

2. Gangguan Perkembangan

Gangguan Perkembangan

Foto: cerebralpalsyguidance.com

Anak yang terlahir prematur, mengalami keterlambatan perkembangan, cerebral palsy, atau autis memiliki sensitivitas oral di atas normal atau masalah neurologis yang memengaruhi kemampuan mereka menelan.

Mereka biasanya tidak menyukai makanan dengan tekstur atau rasa tertentu.

3. Infeksi

3. Infeksi.jpg

Foto: babycenter.com

Infeksi parasit, saluran kemih, tuberkulosis, dan infeksi lain bisa memaksa tubuh menggunakan zat gizi secara cepat dan menurunkan nafsu makan.

Hal ini bisa menyebabkan gagal tumbuh dalam jangka pendek maupun panjang.

4. Gangguan Metabolisme

4. Gangguan Metabolisme.jpg

Foto: iStock

Kondisi kesehatan ini menyulitkan tubuh untuk memecah, memproses, atau mengambil energi dari makanan.

Gangguan metabolisme juga bisa menyebabkan anak susah makan atau muntah.

Selain itu juga ada kondisi yang disebut hipermetabolisme, yakni metabolisme berlangsung lebih cepat dari biasanya.

Sebanyak apapun makanan yang dikonsumsi anak, ia akan segera membakarnya.

Akibatnya, sari makanan yang diserap tubuh tinggal sedikit dan anak jadi cepat lapar.

Baca Juga: Cara Terbaik Memantau Pertumbuhan Anak dan Memenuhi Nutrisinya dengan Baik

5. Masalah Fisiologis

5. Masalah fisiologis.jpg

Foto: pressassociation.io

Contohnya bibir dan langit-langit mulut sumbing yang menimbulkan masalah makan.

6. Intoleransi Makanan

6. Intoleransi Makanan.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Intoleransi makanan berbeda dengan alergi makanan. Intoleransi umumnya tidak terlalu serius dan terbatas pada masalah pencernaan, sedangkan alergi makanan adalah reaksi sistem imun yang bisa memengaruhi beberapa organ dalam tubuh dan bisa mengancam nyawa.

Contohnya adalah intoleransi protein susu sapi. Tubuh tidak dapat menyerap makanan yang memiliki protein susu seperti yoghurt dan keju, sehingga bisa berujung pada gagal tumbuh.

Baca Juga: Cara Mencukupi Kebutuhan Vitamin D Anak untuk Pertumbuhan Tulang

7. Penyakit Lain

7. Penyakit Lain.jpg

Foto: verywellfamily.com

Masalah jantung yang bisa berujung pada gagal jantung bisa membuat anak tidak mengonsumsi makanan dengan baik jika mereka sulit bernapas.

Gagal ginjal atau masalah ginjal lain juga bisa memengaruhi kenaikan berat dan tinggi badan dengan memengaruhi mekanisme pertumbuhan tertentu.

Kondisi lain terkait paru-paru dan sistem endokrinpun bisa meningkatkan jumlah kalori yang dibutuhkan anak, sehingga anak sulit memenuhinya.

Gagal tumbuh perlu segera diatasi, Moms, karena bisa menyebabkan stunting atau pendek karena kekurangan gizi berkepanjangan.

Kalau sudah stunting, tidak bisa dibuat menjadi normal lagi. Ngeri, ya, Moms?

Artikel Terkait