PROGRAM HAMIL
3 Oktober 2019

Masih Mempertimbangkan Program Hamil IVF? Simak Penjelasannya di Sini!

Pasangan yang ingin mengenal apa itu IVF bisa belajar dari artikel ini.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Perawatan kesuburan bisa menakutkan, tetapi persiapan dan pembelajaran tentang efek samping dan risiko dapat membuatnya jauh lebih mudah.

Oleh karena itu, pasangan yang ingin mengenal apa itu program IVF bisa belajar dari artikel ini.

IVF (in-vitro fertilization) merupakan sebuah teknologi reproduksi berbantuan yang membuahi sel telur dengan sperma di laboratorium dan menempatkan satu atau lebih embrio kembali ke dalam rahim.

Prosedur memunculkan sejumlah pertanyaan baru, seperti dokter mana yang harus dituju, protokol medis apa yang harus diikuti dan berapa lama?

Kapan Waktu yang Tepat Menemui Spesialis Kesuburan?

Masih Mempertimbangkan Program Hamil IVF Simak Penjelasannya di Sini! 01.jpg

Foto: pixabay.com

American Society for Reproductive Medicine merekomendasikan bahwa jika seorang wanita berusia di bawah 35, dia harus mencoba hamil selama setahun sebelum menemui spesialis kesuburan. Jika usianya di atas 35, ia harus mencoba selama enam bulan.

Akan tetapi, beberapa dokter percaya tidak ada alasan untuk menunggu begitu lama karena ada tes dan pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter kandungan terlebih dahulu.

Aimee Eyvazzadeh , MD, seorang ahli endokrinologi reproduksi dalam praktik swasta di San Francisco, mengatakan bahwa orang-orang kadang-kadang diberi tahu bahwa kemandulan mereka tidak dapat dijelaskan tanpa harus menjalani tes dasar.

Dia menyarankan bahwa sebelum mencari spesialis kesuburan, wanita harus terlebih dahulu memeriksakan kadar hormon kesuburan mereka dengan tes darah sederhana, memeriksakan rahim dan saluran tuba. Adapun para pria bisa memeriksakan air mani juga.

"Tentu tidak ingin menghabiskan satu tahun untuk mencoba dan kemudian menemukan beberapa masalah. Oleh karena itu, jadikan penyaringan kesuburan sebagai bonus pemeriksaan kesehatan," kata Dr. Eyvazzadeh.

Baca Juga: Penderita Penyakit TBC Harus Menunda Program Hamil, Benarkah?

Risiko IVF

Masih Mempertimbangkan Program Hamil IVF Simak Penjelasannya di Sini! 02.jpg

Foto: pixabay.com

Salah satu risiko terbesar IVF adalah sindrom hiperstimulasi ovarium.

Kondisi menyakitkan ini dapat disebabkan oleh obat-obatan yang merangsang pertumbuhan telur berlebihan sehingga menyebabkan pembesaran ovarium, retensi cairan, dan kenaikan berat badan.

Ini dapat dikontrol dengan mengurangi dosis obat, terutama untuk wanita muda yang masih subur.

Efek samping lain dari obat-obatan IVF termasuk kista, sakit perut, reaksi kulit lokal dari suntikan, perubahan suasana hati, mual, dan sakit kepala, kata Dr. Forman.

Sementara ada korelasi antara infertilitas dan peningkatan risiko kanker payudara, ovarium dan endometrium, tidak ada bukti kuat bahwa obat infertilitas itu sendiri menyebabkan kanker.

Menurut sebuah 2018 tinjauan bukti dalam jurnal Current Opinion in Obstetrics and Gynecologist, walau infertilitas meningkatkan risiko beberapa jenis kanker wanita seperti payudara, endometrium dan kanker ovarium, kebanyakan studi tidak menunjukkan faktor signifikan antara kanker dengan penggunaan obat kesuburan.

Baca Juga: Selain Buah Zuriat, 7 Buah Ini Juga Bagus untuk Program Hamil

Harapan dari Perawatan Kesuburan

Masih Mempertimbangkan Program Hamil IVF Simak Penjelasannya di Sini! 03.jpg

Foto: pixabay.com

Langkah pertama dalam perawatan kesuburan biasanya inseminasi intrauterin (IUI), prosedur non-invasif di mana sperma ditempatkan di dalam rahim sekitar waktu ovulasi.

Dokter biasanya mencoba tiga hingga empat siklus IUI, biasanya dengan obat-obatan untuk meningkatkan jumlah telur yang dihasilkan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Jika IUI tidak berhasil, langkah selanjutnya adalah prosedur IVF yang lebih invasif.

“Pembuahan in-vitro adalah jalan pintas dari sistem pembuahan," kata Dr. William B. Schoolcraft, MD, pendiri dan direktur medis dari Colorado Center for Reproductive Medicine.

Dalam siklus menstruasi yang normal, katanya, seorang wanita harus menghasilkan satu sel telur, maka sel telur itu perlu "ditangkap" oleh saluran tuba, kemudian sperma harus berenang ke sana dan membuahi sel telur dalam waktu 5 hari.

"Banyak hal yang harus berjalan dengan benar, hanya dengan satu telur," kata Dr. Schoolcraft.

"Kami melewati langkah-langkah mekanis konsepsi alami maupun IUI, dengan cara mengirimkan embrio langsung ke rahim."

Selama IVF, obat-obatan membantu merangsang indung telur perempuan untuk menghasilkan banyak sel telur.

Kemudian, dokter akan mengekstraknya, dan ahli embriologi di laboratorium akan membuahinya dengan sperma di cawan petri.

Setelah tiga sampai lima hari, dokter akan mentransfer satu atau dua embrio yang dihasilkan ke dalam rahim dan pasangan akan menunggu hampir dua minggu untuk melihat apakah implan itu menghasilkan kehamilan.

Nah, itulah segala hal yang perlu diketahui mengenai IVF. Apakah Moms berminat untuk melakukan prosedur ini?

Baca Juga: Program Hamil dengan Suami Paruh Baya, Apakah Bisa Berhasil?

(TPW)

Artikel Terkait