BALITA DAN ANAK
23 September 2019

Masih Balita Sudah Menderita Rabun Jauh dan Mata Silinder, Ternyata Ini Penyebabnya!

Salah satunya, kebiasaan penggunaan gadget yang salah
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Masih ingat kan Moms, ramainya pemberitaan tentang Gempita Nora Marten yang usianya masih balita menderita rabun jauh dan silinder sekaligus?

Dikutip dari eyeque.com, miopi atau rabun jauh memang diderita oleh 4% balita berusia 6-72 bulan dan 9% anak berusia 5-17 tahun.

Adapun sebagian besar kasus astigmatisme atau mata silinder pada balita terjadi karena bawaan lahir.

Setiap orang tua sebenarnya wajib tahu tentang gejala serta penyebab balita menderita rabun jauh dan mata silinder supaya tidak sampai mengganggu kelancaran aktivitas balita.

Yuk Moms, simak informasi yang sudah kami rangkum berikut untuk tahu lebih banyak!

Baca Juga: Dampak Buruk Terlalu Lama Lihat Gadget Pada Mata Anak

Gejala Rabun Jauh dan Astigmatisme Pada Balita

Masih Balita Sudah Menderita Rabun Jauh dan Mata Silinder, Ternyata Ini Penyebabnya 1.jpg

Foto: Babycenter.com

Balita memang belum bisa mengeluh langsung tentang keadaan mata atau gangguan penglihatan yang dirasakannya.

Namun menurut Gretchyn Bailey, NCLC, FAAO dari American Academy of Optometry orang tua perlu lebih jeli mengenali beberapa gejala balita menderita rabun jauh, yaitu:

  • Karena objek berjarak jauh terlihat buram, Si Kecil tampak sering duduk sangat dekat dengan layar saat menonton TV.
  • Sering mengucek mata serta mengeluh sakit kepala.
  • Mata lelah setelah membaca.
  • Mudah pusing saat bermain atau berolahraga.

Sedangkan gejala balita menderita balita mata silinder kurang lebih sama, tapi Si Kecil juga tampak lebih sensitif terhadap cahaya sehingga sering memicingkan mata atau melakukan gerakan lain untuk melindungi mata.

Penyebab Balita Menderita Rabun Jauh dan Astigmatisme

Masih Balita Sudah Menderita Rabun Jauh dan Mata Silinder, Ternyata Ini Penyebabnya 2.jpg

Foto: All4women.co.za

Miopi atau rabun jauh adalah kondisi dimana mata tidak menangkap cahaya tepat di retina melainkan sedikit di depannya, sehingga objek yang jauh terlihat kabur.

Menurut National Health Services ada beberapa faktor yang bisa jadi penyebabnya:

  • Terlalu sering memfokuskan mata pada objek yang jaraknya dekat dengan mata, seperti membaca maupun menonton atau bermain gadget.
  • Keturunan dari orang tua yang juga menderita rabun jauh.
  • Jarang menghabiskan waktu beraktivitas di luar ruangan.

Sedangkan astigmatisme atau mata silinder terjadi karena bentuk kornea atau lensa mata yang cenderung melengkung, sehingga cahaya yang masuk ke dalam mata terpecah.

Sebagian besar kasus mata silinder pada balita terjadi karena bawaan lahir, namun bisa juga terjadi akibat cedera mata atau setelah menjalankan operasi mata.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Mata Belekan Pada Anak!

Mencegah Balita Menderita Rabun Jauh

Masih Balita Sudah Menderita Rabun Jauh dan Mata Silinder, Ternyata Ini Penyebabnya 3.jpg

Foto: Manorfarm.info

Rabun jauh dan mata silinder memang bisa diatasi dengan penggunaan kacamata dan lensa kontak atau operasi lasik, tapi tentu akan lebih baik kalau Si Kecil tidak perlu mengalaminya kan, Moms?

Berita baiknya, ada langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata sekaligus mencegah rabun jauh bertambah parah. Nah, berikut adalah hal yang bisa Moms lakukan:

  • Melakukan cek mata rutin pada usia 6 bulan, 3 tahun, dan tepat sebelum masuk sekolah dasar.
  • Sering beraktivitas sambil bergerak aktif di luar ruangan.
  • Menjaga kesehatan mata dengan pola makan yang baik.
  • Beraktivitas di ruangan dengan penerangan yang cukup.

Menggunakan gadget dengan jarak minimal 30 cm dari mata dalam posisi duduk, dengan durasi maksimal hanya 1 jam dalam sehari.

Nah, apa Moms sudah tahu makanan apa saja yang baik untuk menjaga kesehatan mata balita?

(WA)

Artikel Terkait