TRIMESTER 3
21 Agustus 2020

Proses Melahirkan Caesar, Ini yang Perlu Moms Ketahui!

Melahirkan Caesar kini lebih diinginkan dibanding cara normal. Apa benar?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Awalnya, operasi Caesar mungkin baru direkomendasikan sebagai prosedur yang direncanakan, atau dilakukan dalam keadaan darurat, jika melahirkan normal dianggap memiliki risiko yang sangat besar. Biasanya, operasi ini dilakukan setelah minggu ke-38 pada masa kehamilan.

Tapi, sekarang kondisinya berbeda. Belum tentu melahirkan normal berisiko, sudah banyak yang memilih untuk melakukan operasi Caesar. Dengan berbagai alasan. Konon, karena prosesnya cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit saat persalinan.

Untuk Moms yang akan segera melahirkan, yuk kita kenali operasi caesar lebih dalam.

Baca Juga: Daftar Barang yang Wajib Ada di Tas untuk Persiapan Melahirkan

Mengenal Proses Melahirkan Caesar

proses melahirkan caesar

Foto: Orami Photo Stock

Persalinan sesar, atau juga dikenal sebagai operasi caesar atau bedah sesar adalah operasi yang dilakukan ibu hamil untuk melahirkan bayi. Tindakan ini melibatkan satu sayatan di perut ibu dan yang lainnya di rahim.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, proses melahirkan caesar adalah prosedur umum yang digunakan untuk melahirkan hampir sepertiga bayi di Amerika Serikat.

Persalinan caesar umumnya dihindari sebelum usia kehamilan mencapai 39 minggu, sehingga anak memiliki waktu yang tepat untuk berkembang di dalam rahim. Kadang-kadang, bagaimanapun, komplikasi muncul dan kelahiran sesar harus dilakukan sebelum usia 39 minggu.

Biasanya orang melakukan operasi caesar karena beberapa hal berikut ini:

  • bayi memiliki masalah perkembangan
  • kepala bayi terlalu besar untuk jalan lahir
  • kelahiran sungsang
  • komplikasi awal kehamilan
  • masalah kesehatan ibu, seperti tekanan darah tinggi atau penyakit jantung yang tidak stabil
  • ibu memiliki herpes genital aktif yang dapat menular ke bayi jika lahir normal
  • kelahiran sesar sebelumnya
  • masalah dengan plasenta, seperti solusio plasenta atau plasenta previa
  • masalah dengan tali pusar
  • pasokan oksigen berkurang ke bayi
  • persalinan transversal

Baca Juga: Apakah Bisa Menyusui Setelah Melahirkan Caesar?

Proses melahirkan caesar menjadi jenis persalinan yang memang lumayan banyak dipilih, tetapi masih merupakan operasi besar yang membawa risiko bagi ibu dan anak. Melahirkan secara alami tetap menjadi metode yang disukai untuk risiko komplikasi terendah. Risiko persalinan caesar meliputi:

  • Rasa sakit setelah operasi caesar. Ini merupakan faktor negatif utama karena rasa sakit bisa berlangsung setidaknya untuk beberapa minggu setelah operasi. Moms mungkin mengalami rasa sakit pada luka sayatan dan adanya ketidaknyamanan di perut.
  • Infeksi, terutama infeksi pada luka bekas operasi, infeksi saluran kemih, dan infeksi pada dinding rahim.
  • Pembekuan darah di kaki atau paru-paru.
  • Kehilangan banyak darah.
  • Efek setelah pembiusan yaitu mual, muntah, dan sakit kepala.
  • Timbulnya luka bekas sayatan dan jaringan parut. Hal ini tidak bisa Moms hindari usai menjalani operasi. Sayatan akan menimbulkan luka pada perut. Biasanya setelah beberapa tahun, luka tersebut akan tersamarkan. Luka bekas proses melahirkan caesar bisa terlihat jika diperhatikan dengan saksama, tapi pada umumnya hampir menyerupai warna kulit di sekitarnya.
  • Cedera pada organ lain. Hal ini dapat terjadi selama operasi.
  • Kematian. Namun hal ini sangat jarang terjadi. Kemungkinannya hanya sekitar 2 dari 100.000 ibu yang meninggal akibat operasi caesar.
  • Risiko jangka panjangnya adalah leher rahim terhalang dengan tumbuhnya plasenta di dalam rahim, kondisi ini biasa disebut plasenta previa. Selain itu bisa juga mengalami gangguan plasenta seperti plasenta akreta yang dapat menyebabkan pendarahan hebat setelah melahirkan.

Setelah operasi caesar, Moms mungkin tidak dapat melahirkan secara normal pada kehamilan berikutnya. Ini tergantung pada jenis sayatan uterus yang digunakan. Guratan vertikal uterus tidak cukup kuat untuk disatukan selama kontraksi persalinan, sehingga diperlukan operasi caesar berulang.

Moms dan dokter kandungan harus membahas opsi persalinan sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL) tiba. Dokter juga akan menentukan apakah Moms atau bayi menunjukkan tanda-tanda komplikasi yang memerlukan proses melahirkan cesar.

Persiapan Proses Melahirkan Caesar

proses melahirkan caesar

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms dan dokter memutuskan bahwa proses melahirkan caesar adalah pilihan terbaik untuk persalinan, dokter akan memberi Moms petunjuk lengkap tentang apa yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko komplikasi dan menjalani persalinan caesar dengan sukses.

Baca Juga: 5 Tips Cepat Melahirkan, Yuk Coba!

Seperti halnya kehamilan lainnya, perjanjian pranatal akan melibatkan banyak pemeriksaan. Ini akan termasuk tes darah dan pemeriksaan lain untuk menentukan kesehatan Moms untuk kemungkinan operasi caesar.

Dokter akan memastikan untuk mencatat golongan darah jika Moms memerlukan transfusi darah selama operasi. Transfusi darah jarang diperlukan selama persalinan caesar, tetapi dokter akan siap untuk segala komplikasi yang terjadi.

Bahkan jika Moms tidak berencana untuk melahirkan secara sesar, harus selalu bersiap untuk hal-hal yang tidak terduga. Pada perjanjian pranatal dengan dokter, diskusikan faktor-faktor risiko untuk proses melahirkan caesar dan apa yang dapat Moms lakukan untuk menurunkannya.

Pastikan semua pertanyaan dijawab, dan Moms memahami apa yang bisa terjadi jika perlu melakukan operasi caesar darurat sebelum hari kelahiran.

Karena proses melahirkan caesar membutuhkan waktu tambahan untuk pulih dari kelahiran normal, memiliki babysitter untuk merawat bayi di rumah akan sangat membantu. Moms tidak hanya akan pulih dari operasi, tetapi bayi yang baru lahir juga bisa mendapatkan perhatian yang cukup.

Durasi Proses Melahirkan Caesar

proses melahirkan caesar

Foto: thebump.com

Banyak ibu hamil memilih untuk menjalani operasi caesar. Padahal ia memiliki opsi untuk melahirkan secara normal.

Alasannya, takut merasakan sakit ketika melahirkan secara normal. Atau, ada yang dengan sengaja mendesain kelahiran bayi di tanggal-tanggal tertentu (contoh: 11/12/13 atau 10/10/10). Atau, ada juga yang tidak ingin menunggu lama layaknya menunggu proses pembukaan jalan lahir yang bisa memakan waktu.

Moms, melahirkan melalui bedah Caesar berarti mengeluarkan bayi melalui sayatan dari perut ibu. Bukan dari vagina.

Baca Juga: Catat, Ini 3 Posisi Seks yang Tepat setelah Melahirkan

Dikatakan oleh Holly Ernst, asisten obgyn dari Santa Maria, California, Amerika Serikat, sebelum pembedahan, dokter akan melakukan anestesi (pembiusan) epidural, sehingga membuat daerah perut menjadi mati rasa saat melakukan proses penyayatan di bagian bawah area perut.

Namun biasanya ada tiga jenis anestesi yang ditawarkan kepada ibu melahirkan:

  • Blok tulang belakang: anestesi yang disuntikkan langsung ke kantung yang mengelilingi sumsum tulang belakang, sehingga mematikan bagian bawah tubuh kita.
  • Epidural: anestesi umum untuk persalinan normal dan sesar, yang disuntikkan ke punggung bagian bawah di luar kantung sumsum tulang belakang.
  • Anestesi umum: anestesi yang membuat Moms bisa tidur nyenyak, dan biasanya digunakan untuk situasi darurat.

Menurut National Health Service UK, kita akan sadar selama proses operasi caesar. Namun akan mengalami mati rasa mulai dari area perut ke bawah. Meski kadang pada keadaan tertentu akan dilakukan pembiusan umum.

Meski dilakukan dalam keadaan sadar, ada tirai pembatas yang membuat Moms tidak bisa melihat dokter ketika menyayat perut kita. Dokter mungkin akan memberikan obat penenang untuk membantu kita agar lebih rileks.

Dokter akan memberikan sayatan sepanjang 10 sampai 20 cm biasanya dan akan dibuat di bagian perut dan rahim bawah kita sehingga bayi Moms bisa dikeluarkan. Setelah sayatan berhasil dilakukan, Moms mungkin akan merasakan ada yang menarik-menarik sesuatu selama prosedur. Ini adalah saat di mana para tenaga medis berusaha mengeluarkan calon bayi dari sayatan tersebut.

Baca Juga: Apakah Aman Melakukan Operasi Caesar untuk Ketiga Kalinya?

Setelahnya, Moms akan dapat melihat dan menggendong bayi segera setelah mereka dilahirkan, jika berada dalam kondisi sehat. Namun jika bayi lahir dengan operasi caesar mengalami beberapa kondisi khusus, janin dapat dibawa langsung ke dokter anak untuk dilakukan resusitasi.

Seluruh proses melahirkan secara caesar ini biasanya memakan waktu sekitar 40 hingga 50 menit lamanya. Kadang-kadang, anestesi umum (yang membuat kita tidur) dapat digunakan, terutama jika bayi perlu dilahirkan lebih cepat.

Begitulah kiranya proses melahirkan melalui operasi Caesar.

Kendati proses melahirkan dengan caesar adalah prosedur yang umum, harus disadari operasi ini adalah operasi besar. Dan setiap operasi besar, memiliki risikonya sendiri.

Para dokter yang tergabung di American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) sendiri tidak merekomendasikannya, kecuali jika diperlukan karena ada indikasi medis.

Jadi Moms, alangkah baiknya kalau mencoba dahulu untuk melahirkan secara normal. Bukan hanya lebih aman, melahirkan secara normal juga berdampak lebih baik pada kesuburan wanita di masa yang akan datang.

Yang Harus Dilakukan setelah Proses Melahirkan Caesar

proses melahirkan caesar

Foto: Orami Photo Stock

Setelah proses melahirkan caesar, Moms dan bayi yang baru lahir akan tinggal di rumah sakit selama sekitar tiga hari. Setelah operasi, Moms akan tetap menggunakan infus. Hal ini memungkinkan tingkat obat penghilang rasa sakit yang disesuaikan untuk dikirim ke aliran darah kita saat anestesi habis.

Dokter akan menyarankan kita untuk bangun dan berjalan-jalan. Ini dapat membantu mencegah pembekuan darah dan sembelit. Seorang perawat atau dokter akan mengajarkan Moms bagaimana memposisikan anak untuk menyusui sehingga tidak ada rasa sakit tambahan dari daerah sekitar sayatan sesar.

Dokter akan memberi rekomendasi untuk perawatan di rumah setelah operasi, tetapi umumnya Moms harus melakikan beberapa hal berikut.

  • Tenang dan beristirahat, terutama untuk beberapa minggu pertama.
  • Gunakan postur tubuh yang benar untuk menopang perut kita.
  • Minum banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang selama persalinan caesar.
  • Hindari seks selama empat hingga enam minggu.
  • Minum obat pereda nyeri sesuai kebutuhan.
  • Mencari bantuan jika Moms mengalami gejala depresi pascapersalinan, seperti perubahan suasana hati yang parah atau kelelahan yang luar biasa.

Hubungi dokter jika Moms mengalami gejala-gejala berikut:

  • nyeri payudara disertai dengan demam
  • keputihan berbau menyengat atau perdarahan dengan gumpalan besar
  • rasa sakit saat buang air kecil
  • tanda-tanda infeksi, misalnya, demam lebih dari 37 derajat Celcius, kemerahan, bengkak, atau keluar cairan dari sayatan.

Jika Moms sudah pulang ke rumah mungkin akan diberikan resep untuk tetap mengonsumsi antibiotik di rumah.

Baca Juga: 6 Fakta Seputar Antibiotik, Sudah Tahu?

Kehamilan setelah Proses Melahirkan Caesar

proses melahirkan caesar

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian besar ahli medis merekomendasikan menunggu selama 6-15 bulan setelah menjalani operasi caesar sebelum hamil lagi (atau 15-24 bulan setelah kelahiran) untuk mengurangi risiko komplikasi seperti pecahnya uterus.

Ada faktor-faktor khusus yang perlu dipertimbangkan ketika mencoba memutuskan kapan waktu terbaik untuk hamil setelah operasi caesar. Beberapa hal yang perlu dipikirkan adalah:

  • Kesehatan secara keseluruhan: Berada dalam kesehatan fisik terbaik tidak hanya akan meningkatkan peluang Anda untuk melahirkan melalui vagina tetapi juga peluang untuk memiliki kehamilan yang sehat. Kesehatan mental juga penting, dengan masalah seperti gangguan suasana hati atau PTSD setelah trauma kelahiran yang memengaruhi apakah Moms berada di tempat yang baik untuk mengandung anak lagi.
  • Usia ibu: Jika Moms berusia di atas 35 tahun, mungkin ingin mempertimbangkan untuk hamil lebih cepat, karena potensi risiko yang terkait dengan kehamilan di kemudian hari.
  • Kesuburan: Seberapa mudah bagi Moms untuk hamil? Mereka yang memiliki kesulitan hamil mungkin ingin mulai mencoba lebih cepat daripada mereka yang tidak hamil.
  • VBAC atau operasi caesar? Jika Moms merencanakan persalinan normal, interval kehamilan yang lebih lama mungkin dapat membantu kita mengurangi risiko-risiko buruk yang mungkin terjadi.
  • Banyaknya anak: Berapa banyak anak yang diinginkan harus menjadi faktor penentu kapan dan bagaimana cara mendapatkannya. Risiko keseluruhan naik dengan masing-masing operasi caesar dan turun dengan masing-masing VBAC.

Melahirkan Normal setelah Proses Melahirkan Caesar (VBAC)

proses melahirkan caesar

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian besar wanita yang menjalani operasi caesar dapat melakukan persalinan normal dengan aman untuk bayi mereka berikutnya, yang dikenal sebagai kelahiran setelah operasi caesar atau Vaginal Birth After Cesarean (VBAC).

Berdasarkan North American Journal of Medical Sciences, kelahiran vagina setelah operasi caesar (VBAC) adalah salah satu strategi yang dikembangkan untuk mengendalikan peningkatan tingkat operasi caesar (CSs).

Diketahui bahwa 7 dari 10 wanita (lebih dari 70 persen) yang mencoba VBAC berhasil melahirkan bayi mereka. Namun VBAC tidak bisa dilakukan pada semua orang, hal ini bergantung pada kondisi masing-masing.

Ada beberapa faktor, seperti bekas luka rahim berisiko tinggi, yang dapat menurunkan kemungkinan VBAC bagi kita dan membuatnya sebagai pilihan yang tidak tepat.

Beberapa rumah sakit juga tidak menawarkan VBAC karena tidak memiliki staf atau sumber daya untuk menangani seksio darurat. Jika Moms mempertimbangkan VBAC, Moms harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Pada kunjungan kontrol kehamilan pertama setelah proses melahirkan Caesar, perting bagi Moms untuk langsung berdiskusi dengan dokter kandungan mengenai rencana proses melahirkan VBAC. Diskusikan kekhawatiran dan harapan Moms dengan dokter kandungan yang menangani.

Baca Juga: 8 Penyebab Proses Melahirkan Sulit, Sering Tidak Disadari Moms

Disarankan Moms memilih dokter yang sama dengan yang menangani proses melahirkan Caesar Moms sebelumnya. Namun, jika tidak, Moms harus punya riwayat medis lengkap, termasuk catatan operasi caesar sebelumnya dan prosedur uterus lainnya.

Penting untuk terus mendiskusikan risiko dan manfaat VBAC selama kehamilan, terutama jika faktor risiko tertentu muncul. Moms juga harus mencari banyak informasi tentang VBAC.

Meskipun sudah diniatkan sejak awal untuk VBAC, Moms juga harus tetap fleksibel ya. Beberapa kondisi akan memerlukan operasi caesar. Misalnya, Moms mungkin memerlukan operasi caesar jika ada masalah dengan plasenta atau tali pusat, bayi dalam posisi abnormal, atau persalinan yang gagal berkembang.

Beberapa wanita mungkin disarankan untuk menjalani operasi caesar lagi, jika mereka memiliki melahirkan. Ini tergantung pada apakah operasi caesar masih merupakan pilihan teraman bagi mereka dan bayi mereka.

Nah, agar semuanya berjalan dengan lancar, Moms mungkin perlu pemantauan ekstra selama persalinan.

Nah, itulah informasi lengkap yang perlu Moms ketahui tentang proses melahirkan caesar. Apapun proses melahirkan yang Moms jalani, Moms tetaplah seorang ibu tanpa kekurangan.

Artikel Terkait