GAYA HIDUP
7 Agustus 2019

Media Sosial dan Pengaruhnya untuk Kesehatan Mental

Main medsos sebabkan kesehatan mental buruk di Indonesia
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Berkembangnya teknologi membuat kita semakin mudah dalam melakukan aktivitas. Semuanya kini serba online, sehingga kita masih memiliki banyak waktu untuk melakukan hal lainnya.

Tak hanya serba cepat, kita juga dimanjakan dengan media sosial yang membuat kita bisa mengeksplor bahkan memiliki "teman" di dunia maya.

Namun, sayangnya penggunaan media sosial yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan mental. Bahkan, hal ini telah dibuktikan di Indonesia.

Media Sosial Sebabkan Kesehatan Mental yang Buruk di Indonesia

Media Sosial dan Pengaruhnya untuk Kesehatan Mental - Harga diri.jpg

Foto: milwaukeeindependent.com

Sebuah penelitian mengungkapkan penggunaan media sosial berkontribusi terhadap kesehatan mental yang buruk di Indonesia.

Penelitian yang dipresentasikan dalam sebuah makalah oleh Sujarwoto Sujarwoto, Gindo Tampubolon, dan Adi Cilik Pierewan ini meneliti efek spesifik dari media sosial pada kesehatan mental di negara berkembang.

Ditemukan bahwa media sosial memiliki efek buruk pada kesehatan mental - seperti yang telah didokumentasikan secara global.

Tetapi, penulis mencatat spesifik untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Baca Juga: Bolehkah Anak Punya Akun Media Sosial Sendiri?

Para peneliti mengatakan bahwa adanya tingkat ketimpangan yang tinggi di Indonesia dan disorot di media sosial, bisa menyebabkan kecemburuan dan kebencian.

Orang akan cenderung menilai negatif ketika melihat gambar atau postingan bagaimana orang lain hidup di media sosial.

Berdasarkan survei terbaru Indonesia Basic Health Research 2018, prevalensi individu dengan gangguan mental di Indonesia diperkirakan 11,8 juta orang.

Peneliti Global Development Institute, Gindo Tampubolon mengatakan, "Ini adalah pengingat yang kuat bahwa teknologi ini dapat memiliki kelemahan.

"Kami ingin melihat seluruh masyarakat berpikir kreatif tentang bagaimana kita bisa berhenti dari media sosial atau menyadari konsekuensi negatif yang dapat ditimbulkannya terhadap kesehatan mental".

Baca Juga: Yes or No, Mengunggah Aktivitas Bersama Bayi ke Sosial Media?

Harga Diri dan Pencari Perhatian

Media Sosial dan Pengaruhnya untuk Kesehatan Mental - kesehatan mental buruk di indonesia.jpg

Foto: .firstpost.com

Kesehatan mental yang ditimbulkan dari media sosial tak cuma berupa ketidakbahagiaan dan depresi saja.

Masalah harga diri dan menjadi sosok yang mencari perhatian juga menjadi dampak negatif dari kecanduan media sosial.

Rentetan konstan dari foto-foto yang di filter sempurna yang muncul di Instagram akan membuat sebagian besar orang akan merasa rendah diri atau membuat harga dirinya terluka.

Baca Juga: Perlu Dicoba! Ini 4 Manfaat Istirahat dari Media Sosial

Kita akan mulai membandingkan diri kita dengan orang yang kita follow di media sosial.

"Ketika kita menilai berdasarkan pada bagaimana kita melakukan orang lain di media sosial, kita sesungguhnya menempatkan kebahagiaan kita dalam variabel yang sepenuhnya di luar kendali kita," Dr Tim Bono, penulis buku When Likes Aren’t Enough.

Dengan begitu, orang akan mencari perhatian lebih di media sosial. Tak hanya itu, untuk mencari perhatian di media sosial pun banyak orang yang melakukan hal yang tak biasa, dari hal memalukan hingga mengancam nyawa.

Artikel Terkait