BALITA DAN ANAK
14 September 2020

Mata Bengkak pada Anak, Yuk Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Moms, ketahui penyebab dan cara mengatasi mata bengkak pada anak berikut ini.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kesehatan anak tentunya menjadi perhatian orang tua. Jika terjadi gangguan, pastinya akan membuat Moms khawatir. Salah satu kondisi yang dapat terjadi pada anak adalah mata membengkak. Bisa saja, tiba-tiba anak bangun di pagi hari dengan mata bengkak.

Umumnya, mata bengkak pada anak terjadi karena reaksi alergi. Mata bengkak yang sering kali disertai rasa gatal bisa terjadi pada siapa saja, namun anak-anak rentan mengalaminya karena kekebalan tubuh mereka yang masih rendah.

Selain itu, anak-anak juga belum mampu sepenuhnya menjaga kebersihan dirinya.

Nah, mata bengkak bisa menjadi gejala dari gangguan kesehatan tertentu. Sebagian besar ditangani mandiri di rumah, namun ada juga hal yang mengharuskan anak ke dokter.

Daripada mencari informasi yang tidak jelas, lebih baik Moms simak pembahasan berikut tentang mata bengkak pada anak, ya!

Baca Juga: Hal-Hal yang Harus Diketahui Seputar Sakit Mata pada Anak

Penyebab Mata Bengkak pada Anak

Ada beberapa hal yang menyebabkan mata bengkak pada anak. Namun, bebera penyebab ini paling umum terjadi, yaitu:

1. Reaksi Alergi

reaksi alergi

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab mata bengkak pada anak yang pertama adalah reaksi alergi. Para ahli di National Health Service UK mengungkapkan, anak-anak sangat rentan mengalami alergi. Nah, ketika mereka terpapar pada beberapa bahan iritan seperti asap rokok, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, debu, dan tungau, maka bisa jadi anak mengalami alergi. Gejala yang bisa terlihat adalah pembengkakan dan kemerahan pada kelopak mata.

Alergi makanan, seperti alergi susu atau kacang, juga bisa menimbulkan reaksi seperti mata membengkak. Adapun gejala lainnya disertai muncul ruam merah yang terasa gatal di sekujur tubuh, hidung meler, batuk dan bersin, hingga sesak napas. Maka dari itu, Moms harus melihat tanda-tanda alergi pada anak agar segera dapat ditangani dengan baik.

Perlu Moms pahami, beberapa alergi hilang seiring dengan bertambahnya usia anak, meskipun banyak juga yang bersifat seumur hidup. Hal ini mungkin menjadi hal yang baru terlebih ketika anak masih berusia sangat dini. Namun, Moms perlu mengingat bahan iritan apa saja yang dapat memicu reaksi pada anak.

Baca Juga: 5 Jenis-Jenis Alergi Kulit yang Umum Terjadi Pada Anak

2. Digigit Serangga

digigit serangga

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab mata bengkak pada anak yang selanjutnya adalah digigit serangga. Gigitan serangga, seperti nyamuk dapat mata sembab sehingga terlihat membengkak. Namun, umumnya mata bengkak pada anak akibat gigitan serangga tidak menyakitkan, melainkan hanya akan timbul rasa gatal.

Kondisi ini akan membaik dengan sendirinya. Jika Si Kecil merasa tidak nyaman, Moms dapat mengompreskan waslap lembut yang sudah direndam air dingin ke mata anak. Setelah itu, keadaannya akan jauh membaik.

3. Bintitan

bintitan

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab mata bengkak pada anak yang selanjutnya adalah bintitan. Moms, apakah mata anak terlihat membengkak dan timbul benjolan merah? Hati-hati, bisa jadi anak mengalami bintitan. Dilansir dari laman Kids Health, bintitan (stye) adalah benjolan merah dan nyeri di kelopak mata, yang disebabkan oleh kelenjar minyak. Bintitan dapat muncul di kelopak mata atas atau bawah, serta di bagian dalam atau luar kelopak mata.

Bintitan juga bisa muncul di dekat tepi kelopak mata di mana bulu mata berada. Perlu dipahami, bintitan bukan penyakit menular. Lantas, apa yang menjadi penyebabnya?

“Bintitan bukan penyakit menular. Sama halnya dengan jerawat, bintitan terjadi karena adanya iritasi di dalam kulit,” ungkap Dr. Debra Rose Wilson, associate professor dan praktisi kesehatan dalam pengobatan herbal dan alternatif.

Munculnya bintitan bisa disebabkan karena lapisan minyak pada kelopak mata bawah tersumbat oleh kulit mati. Bintitan juga bisa terjadi karena adanya infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.

Studi dari The Pharmaceutical Journal mengungkapkan, dalam satu atau dua hari, bintitan akan semakin membesar dan mungkin pecah, atau mungkin menyusut dan menghilang.

Namun, perlu dipahami bintitan pada Si Kecil akan membuat ia merasa tidak nyaman dan mata terasa perih. Pastikan Moms menjaga agar anak tidak mengucek mata karena hal ini dapat membuat bintitan semakin terinfeksi.

Baca Juga: 4 Cara Merawat Bayi Bintitan, Tidak Sembarangan ya Moms!

4. Kalazion

kalazion

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab mata bengkak pada anak yang selanjutnya adalah kalazion. Kalazion sering disamakan dengan bintitan, padahal keduanya adalah kondisi yang berbeda. Gejala kalazion dan bintitan memang mirip, yaitu benjolan di kelopak mata yang membuat mata membengkak. Namun, kalazion umumnya bahkan tidak terasa sakit sama sekali.

American Optometric Association mengungkapkan, kalazion adalah benjolan yang berkembang perlahan yang terbentuk karena penyumbatan dan pembengkakan kelenjar minyak di kelopak mata. Kalazion sering kali muncul di area kelopak mata berupa benjolan yang merah, lunak, dan membengkak. Benjolan tersebut bisa berubah menjadi benjolan yang tumbuh lambat tanpa rasa sakit.

Sebenarnya, bintitan yang tidak segera diobati dan dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan kalazion. Maka dari itu, apabila mata anak membengkak yang disertai benjolan kecil, memerah, dan bahkan memiliki titik kecil nanah, segera lakukan penanganan yang tepat.

5. Alami Cedera

alami cedera

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab mata bengkak pada anak yang selanjutnya adalah cedera. Selain menjadi gejala suatu penyakit, mata bengkak pada anak bisa terjadi karena cedera. Cedera fisik yang terjadi di dekat area mata bisa menyebabkan mata membengkak, muncul peradangan, kemerahan, atau lainnya. Bisa saja anak mengalaminya saat sedang bermain.

Terkadang, mereka pun tidak menyadari pembengkakan tersebut dan tetap melakukan aktivitasnya. Jadi, Moms harus memastikan anak beraktivitas dengan aman agar terhindar dari cedera.

Perawatan Mata Bengkak pada Anak

perawatan mata anak, mata bengkak pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Jangan panik ketika terjadi mata bengkak pada anak, ya, Moms. Segera lakukan penanganan pertama di rumah agar meredakan pembengkakan tersebut. Beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Cara ini sederhana dan paling mudah untuk dilakukan yaitu mengompres dengan waslap yang sudah direndam air dingin. Oleskan ke mata anak selama beberapa menit, untuk membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan.
  • Jika mata anak terasa nyeri, Moms dapat memberikan tambahan paracetamol pada anak jika kompres tidak cukup. Berikan paracetamol dengan dosis dan takaran yang tepat. Sebaiknya, baca aturan pakai pada kemasan paracetamol.
  • Pencegahan agar bengkak pada mata tidak semakin parah, jaga kebersihan area mata dengan selalu sediakan waslap bersih. Jika mata anak terinfeksi, Moms bisa menyekanya dengan waslap bersih. Pastikan juga untuk mencuci rambut anak dengan bersih, karena mungkin terdapat penumpukan bahan iritan yang bisa bikin pembengkakan semakin menjadi.
  • Saat mengganti seprai tempat tidur anak, sebaiknya gunakan deterjen hipoalergenik karena bisa saja hal tersebut menjadi alergen.
  • Jika mata bengkak pada anak tidak kunjung sembuh lebih dari 5 hari, atau disertai gejala lain seperti demam, sebaiknya Moms segera lakukan pemeriksaan ke dokter, ya!

Baca Juga: Ketahui Plus Minus Gadget Bagi Perkembangan Anak dan Durasi Pemakaian Sesuai Usia

Cara Mencegah Mata Bengkak pada Anak

cara mencegah mata bengkak pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Terkadang, mata bengkak pada anak bisa muncul begitu saja. Namun, sebaiknya Moms harus mengetahui beberapa cara untuk mencegah mata bengkak pada anak, yaitu:

  • Saat anak mandi, bersihkan juga area kelopak mata dengan air bersih atau sabun pembersih yang boleh terkena oleh mata.
  • Jangan pernah berbagi handuk atau waslap dengan siapa pun anggota keluarga yang sedang mengalami penyakit mata, seperti bintitan. Selain meningkatkan penularan infeksi, anak-anak juga rentan terkena infeksi berulang.
  • Ajarkan anak untuk selalu mencuci tangan dengan sesering mungkin. Ajarkan juga untuk tidak menyentuh area di sekitar mata saat tangan dalam keadaan kotor.
  • Dilansir dari Cleveland Clinic, salah satu penyebab mata bengkak pada anak adalah bintitan yang terjadi karena kebiasaan mengucek bagian mata. Nah, Moms bisa mengingatkan Si Kecil untuk tidak mengucek atau mengusap mata dengan tangan.
  • Saat anak harus beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya jauhkan bahan iritan dan benda berbahaya lainnya yang dapat menimbulkan risiko cedera pada mata anak.

Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak

tips menjaga kesehatan mata anak

Foto: Orami Photo Stock

Moms, harus diakui terkadang kesehatan mata anak sering kali luput dari perhatian bila anak tidak mengeluh mengalami sakit atau muncul gejala yang mengganggu. Padahal, penting untuk menjaga kesehatan mata anak agar penglihatannya tetap optimal. Sebab, tidak hanya mata bengkak, melainkan banyak gangguan mata yang bisa menyerang anak.

Adapun beberapa tips untuk menjaga kesehatan mata yang bisa diawasi oleh orang tua, yaitu:

1. Waktu untuk Istirahatkan Mata

Rasanya, memang sulit melepaskan anak dari gadget karena saat ini sudah menjadi kebutuhannya. Namun, Moms dan Dads sebaiknya menetapkan aturan tentang pemakaian gadget demi kesehatan mata anak.

Misalkan, biasakan menonton TV atau menggunakan gadget di ruangan terang dengan memberikan jarak 50-100 cm antara mata dan layar. Waktu pemakaian gadget biasakan paling lama hanya 2 jam. Anak juga wajib mengistirahatkan matanya setiap 20 menit sekali agar tidak kering atau kelelahan karena terlalu lama menatap layar gadget.

2. Lakukan Aktivitas di Luar Ruangan

Sebaiknya Moms mengatur waktu untuk melakukan aktivitas di luar ruangan bersama Si Kecil. Sebab, studi yang diterbitkan dalam jurnal Acta Ophthalmologica mengungkapkan bahwa beraktivitas di luar ruangan bisa membantu mencegah munculnya rabun jauh.

Jadi, mengajak anak bermain di taman, berlibur ke pantai, atau sekadar berkumpul di halaman rumah bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menjaga kesehatan mata anak.

3. Pola Makan dengan Nutrisi Seimbang

“Nutrisi wortel untuk mata berasal dari kandungan beta-karoten yaitu karotenoid, yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A,” ungkap T. Michael Redmond, kepala Laboratorium Sel Retina dan Biologi Molekuler di National Eye Institute.

Ya, Moms pastinya sering mendengar bahwa wortel baik untuk kesehatan mata. Sebenarnya, hal tersebut tidak salah. Wortel memang baik untuk kesehatan mata karena kandungan karotenoid. Namun, menjaga kesehatan mata tidak cukup hanya dengan makan wortel saja.

Beberapa makanan seperti telur, kacang almond, daging sapi, ayam, dan tomat juga membantu menjaga kesehatan mata anak dan memberikan nutrisi yang seimbang selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca Juga: Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata Anak, Tidak Hanya Wortel!

4. Memeriksakan Mata Anak ke Dokter

Meskipun tidak ada keluhan penyakit, sebaiknya anak harus rutin diperiksa matanya oleh dokter. Mencegah akan lebih baik daripada mengobati, bukan? Nah, American Optometric Association merekomendasikan melakukan tes mata pertama anak secara menyeluruh di usia 6 bulan.

Tes mata harus kembali dilakukan di usia 3 tahun, 5 tahun, dan setelahnya setiap 2 tahun sekali. Nah, dengan melakukan tes mata secara rutin di usia dini dapat mengatasi sekitar 80 persen kasus gangguan mata pada anak.

Itulah beberapa hal tentang mata bengkak pada anak dan cara yang bisa Moms lakukan untuk menjaga kesehatan mata anak dengan baik. Jaga kesehatan tubuh anak agar perkembangan dan pertumbuhannya tidak terganggu, ya, Moms!

Artikel Terkait