BALITA DAN ANAK
9 Desember 2019

Memang Berbeda, Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan Anak Kedua

Pahami sikap dan berikan anak kedua arahan sesuai dengan karakternya.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Seorang ilmuwan psikologi yang juga berprofesi sebagai dokter medis, Alfred Adler, mengatakan bahwa urutan kelahiran punya andil dalam menentukan kepribadian seseorang. Sejalan dengan pengakuan ini, nyatanya setiap anak memiliki hal yang unik, termasuk anak kedua.

Anak kedua dinilai selalu jauh berbeda dari kakak atau adiknya karena keunikan pribadinya. Sebenarnya apa saja kelebihan dan keunikan anak kedua yang wajib Moms pahami?

Menurut Catherine Salmon dari Universitas Redlands, California, yang telah melakukan penelitian terhadap anak kedua selama dua puluh tahun, berikut fakta anak kedua, baik kekurangan maupun kelebihannya.

Baca Juga: Anak Pertama Harus Laki-Laki?

Memiliki Kemampuan Sosial yang Baik

keluarga, balita

(Foto: granville.kischoice.edu.au)

Berada di antara kakak dan adiknya, anak kedua cenderung tidak terlalu dekat dengan Moms dan Dads. Namun, ini yang membuat anak kedua jadi lebih mudah bergaul. Dia tidak terlalu mengandalkan satu orang dan bisa berteman serta bergaul dengan siapa saja yang menurutnya asyik untuk diajak bermain bersama.

Dukung Si Kecil dengan memberikan arahan untuk tetap berhati-hati terhadap orang asing, yang mungkin berniat jahat.

Suka Mencoba Hal Baru

keluarga, balita

(Foto: society19.com)

Fakta anak kedua berikutnya bisa membuat Moms geleng-geleng kepala. Menurut Meri Wallace, terapis anak dan keluarga serta penulis buku Birth Order Blues , anak kedua senang mencoba hal-hal baru, cenderung nekat, dan berani mengambil risiko.

Untungnya, hal ini tetap bisa menjadi sebuah nilai yang positif selama tetap dalam kendali Moms dan Dads. Dengan dampingan kedua orang tuanya, Si Kecil bisa jadi lebih natural dalam mengelola bakat dan rasa keingintahuannya yang begitu besar sejak kecil.

Lebih Mandiri

keluarga, balita

(Foto: kindercare.com)

Percaya atau tidak, anak kedua biasanya lebih mandiri daripada saudara-saudaranya. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Catherine didapati bahwa anak kedua lebih banyak meminta tolong pada teman-temannya dibandingkan keluarga. Ini lah yang menciptakan karakter mandiri pada Si Kecil sejak dini.

Dukung dia dengan memberikan pengertian bahwa Moms dan Dads selalu siap jika Si Kecil membutuhkan bantuan dan akan selalu mendampingi dia dalam setiap momen spesialnya.

Ingin Anak Cerdas dan Mandiri? Ini Tipsnya Menurut Psikolog!

Lebih Dewasa Dibanding Saudaranya

keluarga, balita

(Foto: moneycrashers.com)

Dalam penelitiannya, Catherine menyebutkan pula bahwa anak kedua akan tumbuh sebagai pribadi yang dewasa. Hal ini karena kurangnya perhatian yang diberikan Moms dan Dads kepadanya justru memberikan dia ruang yang lebih luas dalam berkreasi dan bereksperimen.

Kelak, Si Kecil bahkan bisa lebih menjaga hubungan dengan baik dengan kakak atau adiknya karena ia semakin mengerti arti dari sebuah hubungan keluarga.

Dukung dia dengan selalu menunjukkan bahwa kasih sayang Moms dan Dads untuk setiap anak itu sama lewat tindakan-tindakan yang nyata.

Tak Suka Pada Aturan

keluarga, balita

(Foto: pbs.org)

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Joseph Doyle, seorang ekonom dari MIT Sloan School of Management, membuktikan kalau anak kedua memang lebih sulit diatasi dibanding anak-anak yang lain. Si Kecil yang berada di tengah ini tidak suka pada aturan dan hobi membangkang.

Hal ini bisa terjadi karena Si Kecil tidak senang ketika kebebasannya terenggut oleh sebuah aturan yang tidak disukainya.

Dukung dia untuk memahami bahwa kebebasan memang tidak salah, tetapi ada aturan yang tetap wajib dipatuhi, termasuk dalam hal kedisiplinan.

Menerapkan Kedisiplinan pada Anak Tanpa Menjadi Ibu Kejam

Dari deretan fakta anak kedua di atas, pasti selalu ada cara bagi Moms dan Dads untuk menghadapi mereka dengan baik. So, be wise dan kembangkan terus sikap positif Si Kecil.

ERN/KM

Artikel Terkait