KEHAMILAN
25 Maret 2020

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit dengan ILA?

Ingin melahirkan normal tapi tak ingin merasakan sakit? Coba metode ILA (Intrathecal Labour Analgesia)
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Semakin besar kehamilan dan menuju persalinan, tak sedikit Moms yang merasakan ketakutan menghadapi persalinan bahkan hingga mengalami tokofobia atau ketakutan berlebih terhadap proses persalinan.

Saat ini kita berada di era yang fasilitasnya sudah maju, bahkan ketakutan Moms akan persalinan bisa diatasi dengan berbagai metode.

Semua Metode Melahirkan Punya Risiko

melahirkan tanpa rasa sakit (ILA).jpg

Pada dasarnya melahirkan dengan metode apapun pengorbanannya tetap sama semua ibu mempertaruhkan nyawanya, apalagi pascamelahirkan rasa sakitnya akan terasa ya Moms.

Setiap metode persalinan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, dilansir dari Stanford School of Medicine, apabila ukuran bayi sangat besar, risiko yang sangat memungkinkan Moms bisa mengalami cedera, seperti memar pada kulit atau retak tulang.

Sedangkan pada proses persalinan caesar, menurut French Study, perdarahan, infeksi, dan komplikasi karena anestesi sangat mungkin terjadi, sehingga perempuan yang melahirkan secara caesar memiliki kemungkinan meninggal tiga kali lebih besar daripada yang melahirkan normal.

Baca Juga: Ibu Hamil dengan Darah Tinggi, Mungkinkah Melahirkan Normal?

Berbicara mengenai ketakutan akan sakitnya proses melahirkan normal, selain caesar saat ini terdapat metode ILA (Intrathecal Labour Analgesia) yang mulai populer karena proses melahirkan normal tanpa rasa sakit.

Metode bisa menjadi solusi bagi Moms yang memiliki kekhawatiran melahirkan normal.

Prosedur Melahirkan Normal dengan ILA

melahirkan tanpa rasa sakit (ILA) 2.jpg

Metode ini dilakukan dengan anastesi epidural yang merupakan bius lokal dari pinggang ke bawah. Prosedurnya dilakukan dengan menyuntikkan obat anastesi epidural pada daerah punggung.

Anastesi epidural ini dilakukan untuk mengurangi rasa sakit di daerah rahim, termasuk leher rahim dan bagian atas vagina, seperti reaksi obat bius pada umumnya yaitu bekerja dengan melumpuhkan saraf yang memberikan respons nyeri

Baca Juga: Ingin Hamil Bayi Kembar? Coba 4 Posisi Seks Ini

Dalam prosedurnya obat anastesi epidural akan disuntikkan saat pembukaan di atas 4 cm dan hanya bertahan selama 4 jam saja, tak heran jika prosedur penyuntikkannya dilakukan pada saat pembukaan di atas 4 cm.

Sebenarnya metode ILA hampir sama dengan metode ELA (Epidural Labour Analgesia). Bedanya, pada dosis anestesinya pada ILA diberikan lebih rendah, tanpa kateter, dan harganya pun jauh lebih murah dibandingkan dengan epidural, tapi karena dosisnya rendah maka lebih aman saat melahirkan normal.

Efek Samping Melahirkan Normal dengan ILA

melahirkan tanpa rasa sakit (ILA) 3.jpg

Metode ILA ini akan lebih efektif bagi Moms yang merasakan sakit tak tertahankan menjelang persalinan, tapi ingin melahirkan secara normal. Meskipun sebenarnya, kita tidak melalui proses melahirkan normal yang benar-benar alami, seperti tidak bisa merasakan refleks mengejan.

Sehingga tak heran saat proses persalinan metode ILA dilakukan sangat memungkinkan pada beberapa kasus memerlukan bantuan vakum atau forsep. Menurut American Family Physician, Moms juga perlu memperhitungkan efek sampingnya, seperti, gatal-gatal, mual, sakit kepala, gangguan pernapasan, dan tekanan darah menurun.

Baca Juga: Mengidap Lupus Saat Hamil? Ketahui Risikonya

Metode apapun yang kita pilih untuk menjalani proses persalinan, termasuk melahirkan normal tanpa rasa sakit, maka Moms harus memiliki keyakinanan terhadap diri sendiri untuk melalui metode yang dipilih.

Selain itu Moms perlu mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan bidan ataupun dokter. Jangan lupa untuk mendiskusikannya juga dengan Dads ya.

(PSF/ERN)

Artikel Terkait