KELUARGA
2 Agustus 2020

7 Cara Membersihkan Sex Toys yang Tepat

Kebersihan sex toys menjadi kunci kesehatan dan kelanggengan hubungan rumah tangga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dalam Planned Parenthood, dijelaskan fungsi sex toys tidak terbatas hanya untuk membantu mencapai orgasme, namun juga untuk membantu meringankan gejala beberapa gangguan seperti disfungsi ereksi, gangguan rangsangan pada genital, gangguan hasrat seksual, dan gangguan orgasme.

Beberapa orang juga merasa terbantu karena sex toys dapat mengatasi efek samping dari obat-obatan tertentu, kondisi kesehatan, atau menopause.

Cara Membersihkan Sex Toys

Mungkin Moms dan Dads memiliki banyak koleksi sex toys di rumah. Namun, sudahkah mengetahui cara membersihkannya agar terbebas dari bakteri, kuman, dan biang penyakit kelamin lainnya?

Sex toys yang tidak dibersihkan secara menyeluruh dapat menyebarkan penyakit kelamin yang tidak diinginkan siapapun.

Lantas, seperti apa cara membersihkannya dengan baik dan benar? Cek ulasannya di bawah ini, ya.

1. Cuci Sex Toys Sebelum Digunakan

membersihkan sex toys 1.jpeg

Foto: Unsplash.com

Moms sudah merasa mencuci sex toys sampai bersih setelah pemakaian sebelumnya, bukan berarti benda tersebut bisa langsung digunakan lagi. Moms dan Dads harus mencuci lagi alat tersebut sesaat sebelum memakainya lagi.

Kita tak pernah tahu ada bakteri dan jamur yang menempel dari benda-benda lain di sekitar tempat penyimpanannya bukan?

Menurut Dr. Laurie Mintz, pakar seksualitas dan penulis buku Becoming Cliterate, membersihkan sex toys dapat dilakukan menggunakan air hangat.

Pada Popsugar, dia menjelaskan bahwa pemakaian air untuk membersihkan sex toys ini juga harus sesuai dengan kondisi barangnya.

Jika sex toys tersebut ada mesin yang digerakkan dengan baterai, maka disarankan untuk membaca cara perawatan yang biasanya tertulis dalam kemasannya.

"Pada umumnya, Anda tidak bisa merendam mainan bermesin ke dalam air. Anda perlu mengeluarkan baterai sebelum membersihkannya, atau hanya menggunakan kain lembab dengan sabun. Jika mainan tidak bermesin, biasanya Anda bisa membersihkan seluruh bagian produknya di bawah air mengalir," Dr. Laurie Mintz menjelaskan.

Baca Juga: 3 Jenis Sex Toys yang Bisa Meningkatkan Gairah Bercinta

2. Cuci Segera Setelah Digunakan

3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toys 02.jpg

Foto: hypebae.com

Meskipun sex toys dengan bahan berpori lebih rentan untuk terjangkit bakteri dan jamur, bukan berarti jika Moms and Dads mempunyai sex toys dengan bahan yang lebih aman bisa mengabaikan langkah ini.

Terlepas dari apakah bahan sex toys milik Moms and Dads berpori atau tidak, wajib hukumnya untuk selalu mencuci sampai bersih dan kemudian mengeringkannya segera setiap selesai dipakai.

Mengingat vagina juga bisa menjadi sarang bakteri dan jamur, pemakaian sex toys berisiko memindahkan bakteri dan jamur tersebut ke dalam sex toys.

Namun menurut Lauren Streicher, M.D., seorang profesor kebidanan dan kandungan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern, Feinberg School of Medicine, hal ini tidak terlalu berisiko.

Vagina sudah terbiasa dengan mikroorganisme tersebut, sehingga mereka tidak benar-benar menjadi ancaman yang serius.

Yang ditakutkan adalah, jika Moms mengidap penyakit menular seksual, dan bekteri atau jamur pembawanya menempel di sex toys yang dipakai, maka bisa terjadi kemungkinan penularan saat benda itu dipakai bersama pasangan nantinya.

4. MembersihkanMaterial Sex Toys

membersihkan sex toys 2.jpeg

Foto: Unsplash.com

Langkah pertama membersihkan sex toys adalah dengan cara mencari tahu terlebih dahulu, apakah benda tersebut dibuat dengan bahan berpori atau tidak.

Jika mempunyai pori, artinya terdapat lubang-lubang kecil yang dapat menjadi sarang bakteri, jamur, serta kotoran pada umumnya, yang bisa memicu terjadinya infeksi dan penyakit.

Menurut pakar pendidikan seks, Lisa Finn, dalam obrolannya dengan self.com, jika sex toys tidak mempunyai pori, tidak akan ada lubang, sehingga segala bentuk mikroorganisme cenderung tidak akan bertahan di dalamnya.

Dengan begitu, risiko adanya bakteri, jamur, serta kotoran lain pun jauh lebih kecil, atau bahkan tidak ada.

Lisa Finn juga menjabarkan apa saja bahan berpori yang biasa dipakai untuk sex toys, di antaranya seperti elastomer atau karet yang aman untuk kulit, jelly rubber, sensafirm dan UR3 yang membuat sex toys terasa seperti kulit asli, dan juga lateks yang sebenarnya tidak disarankan untuk pembuatan sex toys ataupun kondom.

Sedangkan bahan yang tidak mempunyai pori yang pada umumnya dipakai untuk sex toys seperti acrylonitrile butadiene styrene (ABS) plastic, sejenis plastik keras.

Bisa juga memakai sorosilicate glass, seperti bahan pada Pyrex atau sejenisnya.

Jenis kaca yang dipakai dalam gelas soda juga termasuk bahan tak berpori yang dipakai untuk sex toys.

Dan yang terakhir adalah logam, seperti stainless steel atau emas.

Untuk memastikan bahan apa yang ada dalam sex toys milik Moms, coba saja cari tahu dari kemasannya, atau lewat mesin pencari di internet.

Baca Juga: 3 Pengaruh Menggunakan Sextoys Terhadap Hubungan, Penasaran?

5. Membersihkan Sex Toys

membersihkan sex toys 3.jpeg

Foto: Unsplash.com

Sebisa mungkin, hindarilah membeli sex toys dengan bahan-bahan yang berpori.

Alasannya, material yang berpori memiliki lubang mikroskopik yang tidak terlihat oleh mata telanjang, yang dapat menyimpan bakteri, debu, sisa sabun, atau parfum walaupun sudah dibersihkan dan dicuci.

Jika Moms dan Dads ingin tetap menggunakannya, sebaiknya digunakan bersama kondom agar lebih higienis.

Membersihkan sex toys dengan material tidak berpori cukup dengan air hangat dan sabun, atau untuk sex toys yang tidak bermotor (non-motorized), dapat juga direbus sebentar agar membunuh bakteri lebih menyeluruh.

Namun, jangan merebus sex toys dengan material plastik ya, Moms, karena plastik dapat melelh pada suhu panas. Jika sex toys dengan material tidak berpori ini menggunakan baterai dan menggunakan motor dalam penggunaannya, jangan direndam di dalam air, tetapi bersihkan dengan air mengalir dan sabun secukupnya.

Baca Juga: Amankah Menggunakan Sex Toys Saat Hamil?

6. Memilih Pembersih Sex Toys

membersihkan sex toys 4.jpg

Foto: Freepik.com

Sebaiknya jangan menggunakan sembarang sabun untuk membersihkan mainan pribadi ini. Gunakanlah sabun yang tidak diberi pewangi tambahan, rendah deterjen, dan lembut.

Namun, jika Moms dan Dads ingin lebih yakin, tersedia pilihan pembersih khusus untuk sex toys yang berbahan dasar air dan lebih lembut daripada sabun tangan yang biasa.

7. Mengeringkan dan Menyimpan Sex Toys

membersihkan sex toys 5.jpg

Foto: Freepik.com

Setelah selesai mencuci sex toys, keringkan menggunakan handuk yang bersih dan kering. Simpan di dalam sarung, kotak, atau tas dari bahan sutera yang biasanya termasuk di dalam pembelian.

Namun, jika Moms dan Dads tidak mendapatkannya, silakan gunakan wadah lain yang tertutup dengan ritsleting, velcro, atau dengan tutup.

Sebaiknya pilih wadah yang dapat dicuci agar lebih bersih ya, Moms. Simpan sex toys dalam wadahnya di tempat yang aman, jauh dari minyak, bubuk atau bedak, dan parfum, agar percikan dari benda-benda ini tidak mengontaminasi sex toys.

Baca Juga: Jarak Bukan Kendala, Ini 5 Pilihan Sex Toys untuk Pasangan LDR

Beberapa sex toys dirancang untuk penggunaan pribadi, namun beberapa jenis sex toys lainnya juga dapat digunakan bersama pasangan.

Jangan malas untuk membersihkan sex toys Moms karena kebersihannya pun akan sangat berpengaruh bagi tubuh Moms dan Dads sendiri.

Artikel Terkait