PASCA MELAHIRKAN
8 September 2020

Masalah Umum Ibu Menyusui yang Sering Terjadi (Part 2)

Jadikan pengalaman menyusui Si Kecil berkesan dan penuh kasih sayang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Masa menyusui adalah masa yang paling berkesan bagi seorang ibu. Ini menjadi waktu di mana Moms bisa melakukan kontak skin-to-skin sebagai bentuk bonding dengan Si Kecil.

Tetapi dalam mengasuh anak, Moms bisa mengalami beberapa tantangan tersendiri. Salah satunya masalah umum ibu menyusui. Lalu, seperti apa solusi yang bisa dilakukan?

Baca Juga: 5 Masalah yang Akan Terjadi Bila Menggunakan Dot untuk Bayi Menyusui

Masalah Umum Ibu Menyusui

masalah umum ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Sebelumnya, dr. Andina Chrisnawati Rahardjo, Sp.A, M.Kes, Dokter Anak dan Konselor ASI OMNI Hospitals Alam Sutera telah menjawab beberapa masalah umum ibu menyusui.

Moms bisa cek artikel "Masalah Umum Ibu Menyusui yang Sering Terjadi (Part 1)" di sini.

Nah, sekarang yuk cari tahu masalah umum dari ibu menyusui yang lain serta apa saja solusinya berikut ini, Moms.

1. Seperti Apa Cara Mengatasi Puting Lecet?

Puting lecet menjadi masalah umum saat menyusui yang utama, dan bisa sering sekali terjadi di awal-awal menyusui.

Kondisi ini tentunya berpengaruh pada produksi ASI. Karena saat menyusui, akan timbul sensasi nyeri yang tentunya akan memengaruhi hormonal ibu menyusui, salah satunya hormon stres yang dapat menekan produksi ASI.

Di samping itu, jika terjadi puting yang lecet, maka secara otomatis frekuensi menyusui akan menjadi berkurang akibat rasa nyeri yang timbul. Hal ini juga menjadi faktor penyebab berkurangnya produksi ASI.

Karena itu, dr. Andina menyarankan bila Moms mengalami puting lecet, pengeluaran ASI tetap harus dilakukan sesering mungkin, dengan memerah langsung atau menggunakan pompa, agar produksi ASI tetap lancar.

"Selain menggunakan nipple cream, hal lain yang dapat dilakukan ketika ada lecet pada puting adalah selalu menjaga kebersihan payudara sebelum dan setelah menyusui, agar tidak ada kuman yang berpotensi menimbulan infeksi pada luka lecet," jelas dr. Andina.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk mengoleskan sedikit ASI yang dikeluarkan sebelum dan sesudah menyusui di area puting yang lecet. Ini karena ASI memiliki zat antiinflamasi yang dapat membantu proses penyembuhan.

Baca Juga: 3 Obat Alami untuk Puting Lecet Akibat Menyusui

2. Apa Risiko Anak Menyusu Setelah 2 Tahun?

Moms mungkin mengalami kasus masalah umum ibu menyusui di mana Si Kecil masih menyusu bahkan ketika usianya sudah menginjak dua tahun. Namun, adakah risiko jika Si Kecil masih menyusu setelah berumur 2 tahun?

Menurut dokter Andina, menyusui anak setelah usia dua tahun, atau dikenal dengan istilah extended breastfeeding, tidak memiliki risiko kesehatan tertentu baik untuk ibu maupun anak.

"Kebutuhan ASI anak berusia lebih dari 1 tahun sudah berkurang dan bukan merupakan sumber nutrisi utama. Apa yang harus diperhatikan adalah pemenuhan makan utama yang lengkap dan seimbang mengandung karbohidrat, protein, lemak, sayur atau buah," jelas dokter Andina.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebutuhan gizi dan nutrisi ini yang akan memenuhi mayoritas kelengkapan nutrisi Si Kecil di usia lebih dari satu tahun, sehingga nutrisi dari ASI didapatkan sebagai pelengkap saja.

Baca Juga: 3 Tips Jitu Menyapih tanpa Drama, Catat!

3. Adakah Tips Agar Bisa Menyapih dengan Cinta?

Proses menyapih atau weaning memang perlu proses yang panjang dan butuh kesabaran serta komitmen. Terlebih lagi, hal ini tidak boleh dilakukan secara mendadak dan dalam waktu singkat, karena akan menyebabkan trauma pada anak.

Sebagai masalah pada ibu menyusui yang lainnya, Moms mungkin ingin mengetahui seperti apa tips agar seorang ibu bisa menyapih anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Dokter Andina menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti mengurangi waktu dan durasi menyusui, lalu menggantinya dengan jadwal camilan.

Selain itu, bisa juga dengan mengalihkan perhatian anak mengunakan permainan atau kegiatan yang disukai sebelum anak berpikir untuk menyusu.

"Saat malam hari, berikan pengertian bahwa Si Kecil dapat menyusu di esok hari karena itu saatnya untuk tidur. Jika perlu, libatkan Dads untuk membantu menidurkan Si Kecil di malam hari," jelas dr. Andina.

Itu dia Moms, pertanyaan dan jawaban dari masalah umum ibu menyusui yang sering terjadi oleh dr. Andina Chrisnawati Rahardjo, Sp.A, M.Kes, yang merupakan Dokter Anak dan Konselor ASI OMNI Hospitals Alam Sutera.


Artikel ini merupakan kerjasama dengan OMNI Hospitals.

dr. Andina Chrisnawati Rahardjo, Sp.A, M.Kes adalah Dokter Anak dan Konselor ASI yang berpraktek di OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Jadwal Praktek:

  • Senin dan Rabu: 14.00 s/d 17.00 WIB
  • Selasa, Kamis dan Jumat: 13.00 s/d 17.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 s/d 12.00 (dengan perjanjian)
Artikel Terkait