3-5 TAHUN
11 Februari 2020

Tips Memberikan Uang Saku kepada Anak, Tidak Sembarangan lho Moms!

Sebenarnya berapa besar uang saku yang harus diberikan pada balita?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tiap orang tua memiliki pendapat yang berbeda tentang kapan waktu yang tepat untuk memberikan uang saku kepada anak serta besaran uang saku yang harus diberikan pada anak.

Dikutip dari situs web Market Watch, umumnya orang tua mulai memberi uang saku saat anak berusia delapan tahun. Menurut Mark Falco, presiden konsultan keuangan Falco Wealth Management, langkah tersebut sebenarnya kurang tepat.

Falco mengatakan, anak sudah dapat menghitung nilai uang saat mereka duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) atau berusia sekitar 5 tahun. Pada usia itulah orang tua sebaiknya mulai mengajari anak tentang uang dan penggunaannya.

Baca Juga: Iis Dahlia Beri Uang Saku Anaknya Rp 10 Juta Per Bulan, Berapa Uang Saku Ideal untuk Anak?

Memberikan Uang Saku pada Balita

Ini usia yang tepat bagi anak untuk mulai belajar tentang uang (3).jpg

Foto: Money Crashers

Falco meyakini bahwa semakin dini orang tua mengajari soal uang kepada anak, pemahaman anak tentang konsep belanja dan menabung akan lebih baik.

Senada dengan Falco, Kristan Leatherman, salah satu penulis buku Millionaire Babies or Bankrupt Brats? Love and Logic Solutions to Teaching Kids about Money mengatakan bahwa waktu terbaik mengajari anak tentang uang adalah saat mereka mulai mengerti uang dapat digunakan untuk mendapatkan barang-barang yang mereka inginkan.

Dikutip dari Raising Children, memberikan uang saku kepada anak di usia 4 atau 5 tahun akan membantu mereka memahami cara menghargai uang dan mengatur uang dengan baik.

Pertanyaan selanjutnya, berapa banyak uang saku yang harus diberikan pada anak?

Liz Frazier, konsultan keuangan sekaligus penulis buku Beyond Piggy Banks and Lemonade Stands: How to Teach Young Kids about Finance, membagi tips seputar uang saku anak. Simak ulasannya di bawah ini!

1. Tentukan Besaran Uang Saku

download.jpg

Foto: US News

Moms dan Dads perlu bersepakat tentang besaran uang saku yang harus diberikan pada anak. Dalam menentukan besaran uang saku yang harus diberikan pada anak, orang tua harus mengacu kepada kebutuhan anak dan kondisi keuangan keluarga.

Hindari memberikan uang saku mengikuti jumlah yang diterima oleh teman-teman Si Kecil.

Baca Juga: Jangan Asal, Ini 4 Pertimbangan Untuk Menentukan Jumlah Uang Saku Anak

2. Konsisten dengan Waktu Pemberian Uang Saku

shutterstock_378796231-1024x683.jpg

Foto: BSCU

Bila orang tua sepakat untuk memberikan uang saku kepada anak secara rutin, maka Moms dan Dads harus melakukannya secara konsisten. Misalnya, uang saku diberikan kepada anak tiap Senin.

Bila sebelum Senin berikutnya uang saku Si Kecil sudah habis, orang tua sebaiknya tidak memberikan uang lagi kepada anak. Salah satu tujuan memberikan uang saku kepada anak adalah agar ia belajar mengelola uang ia miliki sampai tiba waktunya ia mendapatkan uang saku lagi.

3. Tidak Mengaitkan Uang Saku dengan Hukuman

bigstock-Mom-And-Daughter-Saving-Money-109336508.jpg

Foto: Single Mom CPA

Tujuan memberikan uang saku kepada anak adalah untuk mengajarinya tentang uang dan penggunaannya. Maka, hindari menggunakan uang saku yang harus diberikan pada anak sebagai salah satu alat hukuman saat anak berperilaku buruk.

Biarkan titik fokus anak terhadap uang tetap pada penggunaannya dan cara mengelolanya.

Baca Juga: Lakukan Bertahap, Begini 4 Cara Tepat Mengenalkan Uang pada Anak Sesuai Usianya

Nah, itulah beberapa tips mengenai pemberian uang saku kepada Si Kecil. Apakah Moms sudah punya rencana untuk memberikan uang saku kepada Si Kecil? Mungkin tips ini akan berguna.

(AN)

Artikel Terkait