PERNIKAHAN & SEKS
13 Juli 2020

Ini 5 Hal yang Jadi Konflik dalam Pernikahan Jarak Jauh

Kondisi ini bisa menimbulkan banyak masalah apabila Moms dan Dads tidak saling percaya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Amelia Puteri

Long Distance Marriage atau hubungan jarak jauh saat sudah menikah memang jadi tantangan tersendiri. Tapi percayalah, setiap tantangan dan ujian pasti ada hikmahnya jika Moms melihatnya dari sudut pandang positif.

Berada jauh dari pasangan memang tidak mudah bagi hubungan percintaan, tak peduli berapa lama durasi hubungan tersebut sudah berlangsung. Apalagi, jika ada masalah, tidak secepat itu bagi pasangan yang berjarak jauh untuk menyelesaikannya.

Lalu, apa saja konflik dalam pernikahan jarak jauh yang bisa terjadi? Berikut ini beberapa penjelasannya.

Konflik dalam Pernikahan Jarak Jauh

Setiap hubungan memiliki pasang surut. Tidak semua hubungan percintaan diwarnai dengan bumbu-bumbu manis dan romantis, Moms. Terkadang ada rasa sakit hati yang tak luput dari pandangan. Keadaan tersebut akan semakin diperparah kalau keduanya tidak dalam jarak berdekatan.

Tapi jangan resah, Moms. Berikut ini akan dibahas lebih lanjut konflik dalam pernikahan jarak jauh agar Moms bisa lebih waspada lagi ketika menjalaninya.

1. Miskomunikasi

Konflik dalam Pernikahan Jarak Jauh 1.jpeg

Foto: unsplash.com

Dikutip dari jurnal National Library of Medicine, konflik dalam pernikahan jarak jauh yang utama adalah miskomunikasi. Miskomunikasi dapat terjadi dalam jangka waktu lama hingga menimbulkan kekeliruan dan perkelahian yang tidak ada putus-putusnya.

Berdiskusi dan rasa saling percaya adalah kuncinya. Ceritakan dan utarakan semua yang Moms rasakan. Bertukar pikiranlah sebanyak mungkin sehingga jarak jauh pun jadi tidak terasa.

Baca Juga: 4 Cara Mempertahankan Pernikahan Jarak Jauh dengan Suami

2. Merasa Menjauh

Konflik dalam Pernikahan Jarak Jauh 2.jpg

Foto: freepik.com

Beberapa pasangan jarak jauh bisa merasa terpisah sebelum akhirnya benar-benar merasa kehilangan satu sama lain. Ini menjadi konflik dalam pernikahan jarak jauh yang lainnya.

Menurut Inspiring Tips, proses terpisah seperti bola salju, di mana perasaan tersebut terus menerus ditumpuk hingga akhirnya kedua pasangan tidak merasakan koneksi emosional seperti dahulu.

Untuk menghindari perasaan menjauh ini, pastikan fondasi hubungan Moms dan pasangan kuat. Artinya, tidak dibangun di atas kebohongan dan ketidakpercayaan.

3. Trust Issue

Konflik dalam Pernikahan Jarak Jauh 3.jpeg

Foto: unsplash.com

Trust issue atau masalah pada kepercayaan antar masing-masing pasangan yang sangat bisa dipahami, apalagi bagi mereka yang menikah namun langsung terpisah jarak.

Pasangan yang tidak mampu memahami dan saling mengenal satu sama lain akan membangun fondasi pernikahan dengan perasaan was-was dan ketakutan akan kehilangan. Padahal sebenarnya pemikiran seperti ini tidak diperlukan.

Mengutip Live Osumly, satu-satunya cara untuk mengatasi konflik pernikahan jarak jauh ini ialah dengan memberi kepercayaan penuh pada pasangan.

Memang, tidak ada cara pasti untuk mengetahui apakah pasangan benar-benar bisa dipercaya, tetapi menelepon atau mengirim teks sepanjang waktu juga bukan solusi ya, Moms.

Baca Juga: 5 Mitos Selingkuh yang Tidak Perlu Dipercayai Lagi

4. Rasa Cemburu

Konflik dalam Pernikahan Jarak Jauh 4.jpg

Foto: freepik.com

Konflik dalam pernikahan jarak jauh lainnya adalah perasaan cemburu yang berlebihan. Meskipun sangat normal terjadi, kecemburuan sebenarnya tak hanya terjadi pada pasangan yang terpisah jarak.

Jika perasaan cemburu ini terus dibiarkan berkembang, kemungkinan pasangan akan merasa tertekan dan diri Moms sendiri pun tidak akan pernah tenang.

Waspada boleh saja, Moms. Tetapi jika karena hal ini Moms dan Dads jadi terus-terusan berdebat, lama-lama hubungan pernikahan akan jadi tidak sehat.

Baca Juga: Merasa Kesepian Dalam Pernikahan? Ini 6 Penyebabnya

5. Kesepian

Konflik dalam Pernikahan Jarak Jauh 5.jpeg

Foto: unsplash.com

Kesendirian adalah perasaan yang bisa datang silih berganti dalam konflik pasangan jarak jauh.

Mengutip Psychology Today, psikolog hubungan Roni Beth Tower mengatakan bahwa jarak dapat memperkuat perbedaan antara emosi yang dialami sendiri dengan emosi yang dirasaan ketika bersama orang lain.

Perasaan kesepian ini hadir karena pasangan yang harusnya Moms harapkan selalu ada ternyata tak dapat terlihat secara fisik.

Untuk mengobati rasa rindu dan sepi ini, Moms bisa menambahkan foto bersama dengan Dads di tempat yang sering Moms lihat. Misalnya di meja kerja, mobil, atau tempat tidur.

Masalah pasti ada dalam setiap hubungan, baik jarak jauh atau jarak dekat. Tetapi, apabila Moms dan Dads bisa menjalaninya dengan mindset yang positif, rintangan apapun pasti akan teratasi.

Artikel Terkait