RUPA-RUPA
4 Mei 2020

Masker Tidak Lagi Langka, Viral Para Penimbun Masker Merugi

Masker sudah bisa ditemukan di minimarket ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Merebaknya wabah virus corona (COVID-19) beberapa waktu lalu, membawa perubahan yang begitu besar. Salah satunya pada kebutuhan masker dan hand sanitizer di pasaran. Sejumlah pihak memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan lebih.

Masker yang tadinya berharga puluhan ribu, harganya melambung tinggi hingga mencapai ratusan ribu rupiah. Seketika hal ini menjadikan masker benda yang langka dan sulit untuk dibeli karena harganya yang tinggi.

Baca Juga: DIY Masker Kain dengan Sapu Tangan dan Dua Karet

Alhasil masyarakat beralih ke masker kain yang jauh lebih terjangkau, bisa dipakai berulang kali juga.

Namun kini masker tidak lagi langka dan mahal. Stok masker dikabarkan telah kembali normal. Bahkan kini masker sudah bisa kembali ditemukan di minimarket yang sering kita kunjungi.

Berawat dari Cuitan di Twitter

penimbun masker

Foto: Orami Photo Stock

Fenomena menimbun masker memang sempat marak di Indonesia. Beberapa pihak menyimpan masker dalam jumlah yang sangat banyak, untuk dijual kembali dengan harga yang mahal.

Untungnya hal ini cepat terselesaikan, karena stok masker sudah bisa kembali dijumpai di pasaran. Alhasil para penimbun masker dikatakan merugi karena stok masker yang banyak, hingga mencapai miliaran.

Pembicaraan ini mulanya berawal dari pengakuan salah satu warganet melalui media sosial Twitter. Pemilik akun @ferdiriva membuat cuitan tentang masker bedah yang kini sudah bisa di jumpai di sejumlah minimarket dengan harga yang normal.

Untuk satu kemasan masker bedah yang berisi lima lembar masker, harganya hanya berkisar Rp9.000 saja.

Baca Juga: Cara Menggunakan Masker yang Benar untuk Mencegah Virus, Simak di Sini!

Dirinya juga membandingkan harga masker sekarang dengan harga masker sebelumnya yang mencapai ratusan ribu rupiah.

“Kemaren sekotak isi 50 dijual 350 ribu," cuit akun @ferdiriva lewat Twitter.

Penimbun Masker yang Rugi Miliaran

penimbun masker

Foto: wowkeren.com

Cuitan tersebut awalnya dibagikan lebih dari tujuh ribu kali. Cuitan yang viral tersebut pun mendapat respon dari banyak orang, salah satunya warganet yang turut menambahkan cerita adanya kerugian yang dialami penimbun masker.

Kabarnya, kini penimbun masker harus menelan pil pahit dengan merugi sampai miliaran rupiah.

Bahkan, salah seorang warganet mengatakan jika orang yang ia kenal menderita kerugian sebesar Rp 15 miliar akibat menyetok masker, hand sanitizer, dan thermometer gun.

"Supply udah kembali normal ya. Temen gue yang kemarin nyetok masker, hand sanitizer, thermogun cerita rugi 15M gara-gara stok sekarang mandek, mau jual mahal enggak laku, jual murah juga rugi," cuit akun Twitter @renaldypjs.

Baca Juga: Seberapa Sering Kita Boleh Menggunakan Hand Sanitizer?

Akun lainnya juga membalas bahwa seorang pemilik toko yang merugi hingga 11M.

"Kemarin orang rumah sempet cerita, yang punya toko ***muka, udah mulai ngitung-ngitung rugi sampai 11M katanya, ada temen-temen yang udah infrared termometer juga pada rugi, udah turun drastis harganya," tulis akun lainnya @oktalinee.

Kini, harga-harga barang yang sempat langka sudah mulai berangsur normal. Termasuk juga hand sanitizer, yang sempat ikut langka seperti masker.

Artikel Terkait