BALITA DAN ANAK
28 Februari 2020

Masuk Musim Penghujan, Ini Cara Mencegah DBD pada Anak

Kendalikan nyamuk di lingkungan dan lindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok di Indonesia. Penyakit akibat nyamuk ini bisa berakibat fatal, terutama pada anak-anak. Karena itu, Moms perlu mengetahui cara mencegah DBD pada anak.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 50 juta infeksi dengue dan 25.000 kematian terjadi di seluruh dunia setiap tahun. Hal ini membuat dengue menjadi salah satu penyakit virus akibat artropoda paling penting pada manusia.

Semua benua merupakan endemi dengue, kecuali Eropa. Dengue masih menjadi penyebab utama morbiditas dan kematian pada anak di beberapa negara Asia. Kebanyakan kasus yang parah dan kematian terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Baca Juga: Ketahui Tempat Nyamuk Demam Berdarah Bersarang dan Cara Membasminya

Demam dengue disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes betina. Ada empat gejala klinis besar dengue, yakni demam, demam dengue, demam berdarah dengue (DBD), dan sindrom syok dengue.

Angka kematian pada kasus DBD bisa mencapai 20% jika tidak diatasi dengan benar atau dengan cepat.

Mencegah DBD pada Anak

mencegah DBD pada anak

Foto: baptisthealth.net

Peneliti masih berupaya menciptakan vaksin untuk mencegah demam dengue. Untuk saat ini, pencegahan dengue masih bergantung pada pengendalian nyamuk Aedes aegypti di rumah dan sekitarnya sebagai tempat penyebaran penyakit yang paling umum, serta melindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk.

Menurut jurnal Clinical Microbiology Reviews edisi Juli 1998, riisiko infeksi bisa dikurangi secara signifikan dengan memahami perilaku dasar dan kebiasaan menggigit nyamuk.

Baca Juga: Ciri-Ciri DBD (Demam Berdarah Dengue) dan Pengobatan yang Tepat

Aedes aegypti betina lebih suka menggigit di dalam ruangan. Aktivitas puncak menggigit terjadi selama 2-3 jam setelah fajar dan selama 3-4 jam sebelum senja.

Risiko terkena gigitan nyamuk lebih tinggi pada jam-jam tersebut. Bagaimanapun juga, nyamuk bisa menggigit kapan saja di dalam ruangan maupun di luar ruang pada siang hari, terutama saat mendung.

Beberapa langkah yang bisa Moms lakukan untuk mencegah DBD pada anak adalah:

  1. Membuang, membersihkan, atau menutup wadah berisi air atau genangan yang menjadi habitat larva Aedes aegypti di lingkungan rumah. Sebab, cara paling efektif mengendalikan nyamuk penyebar dengue adalah dengan menghentikan perkembangbiakan nyamuk melalui pengurangan sumber larva.
  2. Menyemprot ruangan dengan obat anti nyamuk untuk membunuh nyamuk dewasa di dalam ruangan
  3. Menggunakan kelambu
  4. Berada di ruangan yang menggunakan AC
  5. Mengoleskan losion penolak nyamuk pada kulit Si Kecil yang terbuka
  6. Memakaikan Si Kecil pakaian tertutup seperti baju lengan panjang dan celana panjang pada waktu nyamuk aktif menggigit (pagi dan sore hari)

Baca Juga: Ini Tanda DBD (Demam Berdarah Dengue) yang Bisa Terjadi pada Anak

Dengan melakukan cara mencegah DBD pada anak di atas, Si Kecil dapat terlindungi dari risiko terkena demam berdarah.

Artikel Terkait