BALITA DAN ANAK
29 Juni 2020

5 Masalah Penis Pada Anak Laki-Laki Dan Cara Mengatasinya

Kesehatan penis anak laki-laki juga perlu diperhatikan dengan baik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms, pernahkah dibuat bingung dengan hal yang harus dilakukan saat menghadapi masalah penis anak laki-laki?

Walau tidak terlalu familiar secara anatomi, penting sekali untuk tahu apa yang harus diperhatikan supaya bisa mencegah dan mengatasinya sejak dini.

Mengenal Berbagai Masalah Penis pada Anak Laki-Laki

Supaya lebih sigap dan waspada, perhatikan dulu berbagai masalah penis pada anak laki-laki berikut ya, Moms.

1. Cidera Penis

5 Masalah Penis Pada Anak Laki-Laki Dan Cara Mengatasinya 1.jpeg

Foto: Cyclesprog.co.uk

Bagi anak laki-laki yang selalu bergerak aktif dan sering bermain di luar ruangan, risiko cidera penis dan testis selalu saja ada.Misalnya saja karena bermain sepeda, terkena tendangan bola, atau tersenggol.

Sebagian besar kasus cidera penis sifatnya ringan, tidak berdampak serius dalam jangka panjang, dan biasanya hanya memicu rasa mual dan tegang di perut.

Cidera penis ringan bisa diatasi dengan berbaring dan melakukan kompres dingin jika perlu. Namun, Moms perlu membawa Si Kecil ke dokter jika ada keluhan seperti berikut:

  • Sakitnya terasa tidak tertahankan dan tidak hilang setelah satu jam.
  • Testis terlihat memar, membengkak, atau luka.
  • Mual dan muntah tidak kunjung berhenti.
  • Muncul demam

Baca Juga: Kenapa Bayi Laki-laki Senang Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

2. Penis Kemerahan

5 Masalah Penis Pada Anak Laki-Laki Dan Cara Mengatasinya 2.jpg

Foto: Splashabout.com

Jangan panik dulu kalau ujung penis Si Kecil tampak berwarna kemerahan. Biasanya masalah penis anak laki-laki ini disebabkan oleh iritasi akibat memakai popok terlalu lama, celana dalam kesempitan, gesekan dengan celana renang, atau residu sabun menumpuk di kulup.

Warna kemerahan pada ujung biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa saat setelah dibersihkan dan mengenakan celana dalam yang nyaman. Untuk mencegahnya terjadi lagi di masa depan, ajarkan Si Kecil untuk membersihkan penis dengan baik dan memakai celana dalam di bawah celana renang.

Namun, menurut literatur dari National Institutes of Health, ujung penis berwarna kemerahan juga bisa terjadi akibat balanitis atau infeksi pada kepala penis. Kondisi yang membuat Si Kecil merasa sakit saat buang air kecil ini sebaiknya diperiksakan ke dokter.

3. Penis Gatal atau Ruam

5 Masalah Penis Pada Anak Laki-Laki Dan Cara Mengatasinya 3.jpg

Foto: Jooinn.com

Sama seperti bagian tubuh lainnya, penis dan testis anak laki-laki juga bisa terasa gatal atau menjadi ruam karena berbagai sebab.

Mengutip situs Seattle Children’s, penyebab utama penis gatal atau ruam adalah iritan kulit seperti serangga, tungau, getah tanaman, maupun bahan kimia. Selain karena langsung mengenai penis atau testis, iritan juga bisa berpindah dari tangan kotor yang memegang penis saat buang air kecil.

Masalah penis anak laki-laki ini bisa dihindari dengan kebiasaan mencuci tangan yang baik dan selalu memakai celana dalam saat bermain di luar ruangan. Jika gatal atau ruam pada penis tak kunjung hilang setelah beberapa hari, periksakan ke dokter untuk ditangani secara khusus ya, Moms.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan Alat Kelamin pada Bayi, Perlu Moms Waspadai!

4. Infeksi Saluran Kemih

5 Masalah Penis Pada Anak Laki-Laki Dan Cara Mengatasinya 4.jpg

Foto: Romper.com

Anak laki-laki bisa mengalami infeksi saluran kemih (ISK) saat ada bakteri masuk dan menetap dalam kandung kemih, yang biasanya dipicu oleh kurang minum, kebersihan penis kurang terjaga, sering menahan buang air kecil, maupun sembelit.

Meski bisa diatasi dengan minum antibiotik, sebaiknya Moms juga mengajarkan berbagai kebiasaan baik untuk mencegah ISK, seperti cukup minum, rutin buang air kecil, membersihkan kulup dengan baik jika Si Kecil belum disunat, serta menjaga pola makan sehat supaya buang air besar lancar.

5. Sakit Pada Kulup

5 Masalah Penis Pada Anak Laki-Laki Dan Cara Mengatasinya 5.jpg

Foto: Daddilife.com

Anak laki-laki yang belum disunat pasti masih memiliki kulup atau foreskin, yaitu bagian kulit yang menutup kepala penis.

Pada anak berusia di bawah dua tahun, kulup bisa terasa sakit karena belum terpisah dengan sempurna dari penis. Namun, biasanya rasa sakit akan hilang dengan sendirinya saat kulup bisa digerakkan terpisah dari penis.

Pada anak laki-laki yang lebih besar, kulup juga bisa terasa sakit jika tidak kembali pada posisinya saat ditarik ke belakang. Nah, kondisi ini perlu segera ditangani secara medis oleh dokter.

Baca Juga: 6 Masalah pada Kulup Bayi Laki-laki, Waspada!

Segera bawa Si Kecil ke dokter jika masalah penis anak laki-laki ditandai dengan gejala seperti penis membengkak dan berwarna sangat merah, ada darah atau nanah keluar dari penis, sakit atau menangis saat buang air kecil, atau kulup tidak bisa kembali pada posisinya.

Si Kecil mungkin tidak selalu bisa jujur pada Moms tentang masalah pada area kelaminnya, jadi selalu perhatikan tanda kesakitan dan ingatkan Si Kecil kalau ia selalu bisa bercerita pada Dads jika merasakan keluhan atau perubahan pada penisnya.

Menurut Moms, apa yang seharusnya para Moms ketahui tentang kesehatan penis anak laki-laki?

Artikel Terkait