PERNIKAHAN & SEKS
12 Oktober 2019

Pengantin Baru? Perhatikan 5 Hal Ini Saat Membicarakan Keuangan

Penting untuk disiplin dan jujur satu sama lain
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Saling mencintai dan memutuskan untuk menikah bukan hanya tentang perasaan semata. Ada banyak hal yang harus dibahas, bahkan sebelum mengambil keputusan untuk menikah.

Salah satu hal penting dalam sebuah hubungan adalah pembahasan tentang keuangan, baik itu sebelum menikah, setelah menjadi pengantin baru, dan bahkan sepanjang usia pernikahan nantinya.

Soal uang jadi masalah yang sebegitu pentingnya dalam hubungan pernikahan, karena hal ini juga bisa menjadi pemicu pertikaian dalam rumah tangga, yang bahkan dapat menyebabkan kehancuran.

Nah, mumpung masih pengantin baru, ada baiknya Moms and Dads mencari tahu apa saja hal-hal tentang keuangan yang harus diperhatikan. Dalam tulisan ini, Orami membantu merangkumnya.

1. Bicarakan Soal Keuangan dari Masa Lalu Juga Masa Depan

5 Hal tentang Keuangan yang Harus Diperhatikan Pengantin Baru 1.jpg

Sayangnya, masih banyak pasangan yang tidak membahas masalah keuangan sampai akhirnya hubungan pernikahan sudah di ambang kehancuran.

Padahal sangat penting bagi pasangan untuk berterus terang tentang keuangan masing-masing, terutama keuangan pengantin baru.

"Keuangan adalah salah satu fondasi dalam hubungan. Jangan punya pemikiran 'Ini uangku dan itu uangmu'," tutur Therese Nicklas, financial planner di U.S. Wealth Management.

Buatlah jadwal untuk berdiskusi mengenai keuangan. Moms dan suami harus membawa laporan kredit masing-masing, polis asuransi, dan berbagai info dari akun keuangan masing-masing.

Jangan juga saling menyalahkan bila ada yang kurang sesuai. Moms dan suami harus saling terbuka dan mendengarkan satu sama lain.

Baca Juga: 5 Trik Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Satu Gaji

Jen Smith, penulis buku The No-Spend Challenge Guide: How to Stop Spending Money Impulsively, berbagi cerita tentang obrolan keuangannya dengan sang suami.

Mereka membuat lembaran pertanyaan untuk diisi, sehingga dari situ akhirnya mereka bisa memahami masa lalu, masa sekarang, dan masa depan keuangan, baik untuk diri sendiri maupun pasangan.

Mereka memulainya dengan masa lalu, dengan pertanyaan seputar bagaimana cara masing-masing menghabiskan uang selama sebelum pernikahan.

Termasuk di dalam daftar tersebut, ditanyakan tentang apa filosofi masing-masing dalam membelanjakan uang.

Ditanyakan juga tentang untuk apa uang masing-masing selama ini lebih banyak dihabiskan secara personal, dan mengapa sangat penting menghabiskan uang untuk hal tersebut. Nah, Moms and Dads bisa juga mencoba cara ini.

2. Mengubah Daftar Penerima Manfaat dari Aset Moms atau Dads

5 Hal tentang Keuangan yang Harus Diperhatikan Pengantin Baru 2.jpg

Salah satu hal pertama yang harus dilakukan saat membicarkan keuangan pengantin baru adalah meninjau dan memperbaharui penerima manfaat pada akun keuangan utama.

Termasuk di dalamnya adalah akun investasi, rekening tabungan, juga akun pensiun dan polis asuransi apapun yang dimiliki masing-masing.

Hal ini untuk memastikan bahwa pasangan Moms and Dads ini yang nantinya mewarisi aset-aset tersebut jika sesuatu terjadi.

Memang ada cara yang lebih mudah, Moms atau Dads bisa menetapkan nama penerima manfaat dari aset tersebut di atas, dalam surat wasiat.

Namun memperbarui informasi penerima manfaat langsung pada bank dan perusahaan yang memegang aset kalian adalah cara termudah untuk mengalihkannya dengan lancar, ketika suatu saat salah satu dari Moms atau Dads meninggal dunia.

3. Tinjau Kembali Tujuan Finansial Masing-masing

5 Hal tentang Keuangan yang Harus Diperhatikan Pengantin Baru 3 (1).jpg

Penentuan tujuan finansial ini adalah hal terpenting dalam urusan keuangan pengantin baru.

Idealnya, Moms and Dads sudah pernah membahas dan berdiskusi soal rencana pebayaran utang, tujuan menabung, perencanaan pensiun, dan rencana untuk memiliki anak dalam waktu dekat.

Kalau semua itu belum dibahas menjelang pernikahan, ada baiknya segera lakukan sekarang.

"Bicarakan tujuan keuangan, mimpi yang ingin dicapai, dan visi untuk masa depan," ujar Nicklas.

Luangkan waktu untuk membahas tujuan pribadi masing-masing, dan apa yang ingin Moms atau Dads capai secara finansial sebagai pasangan.

Nicklas menyarankan untuk membuat tiga tujuan keuangan: biaya darurat (sejumlah 3-6 kali biaya kebutuhan sehari-hari), rencana 1-5 tahun ke depan (DP rumah atau traveling), dan tujuan jangka panjang (sekolah anak atau kebutuhan pensiun).

Kemudian buatlah daftar spesifik, langkah apa saja yang harus diambil untuk mencapai setiap tujuan tersebut, dan juga jangan lupakan untuk memberi batas waktu untuk pencapaiannya.

Ketika satu tujuan sudah terpenuhi, jangan berhenti untuk memikirkan tujuan keuangan berikutnya.

Baca Juga: Minat Beli Rumah Subsidi? Pelajari Kelebihan dan Kekurangannya!

4. Bahas dan Rencanakan Anggaran Bersama

5 Hal tentang Keuangan yang Harus Diperhatikan Pengantin Baru 4.jpg

Anggaran merupakan hal yang penting dalam hal keuangan pengantin baru. Dengan anggaran atau rencana pengeluaran, Moms and Dads bisa sama-sama tahu pengendalian uang setiap bulannya.

Buatlah lembar anggaran secara tertulis, boleh dengan aplikasi maupun manual dalam komputer ataupun ditulis tangan.

Anggaran bersama ini akan membantu Moms and Dads menghitung penghasilan gabungan dan pengeluaran gabungan kalian, termasuk juga pembayaran utang bersama.

Mark La Spisa, presiden dari Vermillion Financial Advisors, menyarankan menabung 20% gaji, 10% untuk emergensi dan 10% untuk tabungan pensiun.

Kalau Moms atau suami memiliki utang, Nicklas merekomendasikan untuk hidup dengan 70% uang gaji, dan gunakan 30% sisanya untuk membayar utang, serta hindari membuat utang baru.

5. Tentukan Mekanisme Pengelolaan Uang

5 Hal tentang Keuangan yang Harus Diperhatikan Pengantin Baru 5.jpg

Setelah punya gambaran lengkap tentang keuangan masing-masing dan juga keuangan bersama, memahami dan menyepakati tujuan yang ingin dicapai dalam hal keuangan, dan membuat anggaran, kini saatnya memutuskan seperti apa mekanisme pengelolaan keuangan Moms and Dads bersama.

Penting untuk membuat daftar pertanyaan, apakah akan membuka rekening bersama untuk membayar tagihan bersama?

Apakah akan tetap memiliki rekening bank yang terpisah? Berapa banyak kalian akan berhemat dan menabung?

Di mana tabungan akan disimpan? Seberapa sering nantinya Moms and Dads kembali mengevaluasi keuangan ini? Siapa yang akan bertanggung jawab, memastikan tagihan dibayar setiap bulannya?

Baca Juga: Kondisi Keuangan Tidak Stabil, Begini Cara Mengatur Dana Pendidikan Anak

Dengan terjawabnya pertanyaan di atas, akan semakin lancar kehidupan keuangan Moms and Dads sebagai pengantin baru.

Dan tentunya kedisiplinan dan keterbukaan menjadi kunci agar keuangan tidak menjadi masalah yang bisa menghancurkan segalanya.

(DEW)

Artikel Terkait