KESEHATAN
24 Juli 2019

Membesarkan Otot dengan Steroid Anabolik, Pengaruhi Kesuburan Pria?

Tubuh memang terlihat atletis, tetapi …
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Bila sebagian perempuan ingin mempunyai tubuh ramping dan indah, maka sebagian pria ingin terlihat atletis dan gagah.

Tubuh atletis idaman pria biasanya digambarkan dengan perut six pack, lengan kekar, dan tubuh berotot.

Salah satu cara yang dilakukan oleh sebagian pria untuk memiliki tubuh atletis tersebut adalah mengonsumsi steroid anabolik, yaitu obat khusus untuk membesarkan otot.

Ironisnya, upaya memiliki tubuh atletis yang dilakukan oleh pria tersebut ternyata menyimpan efek samping yang merugikan.

Baca Juga: 4 Olahraga Bersama Balita Ini Bisa Mempererat Hubungan Ibu dan Anak

Paradoks Mossman-Pacey

Membesarkan Otot dengan Steroid Anabolik, Pengaruhi Kesuburan Pria 01.jpg

Foto: verywellfit.com

Dikutip dari situs web The Independent, para ahli mengatakan upaya membesarkan otot bisa pengaruhi kesuburan pria sehingga membuat mereka susah punya anak.

Kondisi tersebut disebut paradoks Mossman-Pacey yang diambil dari nama dua peneliti yang pertama kali menemukan fenomena tersebut, yaitu James Mossman, Ph.D. dari Brown University dan Profesor Allan Pacey dari University of Sheffield.

Selain merujuk kepada upaya pria membesarkan otot, paradoks Mossman-Pacey juga terjadi pada pria yang mengonsumsi obat khusus untuk mengatasi kebotakan.

Dikutip dari situs web BBC, Mossman pertama kali menciptakan istilah paradoks tersebut saat ia sedang mengerjakan disertasinya di University of Sheffield.

“Ketika itu saya melihat pria-pria yang menjalani tes kesuburan rata-rata bertubuh besar [dan berotot]. Ternyata mereka sengaja membuat tubuhnya seperti itu karena memang ingin terlihat atletis dan gagah,” terang Mossman.

Namun, Mossman melanjutkan, para pria tersebut tidak menyadari bahwa langkah-langkah membesarkan otot bisa pengaruhi kesuburan pria.

“[Setelah menjalani pemeriksaan] diketahui bahwa saat mereka ejakulasi, dalam air mani mereka tidak terdapat sperma sama sekali,” kata Mossman.

Baca Juga: Menurut Sains, 7 Gejala Fisik Ini Dapat Menandakan Adanya Masalah Kesuburan

Bahaya Steroid Anabolik untuk Kesuburan

Membesarkan Otot dengan Steroid Anabolik, Pengaruhi Kesuburan Pria 02.jpg

Foto: natural-health-journals.com

Dikutip dari situs web Men’s Health, menurut Cleveland Clinic, obat steroid anabolik mengurangi kesuburan pria dengan mengganggu kerja hormon yang semestinya merangsang produksi sperma.

Sebenarnya, upaya membesarkan otot bisa pengaruhi kesuburan pria ini tidak selalu menjadi vonis pria pasti tidak bisa punya keturunan.

Produksi sperma dapat kembali normal bila pria menghentikan konsumsi obat steroid anabolik.

Hanya, tidak demikian halnya pada pria yang telah menggunakan obat tersebut dalam jangka waktu sangat lama.

Sayangnya, masih banyak pria yang tidak memahami tentang upaya membesarkan otot bisa pengaruhi kesuburan pria.

Lembaga NHS menyatakan, penggunaan obat steroid anabolik telah menjadi salah satu penyebab utama infertilitas pada pria.

Phil Harris, konsultan kebidanan dan kandungan dan pimpinan klinis Fertility Fusion mengatakan ia menemui banyak pria yang tak memahami dampak buruk dari konsumsi obat steroid anabolik terhadap kesuburan mereka dalam praktiknya.

Oleh karena itu, Harris mengingatkan siapa pun yang kelak ingin memiliki keturunan untuk berhenti menggunakan obat steroid anabolik sesegera mungkin.

Baca Juga: Rahasia Kebugaran 6 Aktor Hollywood yang Makin Berotot Demi Peran

Sementara, Mossman dan Pacey menganggap perlu adanya edukasi tentang bahaya penggunaan obat steroid anabolik, terutama bagi pria.

(AN)

Artikel Terkait