BAYI
23 Juni 2020

Bayi Tidak Merangkak? Bagaimana Cara Melatihnya?

Kemampuan merangkak berpengaruh pada gangguan belajar di sekolah nanti
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Dina Vionetta

Seorang Mom tinggal di Bandung, menceritakan putranya, Axel (kini berusia 4 tahun) mengalami masalah koordinasi, disfungsi visual-motorik, dan kesulitan menggunakan alat tulis.

Axel dibawa ke sejumlah dokter anak, klinik tumbuh kembang, dan psikolog anak.

Pertanyaan yang tidak pernah dilewatkan dalam pemeriksaan awal, kata Mom tersebut adalah, ‘apakah saat bayi, Axel tidak merangkak?’.

Rupanya, fase bayi dari merangkak menuju dapat berjalan memiliki peran penting dalam skill anak ke depannya.

Dalam salah satu penelitian American Physiological Society diungkapkan bahwa dalam merangkak, bayi menggunakan tiga anggota badan di saat bersamaan.

Kaki, tangan, dan otaknya, bergerak dinamis, saling bekerja sama mencapai tujuan.

Meskipun, Susan K Patrick dan kawan-kawan dalam riset itu mengungkapkan terdapat banyak gaya merangkak pada bayi.

“Memang, telah disarankan bahwa pada akhir 1800-an dan awal 1900-an, bentuk merangkak yang diharuskan adalah dengan tangan dan lutut.”

Baca Juga: Bayi Merangkak Mundur, Normalkah?

Namun, pada dasarnya, bayi memilih gaya merangkak mereka sendiri. Ada yang merayap dengan perut atau dada ikut menyentuh lantai.

Ada yang bergerak sambil seperti duduk menyamping atau umum disebut ngesot.

Jangan khawatir juga jika bayi dalam posisi duduk berpindah ke depan dengan menyeret pantatnya.

Sejumlah anak juga merayap dengan menatih dirinya dengan penyangga seperti berpegangan ke tembok dan benda-benda di sampingnya.

Tak sedikit yang merangkak dengan bergulir atau menggelinding.

Variasi itu, ujar Susan, merupakan karakter koordinasi antar anggota tubuh yang konsisten.

Melatih Bayi yang Tidak Merangkak

Lalu bagaimana orangtua dapat menstimulasi kemampuan bayi merangkak?

1. Tummy Time

Fakta Soal Bayi yang Tidak Melewati Fase Merangkak

Foto: Orami Photo Stock

Yael Sasson, terapis okupasi senior dan direktur Dynamics Therapy Center, mengatakan, banyak orangtua melewatkan tummy time, atau membiarkan bayi tengkurap dalam waktu tertentu, karena tidak tega.

Padahal, tummy time menurut dia amat penting bagi bayi untuk belajar meniadakan gravitasi dan merangkak.

Yael merekomendasikan waktu perut yang diawasi secara teratur untuk bayi, dalam menyiapkan otot yang diperlukan untuk merangkak.

"Ini bisa hanya 10 menit sehari, dan kemudian secara bertahap meningkatkannya. Saya berbicara tentang waktu perut yang diawasi, bukan ketika bayi Anda tidur dalam posisi tengkurap," kata Yael.

Kebanyakan bayi mulai merangkak ketika mereka berusia tujuh hingga 10 bulan. Mereka mulai berdiri untuk berdiri selama delapan hingga sembilan bulan, dan berlayar bersama sambil memegang furnitur sekitar 10 hingga 12 bulan.

Yael mengungkapkan dalam laman Young Parents, bayi-bayi yang tidak merangkak, mengalami gangguan fokus belajar di sekolah kelak, dan sering tidak bisa mengikuti kurikulum yang berlangsung.

Baca Juga: Bayi Melewati Fase Merangkak dan Langsung Berjalan, Mengapa?

2. Latihan Lainnya

Fakta Soal Bayi yang Tidak Melewati Fase Merangkak

Foto: Orami Photo Stock

Dalam kebanyakan kasus, tidak ada alasan untuk khawatir jika bayi merangkak pada akhir 12 bulan, dan aktivitas lainnya sesuai usia.

Latihan sederhana seperti meregangkan kaki, menyangga dalam posisi duduk, membimbing bayi dengan lembut dalam posisi merangkak, bisa sangat membantu.

Moms juga perlu memotivasi mereka untuk bergerak ke arah benda-benda yang membuat penasaran seperti telepon, cermin, terowongan, kucing dan anjing, hingga makanan.

Baca Juga: Nilai Tambah Jika Bayi Merangkak Sesuai Usia

3. Pengaruh Berat Badan

Fakta Soal Bayi yang Tidak Melewati Fase Merangkak

Foto: Orami Photo Stock

Jenis tubuh berperan pada bayi tidak merangkak. Cek apakah ia kegemukan?

Soalnya, riset menyebutkan bayi langsing, lebih kurus, lebih cepat merangkak.

Sulit untuk menyeret tubuhnya jika bobot badannya berlebihan.

Seperti yang diperhatikan tim Karen Adolf dalam studi longitudinalnya tentang merangkak, "Bayi yang lebih kecil, lebih ramping, lebih proporsional cenderung merangkak pada usia lebih awal daripada bayi yang lebih besar dan gemuk."

Itulah penjelasan tentang bayi yang tidak melewati fase merangkak di saat kecil. Apakah Si Kecil mengalaminya?

Baca Juga: 6 Cara Menjaga Keamanan Bayi Saat Merangkak

Artikel Terkait